Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Banyak Sarjana Nganggur, Kuliah Tak Penting?

Redaksi by Redaksi
Agustus 19, 2021 9:25 am
in News
Nadiem Makeriem, menteri pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi saat hadir di podcast Deddy Corbuzier/tugu malang

Nadiem Makeriem, menteri pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi saat hadir di podcast Deddy Corbuzier. (Foto: SS YouTube Daddy Corbuzier)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugujatim.id – Kuliah dan jurusan yang diambil seringkali menjadi tolak ukur seseorang untuk mendapatkan prospek kerja di masa mendatang. Tapi, nyatanya kini banyak sekali sarjana yang belum tahu pekerjaan apa yang harus didapatkan.

Kita akan membahas diskusi Nadiem Makarim, menteri pendidikan dan kebudayaan, riset dan teknologi dengan Deddy Cobuzier tentang sarjana yang menganggur. Dalam video podcastnya (8/03/2020), Deddy Corbuzier mengatakan bahwa banyak sarjana yang melakukan postponing reality atau menunda realita. Karena setelah lulus S1, dia tidak tahu mau bekerja sebagai apa dan akhirnya mengambil S2.

READ ALSO

Tanggapi Pernyataan Soal Banyak Pesantren Cabul di Malang, Gus Fahrur: Tidak Boleh Menggeneralisir!

Satlantas Polres Malang Bekali 80 Warga Lewat Coaching Clinic Keselamatan Berkendara

Ternyata, gelar magister yang sudah diraih dinilai terlalu tinggi untuk bekerja dan akhirnya memutuskan untuk jadi dosen yang mengajarkan ilmu kepada anak-anak baru. Di mana anak-anak tersebut juga tidak tahu akan bekerja apa.

Di sini, konsep pendidikan di sekolah tidak 100 persen membuat siswanya sukses.

Atas persoalan itu, Nadiem Makariem manjawab bahwa dalam skop menteri pendidikan dan kebudayaan, hal ini difokuskan kepada pendidikan dalam sekolah formal. Tapi, ada punya program yang lebih luas yaitu pendidikan karakter yang berkaitan dengan revolusi mental yang bertujuan untuk mengubah mindset masyarakat.

Nadiem melanjutkan pada kegelisan Deddy soal apakah setuju kalau kuliah tidak penting, karena dilihat dari realitanya banyak yang bukan sarjana justru lebih sukses dari sarjana?  Nadiem menjawab tidak setuju atas pertanyaan tersebut.

“Saya tidak setuju, karena menurut saya (kuliah) penting. Seberapa pentingnya tergantung dengan apa yang terjadi dalam unit pendidikan tersebut,” katanya.

Mengambil contoh sekolah PAUD misalnya, meskipun anak-anak datang ke sekolah hanya untuk bermain, mereka di sana tetap mendapatkan pendidikan non-teori yaitu, social learning. Lingkungan yang mengajarkan bahwa semua murid memiliki aturan serta hak yang sama.

“Nah, program Kampus Merdeka akan menjawab kritik mas Deddy analoginya, anak-anak nantinya akan berenang di laut lepas tapi mereka hanya diajarkan renang satu gaya. Diajarkannya hanya di kolam renang pula. Maka perlu di sini, sekali-kali anak dilepas dilaut dan diajarkan berbagai macam gaya renang agar tidak kaget saat bertemu hiu,” timpalnya.

Mas menteri, demikian Nadiem Makariem biasa dipanggil, juga mengungkapkan bahwa alangkah baiknya metode pengajaran dalam kelas melatih skill-skill itu. Karena lebih baik ceramah dosen direkam saja saat di kelas, lalu tinggal diadakan debat atau diskusi.

Reporter : Auliya Rahma Maziidah

Editor : Herlianto. A

Tags: Deddy CorbuzierkuliahmahasiswaSarjana Nganggur

Related Posts

PEsantren Cabul
News

Tanggapi Pernyataan Soal Banyak Pesantren Cabul di Malang, Gus Fahrur: Tidak Boleh Menggeneralisir!

Minggu, 31 Mei 2026
Satlantas Polres Malang
News

Satlantas Polres Malang Bekali 80 Warga Lewat Coaching Clinic Keselamatan Berkendara

Minggu, 31 Mei 2026
Rumah warga terbakar
News

Rumah Warga Kalipare Terbakar Hebat, Kerugian Capai Rp400 Juta

Minggu, 31 Mei 2026
Cuaca Kota Malang
News

Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 31 Mei 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Minggu, 31 Mei 2026
Siswa SD di Tumpang jalani Skrining Penyakit Jantung Rematik. Foto: Pemkab Malang
News

370 Siswa SD di Kabupaten Malang Jalani Skrining Penyakit Jantung Rematik

Sabtu, 30 Mei 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada Sabtu, 30 Mei 2026 dalam kondisi berawan dan udara kabur. /Foto: Ilustrasi dibuat dengan AI.
News

Udara Kabur Mendominasi, Prakiraan Cuaca Malang Sabtu 30 Mei 2026

Sabtu, 30 Mei 2026
Next Post
Sesajen Jenang Sengkolo 5 warna.

Filosofi Sesajen Jenang Sengkolo 5 Warna

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.