Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Banyak Retakan, Bangunan Sekolah di Lereng Bukit Kota Batu Terancam Roboh

Redaksi by Redaksi
Desember 7, 2022 12:23 pm
in Pendidikan
Kepala Sekolah SDN Satu Atap Gunungsari, Siti Roihatul Hasanah, menunjukkan bangunan toilet yang ambrol tak bersisa imbas dari pergerakan tanah dibawahnya yang tak stabil.

Kepala Sekolah SDN Satu Atap Gunungsari, Siti Roihatul Hasanah, menunjukkan bangunan toilet yang ambrol tak bersisa imbas dari pergerakan tanah dibawahnya yang tak stabil. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Bangunan sekolah SD dan SMP Satu Atap di Desa Gunungsari, Kota Batu, Jawa Timur, terancam roboh akibat pergerakan tanah yang tidak stabil. Saat ini, sejumlah ruangan seperti ruang guru hingga ruang kepala sekolah terpaksa dikosongkan.

Seperti diketahui, pergerakan tanah yang terjadi pada Jumat (2/12/2022) kemarin membuat struktur bangunan sekolah kehilangan daya penopang. Akibatnya, bangunan toilet ambruk dan tak bisa digunakan.

READ ALSO

Dari UIN Malang untuk Indonesia, Maliki Pesantren Metrics Disiapkan Menjadi Standar Baru Penguatan Pesantren Nasional

UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027

Selain itu, pada bangunan di sisi selatan yang digunakan untuk ruang guru mengalami keretakan parah. Terutama pada bagian atap, dinding hingga lantai.

Beruntung saat kejadian para guru tengah mengajar di kelas-kelas yang terletak di bangunan sisi utara sehingga tidak sampai terjadi korban jiwa.

“Saat ini, ruangan mulai kami kosongkan. Bisa jadi nanti masih terjadi pergerakan tanah,” kata Kepala Sekolah SDN Satu Atap Gunungsari, Siti Roihatul Hasanah ditemui, Rabu (7/12/2022).

Meski begitu, aktivitas belajar mengajar di sana tidak sampai terhenti. Hanya saja, para guru dan kepala sekolah selama dua hari ini tidak bisa beristirahat dengan tenang di ruangan. Mereka lebih memilih duduk-duduk di luar atau di ruangan kecil bersekat lain.

Tentu rasa was-was masih menghantui karena potensi pergerakan tanah masih bisa terjadi. “Saat ini saja karena anak-anak ujian, kami masih belum bisa sepenuhnya mengosongkan ruangan. Meski rawan, tapi ya gimana lagi,” ujarnya pasrah.

Meski begitu, dinas terkait seperti Dinas Pendidikan dan juga BPBD Kota Batu memastikan untuk membangun gedung baru di sisi utara yang relatif lebih aman.

“Sudah dikaji dan juga dialokasikan anggaran untuk bikin gedung baru nanti di sisi utara. Karena kalau tetap dibangun di sini tanahnya sudah labil, enggak aman,” ujarnya.

Sebenarnya, ada usulan lain lagi agar sekolah ini dipindah ke tempat yang lebih aman. Menurut Siti, rencana pembangunan sekolah akan digeser lebih jauh di kawasan Dusun Jantur, Desa Brau. Namun ada pertimbangan lain.

“Takutnya kalau dipindah kesana itu aksesnya terlalu jauh. Jadi takutnya nanti malah gak ada yang mau sekolah. Cuman disini satu-satunya akses yang dekat biar anak-anak disini tetap sekolah,” kata Siti.

Hal yang sama dikatakan Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, bahwa sebenarnya pihaknya merekomendasikan agar bangunan sekolah satu atap itu direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Pasalnya, berdasarkan hasil kajian PVMBG, BPBD Provinsi dan Geologi UB, kawasan di sana memang tidak direkomendasikan untuk ditempati karena kondisi tanah yang labil. Kawasan itu merupakan kawasan rawan bencana.

Namun di sisi lain, hanya disanalah sekolah satu-satunya di kawasan pemukiman petani yang terletak di ketinggian, di lereng Bukit Paralayang itu. Sebagai jalan tengah, BPBD merekomendasikan untuk menata aliran air dengan membuat sumur pelegah.

Pengaturan ini penting untuk mengurangi tingkat kejenuhan tanah disana. Diketahui, kejenuhan tanah ini juga dipengaruhi oleh sumber mata air yang ada di sekitar lereng.

“Dengan membuat sumur pelegah ini nanti guna mengatur muka air tanah dan kelembapan tanah. Tapi tetap saja, di wilayah itu memang tidak aman untuk ditempati,” paparnya.

Meski begitu, di beberapa sisi, Agung masih dapat menjamin bangunan di areal sisi utara masih aman untuk difungsikan. Tanah yang labil banyak terjadi di satu sisi saja di bagian selatan.

“Tapi nanti akan kita kaji lagi karena intensitas hujan yang tinggi masih berpotensi membuat tanah di sana jenuh. Jadi potensi pergerakan tanah di sana ke depannya masih besar,” ungkapnya.

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: Bangunan Sekolahkota batuSekolah

Related Posts

Dari UIN Malang untuk Indonesia, Maliki Pesantren Metrics Disiapkan Menjadi Standar Baru Penguatan Pesantren Nasional
Pendidikan

Dari UIN Malang untuk Indonesia, Maliki Pesantren Metrics Disiapkan Menjadi Standar Baru Penguatan Pesantren Nasional

Sabtu, 18 Jul 2026
UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027
Pendidikan

UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027

Jumat, 17 Jul 2026
Feb Ub
Pendidikan

FEB UB Gandeng Pegiat Lingkungan Ketawanggede, Ajarkan Pengelolaan Sampah Organik Lewat Biopori

Jumat, 17 Jul 2026
Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia
Pendidikan

Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia

Jumat, 17 Jul 2026
Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 
Pendidikan

Kajian Kitab DEP UIN Malang, Prof Tutik Hamidah: Salat Tempat Mengisi Ulang Energi Ruhani 

Jumat, 17 Jul 2026
Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang
Pendidikan

Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang

Kamis, 16 Jul 2026
Next Post
Dosen UM saat ini menjadi DPL di sekolah.

Dosen Bahasa Arab UM Menjadi DPL Kampus Mengajar Angkatan 4

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.