Tugumalang.id – Bank Indonesia (BI) Malang memprediksi kondisi inflasi di Kota Malang tidak akan bergejolak saat momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ketersediaan komoditas sembako yang mencukupi jadi faktornya.
Deputi Kepala Perwakilan BI Malang, Dedi Prasetyo menjelaskan mengatakan bahwa momentum Nataru memang kerap terjadi tren kenaikan inflasi. Namun tahun ini, dia memprediksi tak akan ada gejolak yang berarti.
“Nataru secara musiman pasti akan ada kenaikan. Tapi kayaknya tahun ini kenaikannya tak terlalu tinggi seperti tahun lalu,” kata Dedi.
Baca Juga: Pj Wali Kota Malang Pastikan Inflasi Terkendali: Pertahankan Sampai Akhir 2024
Sebab, dia memandang bahwa komoditas sembako di wilayah Malang masih melimpah. Terlebih, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kota Malang menurutnya juga aktif melakukan pemantauan ketersediaan dan harga komoditas sembako.
“Cabai juga relatif masih banyak, sentra sentra masih banyak yang panen,” ucapnya.
Hanya saja, dia menyarankan pemerintah untuk lebih jeli memantau pergerakan stok dan harga bawang merah dan beberapa jenis sayuran.
“Jadi yang perlu diperhatikan itu bawang merah. Lalu beberapa jenis sayuran, tapi secara umum sayuran tidak ada kendala. Kemudian gula pasir juga masih terkendali,” jelasnya.
Baca Juga: Berhasil Kendalikan Inflasi, Bupati Malang Terima Penghargaan Insentif Fiskal
“Kalau daging sama telur ayam yang mulai agak meningkat tapi masih dalam kondisi wajar,” imbuhnya.
Menurutnya, ketersediaan komoditas sembako yang relatif terkendali tidak akan memicu kenaikan harga yang signifikan saat Nataru.
Sejauh ini, inflasi di Kota Malang menurutnya masih relatif terkendali. Bahkan turun di angka 1,76 pada November 2024. Sebab, komoditas bahan makanan tidak mengalami gejolak kenakalan harga seperti tahun lalu.
“Harga beras terakhir bahkan turun. Sejak awal tahun datanya, beras tak banyak mengalami perubahan. Beras kan besar kontribusinya. Lalu cabai, bawang, gula dan lainnya relatif bagus,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A
























