Banjir di Kedawung Jadi Sarana Renang Gratis

  • Whatsapp
Anak-anak memanfaatkan banjir di kawasan Jalan Kedawung, Kota Malang, pada Minggu (14/3/2021). Foto: Ulul Azmy

MALANG – Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang mengguyur Kota Malang, pada Minggu (14/3/2021) sekitar pukul 14.25 WIB, selama hampir 1,5 jam.

Akibatnya, pohon tumbang terjadi di 10 titik. Selain itu, banjir juga melanda 7 titik. Seperti terjadi di Jalan Kedawung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Banjir menggenang hampir setinggi perut orang dewasa. Muda-mudi Karang Taruna RW 06 Kelurahan Tulusrejo pun bergegas memakai rompi pelampung dan menutup jalan hingga air surut.

Bacaan Lainnya

Di satu sisi, banjir ini menjadi sarana darurat warga, khususnya anak-anak. Mereka tampak asyik berenang dan bermain air bersama teman-teman sebayanya.

Anggota Karang Taruna RW 06 Kelurahan Tulusrejo, M Soleh, menuturkan bahwa pihaknya menutup sementara jalan agar tidak terjadi kejadian tak diinginkan. Seperti kendaraan mogok atau bahkan terperosok lubang. ”Biar gak ada yang mogok-mogok karena banjirnya setinggi perut saya ini. Kami alihkan biar cari jalur lain saja sementara sampai airnya surut,” katanya.

Soleh menambahkan, terjadinya banjir di wilayah ini juga bukan pertama kalinya. Hampir setiap hujan deras terjadi, selalu menjadi langganan banjir. Sampai-sampai pihak kelurahan menyiapkan peralatan rompi pelampung.

Terpisah, Kepala BPBD Kota Malang, Ali Mulyanto, membenarkan bahwa dalam kurun waktu 1,5 jam hujan deras itu, terjadi banjir di 6 titik berbeda Kota Malang. Sebut saja di Jalan Gajayana (dekat Sardo Swalayan), Jalan Bondowoso, Depan RSUD Kota Malang, Jalan Letjend Sutoyo Gang 4, di Jalan Sudimoro, dan juga Jalan Kedawung. Rata-rata ketinggian banjir mulai selutut hingga perut orang dewasa.

”Sekarang sudah mulai surut. Penyebabnya dipicu intensitas hujan yang luar biasa dan kondisi saluran drainase yang tidak lancar,” jelasnya.

Baca Juga  Respon Desakan DPRD Kota Malang, Reklame Rokok di Monumen Pesawat Suhat Dibongkar

Lebih jauh, Ali mengimbau agar warga tetap waspada karena sejumlah potensi bencana masih mengintai Kota Malang selama cuaca ekstrem berlangsung. ”Kalau ada hujan lebat, ada angin kencang sudah harus waspada. Jika kita tahu bencananya, kita juga harus tahu strateginya. Paling tidak menghindar dan menjauhi titik-titik rawan bencana,” imbaunya.

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *