Malang, Tugumalang.id-Sejak awal pandemi COVID-19, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan tangan meningkat pesat. Kebiasaan mencuci tangan lebih sering dan penggunaan pembersih tangan berbasis alkohol menjadi bagian dari rutinitas harian untuk membunuh kuman berbahaya.
Namun, meskipun lebih praktis dibanding mencuci tangan, pembersih tangan mengandung bahan kimia yang dapat berisiko, terutama jika terkena mata. Dikutip dari helpguide, sebagian besar produk mengandung alkohol jenis etanol, isopropil, atau n-propanol, serta hidrogen peroksida dosis rendah.
Risiko Hand Sanitizer yang Mengenai Mata
Jumlah kecil pembersih tangan yang masuk ke mata biasanya bisa dibilas oleh air mata alami. Namun, jika jumlahnya cukup banyak, perlu dilakukan tindakan tambahan seperti membilas mata dengan air hangat dan segera mendapatkan perawatan darurat.
Baca juga: Pengabdian Masyarakat, FK Unisma Ajari Warga Membuat Hand Sanitizer Herbal Daun Sirih
Apa yang Harus Dilakukan Jika Hand Sanitizer Masuk ke Mata?
Jika pembersih tangan atau bahan kimia iritan lainnya mengenai mata, segera bilas dengan aman. Hindari menggosok mata karena dapat memperburuk iritasi dan menyebarkan bahan kimia ke area lain.
Langkah utama adalah mengencerkan bahan kimia dengan air sebanyak mungkin. Proses pembilasan harus dilakukan sesegera mungkin. Di lingkungan kerja seperti laboratorium, rumah sakit, atau industri, biasanya tersedia stasiun pembilas mata (eye wash station) yang dapat digunakan untuk keadaan darurat ini.
Langkah-Langkah Membilas Mata dengan Aman
Jika masih ada pembersih tangan di tangan, segera cuci dengan sabun dan air.
Lepas lensa kontak jika Anda memakainya.
Bilas mata yang terkena dengan air hangat selama 10–15 menit, sambil berkedip cepat agar air mengalir ke seluruh permukaan mata.
Jika hanya satu mata yang terkena, condongkan kepala ke arah mata tersebut agar air tidak mengenai mata yang lain.
Tepuk perlahan hingga kering menggunakan handuk bersih.
Jika iritasi ringan masih terasa, gunakan air mata buatan (artificial tears) untuk membantu meredakannya.
Apabila Anda mengalami rasa sakit, kemerahan, penglihatan kabur, atau keluarnya cairan dari mata, segera hubungi dokter mata.
Baca juga: Organisasi Kesehatan PAFI Memberikan Cara Sederhana Mengatasi dan Mengobati Mata Lelah Secara Tepat
Tanda-Tanda Hand Sanitizer Masuk ke Mata
Ketika pembersih tangan mengenai mata, biasanya langsung muncul sensasi terbakar. Beberapa gejala yang umum antara lain:
Terbakar atau menyengat
Kemerahan pada mata
Nyeri dan iritasi
Penglihatan kabur
Sensitivitas terhadap cahaya
Jika cairan mengenai kornea (lapisan transparan depan mata) atau konjungtiva (lapisan kelopak dan bagian putih mata), tingkat iritasi dapat lebih parah dan berpotensi menimbulkan dermatitis kontak kelopak mata.
Paparan bahan kimia dalam jumlah besar atau waktu lama dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi, cedera kimia pada mata, bahkan kebutaan.
Kapan Harus Segera ke Dokter Mata
Apabila iritasi tidak kunjung membaik setelah pembilasan, segera konsultasikan ke dokter mata dalam beberapa jam setelah paparan. Cedera akibat bahan kimia harus dianggap sebagai kondisi darurat, terutama jika disertai perubahan penglihatan atau nyeri hebat.
Bisakah Hand Sanitizer Menyebabkan Kerusakan Serius pada Mata?
Sebagian besar kasus tidak menimbulkan kerusakan permanen jika segera ditangani dengan benar. Namun, risiko tetap ada, terutama pada anak-anak. Posisi dispenser otomatis di tempat umum yang sejajar dengan tinggi mata anak dapat meningkatkan risiko paparan langsung.
Dalam kasus parah, luka bakar pada mata akibat paparan alkohol bisa memerlukan tindakan medis lanjutan, bahkan hingga transplantasi permukaan mata.
Tips Keselamatan untuk Mencegah Cedera Mata
Penerapan keselamatan mata penting untuk mencegah kecelakaan dan cedera, baik di masa pandemi maupun tidak. Beberapa langkah pencegahan antara lain:
Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air sesering mungkin.
Gunakan pembersih tangan hanya ketika sabun dan air tidak tersedia.
Ajarkan anak cara menggunakan pembersih tangan dengan benar dan selalu awasi penggunaannya.
Hindari menyentuh atau menggosok mata setelah menggunakan hand sanitizer.
Lakukan pemeriksaan mata rutin setiap tahun, terutama bagi anak-anak yang lebih rentan terhadap cedera mata.
Kesimpulan
Pembersih tangan memang efektif membunuh kuman, namun penggunaannya perlu hati-hati, terutama untuk mencegah cedera pada mata. Segera bilas dengan air jika terjadi kontak, dan jangan ragu untuk mencari pertolongan medis bila iritasi tidak segera membaik. Kesadaran dan kehati-hatian menjadi kunci menjaga kesehatan mata sekaligus kebersihan diri.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko





























