Tugumalang.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat penurunan signifikan pada kasus Demam Berdarah Dengue (DB) sepanjang 2025. Ini menjadi catatan positif mengingat pada 2024 sebelumnya, angka kasusnya melonjak parah.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinkes Kota Batu, puncak lonjakan kasus DBD terjadi pada 2024 di angka 444 kasus. Sementara di tahun 2023 hanya tercatat 129 kasus. Hingga pada 2025 menurun signifikan hanya ditemukan 159 kasus. Sementara pada 2026 hingga Januari masih ditemukan 14 kasus.
Baca Juga: Kasus Demam Berdarah di Kota Malang Meningkat 60 Persen
Data tersebut menunjukkan bahwa angka penularan kini berhasil ditekan berkat langkah preventif yang masif. Kepala Dinkes Kota Batu Aditya Prasaja melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati membenarkan jika fluktuasi kasus DBD di Kota Batu dalam empat tahun terakhir menunjukkan tren yang dinamis.
Susan menjelaskan bahwa penurunan drastis dari 444 kasus di tahun 2024 menjadi 159 kasus di tahun 2025 tidak lepas dari strategi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) massal yang dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Kota Batu.
“Dalam tahun 2025, kita sering melaksanakan PSN massal se-Kota Batu. Kuncinya adalah momentum; PSN dilakukan sebelum masa penularan, yakni sebelum memasuki bulan April dan Mei,” ujar Susan.
Baca Juga: Cara Sederhana dalam Pencegahan Demam Berdarah di Lingkungan Sekitar
Langkah jemput bola ini terbukti efektif dalam memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebelum populasi mereka meledak saat puncak musim hujan.
Selain intervensi dari pemerintah, dr. Susana juga mengapresiasi perubahan perilaku masyarakat Kota Batu. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menjalankan program 3M Plus secara mandiri sudah cukup baik.
“Kesadaran masyarakat sudah cukup baik dalam hal menjaga kebersihan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah yang rutin mengadakan PSN dan warga yang siaga di rumah masing-masing menjadi benteng utama kami,” tambahnya.
Hingga awal tahun 2026, Dinkes mencatat baru terdapat 14 kasus. Meski angka ini tergolong rendah, pihak kesehatan tetap mengimbau warga untuk tidak lengah, terutama saat menghadapi transisi cuaca yang tidak menentu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto





























