Tugumalang.id – Tragedi yang terjadi usai laga Arema FC kontra Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang disesalkan semua pecinta sepak bola. Salah satunya dari Bonek Mania yang juga sangat berduka.
Meski Persebaya menang 3-2 atas Arema, Bonek menahan diri untuk tidak berpesta. Padahal, ini adalah kemenangan pertama setelah 23 tahun Persebaya tidak bisa mengalahkan klub rivalnya tersebut.
Tidak hanya itu, warga Bonek dan Surabaya juga ikut bersedih. Mereka lebih mengutamakan kemanusiaan dari pada sepak bola. Ratusan Bonek mengungkapkan rasa sedih yang mendalam dengan bersama-sama menyalakan lilin dan berdoa di Taman Aspari Surabaya, Minggu malam(2/10/2022).
“Kami sangat beduka, kami sangat menyesalkan apa yang terjadi di Malang. Itu sudah sangat fatal dan tidak bisa ditolerir,” kata Koordinator Bonek Campus, Ari Nur Cahyo, saat Aski Solidaritas tersebut.
Ari meminta semua pihak yang terlibat harus bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan.Tragedi itu menurutnya sama halnya dengan pembunuhan massal dan tidak manusiawi. Dimana supporter sedang berada di dalam stadion, namun aparat keamanan menembakkan gas air mata.
“Seluruh pihak harus bertanggungjawab atas kejadian di Malang. PSSI, Panpel, Keamanan, dan stakeholder yang terlibat harus bertanggungjawab,” tegasnya.

Ari dan Bonek berdoa, semua korban Tragedi Kanjuruhan diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan atas kepergian keluarganya.
“Kami berdoa, para korban jiwa bisa bisa tenang di ‘tribun barunya’, dan untuk keluarga yang ditinggalkan, bisa diberi ketabahan dan keikhlasan,” pungkasnya.
Reporter : Rahman Hakim
Editor : Fajrus Sidiq





























