Aturan Pemerintah Kota Malang Dimulainya Sekolah Tatap Muka

  • Whatsapp
Sekolah Tatap Muka di SMAN 2 Kota Malang. foto: Rubianto

MALANG – Sekolah tatap muka di Kota Malang akan berlangsungnya pada 19 April 2021 mendatang. Hal tersebut seiring dengan keluarnya Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 15 Tahun 2021, tentang penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Dalam SE tersebut menyebut bahwa aturan ini ditujukan kepada sekolah tingkat Paud, SD dan SMP di Kota Malang dengan ketentuan pelaksanaannya harus sesuai dengan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Malang. foto: Feni Yusnia

Diantaranya, pembelajaran tatap muka dilaksanakan secara terbatas maksimal 50 persen dari jumlah murid dan 50 persen lagi harus dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh. Jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka juga terbatas, ada pembagian per Shift yang ditentukan sekolah masing-masing.

“Wali murid juga dapat memilih putra-putrinya untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka terbatas, atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji

Tak sampai di situ, tiap sekolah harus menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan. Seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan membersihkan ruangan dengan disinfektan.

Termasuk ada pembatasan tempat duduk dengan jarak 1,5 meter di dalam kelas. Dilarang untuk melakukan kontak fisik seperti salaman ataupun cium tangan. Para siswa wajib menggunakan masker 3 lapis.

“Setiap sekolah juga harus membuat essay tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dengan memenuhi seluruh protokol kesehatan,” tambah dia.

Diketahui, aturan pemberlakukan sekolah tatap muka ini untuk menindaklanjuti SKB Mendikbud, Menag, Menkes dan Mendagri pada 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga  Tetap Patuhi Prokes, Harlah Tugumalang.id ke-2 Dihadiri Pejabat Tinggi Malang Raya

“Penerapan pembelajaran jarak jauh (daring) sebenarnya telah terlaksana dengan baik. Tapi dikhawatirkan jika terlalu lama tanpa tatap muka, bisa menimbulkan dampak negatif,” imbuhnya.

Dampak negatif yang dimaksud, antara lain menimbulkan resiko ancaman putus sekolah, penurunan pencapaian pembelajaran, minim interaksi guru, teman dan lingkungan sehingga menyebabkan stres dalam rumah tangga, baik pada orangtua maupun pada anak meningkat

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana menjelaskan jika pihaknya tengah melakukan persiapan terkait hal tersebut. Mulai dari menyusun sistem yang bakal diterapkan hingga berkoordinasi dengan sekolah-sekolah terkait persetujuan wali murid.

“Fix 19 April 2021 sekolah tatap muka kembali digelar. Prinsipnya semua sekolah siap, tapi tetap harus ada persetujuan dari wali siswa siswa untuk acuan dilangsungkan pembelajaran tatap muka di sekolah ini,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *