Tugumalang.id – Pemandangan kabel semrawut di sejumlah ruas jalan utama di Kota Batu, Jawa Timur menjadi perhatian Pemkot Batu di tahun 2025 ini. Pemandangan seperti ini dinilai merusak estetika tata kota, terlebih sebagai kota wisata.
Diketahui, sejumlah titik kabel semrawut berada di ruas protokol Jalan Sultan Agung, kawasan ruko Alun-Alun Kota Wisata Batu, perempatan Klenteng Eng An Kiong atau ruas Jalan Gajah Mada, hingga sepanjang Jalan Ahmad Yani. Di titik-titik itu, banyak kabel-kabel yang menumpuk dan menjuntai tak karuan.
Wali Kota Batu Nurochman membenarkan hal itu. Menurut dia, fenomena kabel semrawut ini akan berdampak pada citra keindahan tata kota. Terutama di kawasan Alun-alun dan ruas jalan utama yang menjadi etalase wisata Kota Batu.
Baca Juga: Deklarasi Damai, Kota Batu Gelar Doa Bersama untuk Affan Kurniawan
Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyiapkan langkah penataan. Salah satunya dengan skema ducting atau menanam kabel di bawah tanah.
“Untuk saat ini, kami akan komunikasikan lebih dulu dengan PT PLN (Persero) dan Telkom Malang. Penerapannya nanti berdasarkan kawasan yang dibuatkan master plan,” kata Cak Nur, Kamis (4/9/2025).
Cak Nur menambahkan bahkan ia menduga banyak kabel di atas yang bukan hanya milik PLN atau Telkom. ”Ada kemungkinan provider nakal yang tidak punya izin, numpang kabel di jalur PLN atau Telkom. Ini yang akan kita telusuri,” ungkapnya.
Baca Juga: Rekomendasi Wisata Kota Batu: Destinasi Wisata Bumiaji yang Wajib Dikunjungi
Politisi PKB itu menegaskan jika langkah penataan skema ducting akan dimulai tahun 2026. Meski begitu, upaya perapian tetap akan digarap bertahap agar wajah kota wisata tetap menarik.
“Kota Batu ini kota wisata, jangan sampai tamu yang datang disuguhi kabel kusut di mana-mana. Kami tidak ingin estetika kota terganggu,” tegasnya.
Sementara, Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo memberikan tanggapan soal ducting ini. Soal ini, pihaknya memang belum berkomunikasi intens dengan Pemkot Batu terkait rencana ducting. Namun ia memastikan PLN siap mendukung.
“Kalau PLN selama ini menggunakan kabel udara, itu memang standar kami. Tapi kalau ada kebijakan untuk masuk ducting, tentu masih memungkinkan. Nanti detail jalurnya nanti akan kita koordinasikan dengan Pemkot Batu,” jelasnya.
Nantinya, soal pembiayaan, Agung menyebutkan kemungkinan akan menjadi beban pelanggan atau instansi pemilik kabel. “PLN siap support. Tinggal nanti teknis pengerjaannya mengikuti arahan dari pemerintah daerah,”imbuhnya.
Sebagai informasi, skema ducting kabel bawah tanah sudah diterapkan di beberapa kota besar di Indonesia. Meski menelan biaya tak sedikit, sistem ini terbukti mampu membuat wajah kota jauh lebih rapi dan modern.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























