Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Batik Blimbing Pincut Konsumen Mancanegara

Redaksi by Redaksi
Juli 18, 2022 8:01 am
in Budaya
batik blimbing

Aulia Rismawati, pengelola Batik Blimbing sedang memegang desain batik tulis terumit milik mereka. Foto: Fonda Imelia

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Berawal dari program pemerintah di tahun 2009 pada tingkat kelurahan yang mengadakan peningkatan potensi sumber daya ibu-ibu PKK di bidang batik, selang setahun berjalan kegiatan ini harus terhenti dengan alasan tidak banyak orang yang mengenal batik Malang, sehingga hal ini berdampak pada kesukaran perputaran ekonomi.

Namun, Wiwik Niarti selaku owner Batik Blimbing mencoba untuk melihat peluang yang ada, sehingga di tahun 2011 bersama dengan anaknya, Aulia Rismawati, mereka berhasil membangun bisnis mandiri di bidang batik tulis yang diberi nama Batik Blimbing.

READ ALSO

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Tradisi Ater-Ater, Warisan Budaya Jawa Menjaga Hangatnya Silaturahmi

batik blimbing
Warna-warni display oleh kreasi Batik Blimbing. Foto: Fonda Imelia

“Ibu-Ibu PKK menganggap masih kurang menjanjikan waktu itu. Tapi di sini kita melihat kota Malang masih belum banyak pengrajinnya, sementara di kota-kota lain harus ada batik yang mengangkat ciri khas budayanya sendiri. Jadi kita inisiatif untuk melanjutkan kegiatan tadi, tapi menjadi usaha mandiri,” ujar Aulia.

Usaha Wiwik dan Aulia dalam mengangkat budaya Malang bisa dibilang berhasil. Berangkat dari PKK yang tidak memiliki basis membatik, tidak menghentikan langkah mereka untuk mengangkat batik Malang. Mereka menyiasatinya dengan membuka workshop di rumahnya untuk dapat belajar bersama.

Di tahun 2012, dalam produksinya mereka sudah menggunakan canting listrik, hal itu karena Aulia kesusahan untuk mencari Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat membatik.

listrik
Proses menjiplak menggunakan canting listrik. Foto: Instagram @batik_blimbing

“Di sini kami menggunakan canting listrik karena selain efisien juga bisa menekan produksi. Pengeluaran kita banyak, jadi saya sudah mengurangi jasa menggambar (melewati proses menggambar di kain) karena langsung kita jiplak di meja,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika penggunaan canting tradisional bisa memakan waktu seminggu pembuatan, sedangkan canting listrik hanya membutuhkan tiga sampai empat hari.

Kini, mereka berhasil men-display berbagai produk dari kain batik seperti tas, selendang, masker, scraft, baju dengan desain yang mengangkat tema budaya dan tempat ikonik di Kota Malang di antaranya Topeng Malang, Tugu Malang, Malang Heritage, hingga Kampung Warna Jodipan.

batik blimbing
Proses pewarnaan batik Malang Heritage. Foto: Fonda Imelia

“Ada beberapa yang sudah kita patenkan motif-motifnya, salah satunya yang khas kota Malang itu tadi. Kurang lebih ada delapan yang sudah dipatenkan,” terangnya.

Dengan tetap mengikuti perkembangan zaman yang ada, Batik Blimbing bisa dikatakan sukses dalam membangun marketplace-nya, ini dibuktikan dengan pemesanan oleh konsumen yang tidak hanya berkutat di Asia Tenggara namun mancanegara.

“Pasarnya karena kita jualan lewat online sudah sampai Inggris, Thailand, Singapura, Jepang. Kalau orang luar lebih menghargai handmade (buatan tangan), mereka lebih suka natural, biasanya juga cari yang ikonik,” tuturnya.

Karena proses pembuatan manual yang dilakukan membutuhkan waktu hingga berhari-hari, tak mengherankan jika harga batik mahal. Dalam produksinya, Aulia membanderol dengan harga 175–500 ribu untuk batik cap sedangkan untuk batik tulis dihargai mulai dari kisaran 500 ribu ke atas.

Dia juga menjelaskan bahwa di sini tugasnya tak hanya mendapatkan rupiah dari pelanggannya, namun juga dibarengi edukasi agar banyak orang paham tentang batik.

“Visi misi mengedukasi bahwa masyarakat belum banyak yang tahu tentang batik. Selama itu menggunakan malam panas disebut batik. Kalau printing tidak diakui UNESCO dan pemerintah karena itu adalah kain bermotif batik,” jelasnya.

 

Reporter: Fonda Imelia

Editor: Lizya Kristanti

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: batik blimbingkota malangmalang

Related Posts

Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Kamis, 28 Mei 2026
Ilustrasi tradisi ater-ater di Jawa. (Foto: Instagram/ @perpusipkabtegal)
Budaya

Tradisi Ater-Ater, Warisan Budaya Jawa Menjaga Hangatnya Silaturahmi

Rabu, 27 Mei 2026
Ilustrasi Wamen Kebudayaan RI Giring Ganesha saat mengunjungi objek cagar budaya Villa Bima Shakti di Selecta Kota Batu. Foto: Azmy
Budaya

Pemkot Batu Perluas Pendataan Objek Cagar Budaya di 2026, Ada Bunker Jepang hingga Situs Petirtaan

Selasa, 12 Mei 2026
Fakta menarik busana khas Malangan yang diluncurkan pada rangkaian HUT ke-112 Kota Malang sebagai identitas baru. /Foto: Instagram @pemkotmalang
Budaya

Identitas Budaya Baru, 8 Fakta Menarik Busana Khas Malangan yang Perlu Diketahui

Senin, 6 Apr 2026
Pertunjukan di rumah kelahiran Shakespeare. Foto: Shakespeare's Birthplace
Budaya

Sastrawan di Inggris, Menyusuri Jejak Sastra Klasik di Negeri Matahari Tak Pernah Tenggelam

Selasa, 31 Mar 2026
Ilustrasi Lepet ketan lacang merah yang dibungkus dengan janur dan tali rafia (Foto: Pinterest @Rien_Borneo)
Budaya

Ini 5 Macam Varian Lepet Pendamping Ketupat yang Tidak Boleh Terlewat

Minggu, 29 Mar 2026
Next Post
sman 3 malang

Alumni SMAN 3 Malang, Adinda Cresheilla Raih 3rd Runner Up Miss Supranational 2022

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.