Malang, Tugumalang.id – Bupati Malang, HM. Sanusi resmi menutup program Sambang Desa Gotong Royong Bangun Desa atau Samdesgotro di Kecamatan Gedangan pada Kamis (17/7/2025). Kecamatan yang terletak di kawasan pesisir ini menjadi titik akhir dari rangkaian kunjungan ke 33 kecamatan se-Kabupaten Malang yang dimulai sejak Januari 2025.
Program Samdesgotro menjadi sarana bagi Pemerintah Kabupaten Malang untuk memetakan potensi wilayah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dalam penutupan ini, Bupati Sanusi menekankan pentingnya sinergi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembangunan berbasis potensi lokal.

Resmikan Wisata Gunung Gede, Fokus Kembangkan Malang Selatan
Kunjungan di Gedangan diawali dengan peresmian Wisata Gunung Gede di Desa Sumberejo. Sanusi menyebut, sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang.
“Saya berharap Gunung Gede bisa menjadi salah satu penopang wisata yang terhubung dengan Jalur Lintas Selatan,” ujar Sanusi.
Ia menambahkan, potensi wisata alam seperti Gunung Gede perlu dikelola secara berkelanjutan dengan memperhatikan kearifan lokal dan aspek konservasi lingkungan. Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup akan mendukung pengembangan kawasan ini, mulai dari penanaman pohon, rehabilitasi tanah, program CSR, hingga pengenalan aplikasi m-water untuk pengelolaan lingkungan oleh masyarakat.
Dorong UMKM dan Kearifan Lokal
Usai meninjau sektor pariwisata, rombongan melanjutkan kunjungan ke sentra Batik Sujo di Desa Sumberejo. Produk batik khas Gedangan ini dianggap sebagai warisan budaya sekaligus peluang ekonomi kreatif yang perlu dikembangkan.
“Batik Sujo ini bukan sekadar kerajinan, tapi identitas lokal yang harus kita angkat ke pasar nasional bahkan internasional,” tegas Sanusi.
Baca juga: Dukung Tradisi Mendongeng, Bupati Malang Harap Cerita Lokal Semakin Populer
Di Desa Segaran, Bupati meninjau usaha rumahan pembuatan kue pluntir sebagai representasi semangat kewirausahaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pemkab Malang berkomitmen mendampingi UMKM agar naik kelas, termasuk memberikan bantuan peralatan produksi.
“Kami akan upayakan bantuan alat potong kue agar produksi bisa lebih efisien,” tambahnya.
Perkuat Ekonomi Desa Lewat Peternakan

Sanusi juga menyempatkan diri meninjau unit penggemukan sapi di Desa Girimulyo. Program ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi desa berbasis sektor peternakan yang berkelanjutan.
“Peternakan rakyat menjadi tulang punggung ekonomi desa yang harus terus kita dorong dan fasilitasi,” ujar Sanusi.
Simbol Komitmen: Offroad dan Pelepasan Tukik
Agenda dilanjutkan dengan kegiatan offroad lintas desa bersama jajaran OPD. Rute yang menembus medan perbukitan menjadi simbol komitmen Pemkab Malang dalam menjangkau wilayah terpencil demi pemerataan pembangunan.
Penutupan rangkaian kegiatan dilakukan di Pantai Tanjung Penyu, ditandai dengan pelepasan 50 ekor tukik (anak penyu) hasil konservasi warga ke laut lepas. Sanusi menyebut kawasan pesisir ini berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari dan ekowisata, tentu dengan prinsip pelestarian lingkungan.
Baca juga: Bupati Malang Evaluasi Yayasan Dharma Wanita, Soroti Sistem Pengelolaan dan Mutu Pendidikan
Samdesgotro: Menyerap Aspirasi, Menggerakkan Pembangunan
Selama enam bulan pelaksanaan Samdesgotro, Pemkab Malang telah menggali berbagai potensi desa, mulai dari sektor wisata, budaya, pertanian, UMKM, hingga peternakan. Sanusi menilai, potensi yang ditemui di lapangan sangat luar biasa. Namun ia mengingatkan agar seluruh elemen pemerintahan tidak cepat berpuas diri.
“Ke depan saya minta kepala dinas tidak hanya menggugurkan kewajiban, sebatas menghabiskan anggaran tanpa ada hasilnya. Produk yang dihasilkan harus jelas. Kalau ada kepala dinas yang tidak mau mengikuti akan saya tinggal,” tegas Sanusi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























