Kota Batu, Tugumalang.id – Instruksi Pemerintah Kota Batu dalam memaksimalkan pengelolaan sampah dengan mengaktifkan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) rupanya masih belum maksimal. Padahal, anggaran untuk itu telah disetujui dialokasikan sejak tahun anggaran 2023 lalu.
Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Kota Batu Asmadi yang bilang jika hingga kini, belum seluruh desa memiliki TPS3R. Artinya, dana APBD 2023 yang telah disetujui untuk dialokasikan membuat TPS3R senilai Rp500 juta per desa belum terserap maksimal.
“Sampai sekarang pun belum seluruh desa dan kelurahan punya TPS3R. Saya harap semua pihak harus saling menopang soal urusan sampah ini,” kata Asmadi, Selasa (11/6/2024).
Padahal secara anggaran, legislatif telah menambah besaran anggaran. Namun, sejak akhir tahun lalu ditemukan beberapa TPS3R masih ada yang tidak aktif. ”Dana itu sudah masuk lho, ke rekening desa. Rp 500 juta tiap desa, tapi masih saja ada yang tidak mau dimanfaatkan,” ujarnya.
Baca Juga: Pj Wali Kota Batu Keliling Desa-Desa yang Berdaya Pengelolaan Sampah Mandiri
Lebih lanjut, pihaknya mendorong pihak Pemkot Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu melakukan pendampingan desa dan kelurahan secara intensif dalam membangun TPS3R. Ini, kata dia merupakan instrumen penting dalam citra pariwisata Kota Batu.
“Khawatirnya, wisatawan akan malas kalau ke Kota Batu karena bingung mau membuang sampahnya ke mana kalau tidak punya TPS3R,” jelasnya.
Baca Juga: TPA Tlekung Ditutup, 60 Persen Warga di Kota Batu Sudah Olah Sampah Mandiri
Sementara, Kabid Persampahan dan Pengolahan Limbah B3 DLH Kota Batu Vardian Budi Santoso menyebutkan hingga saat ini baru ada 14 desa yang memiliki TPS3R. Sementara, ada 10 desa yang belum merealisasikan TPS3R.
“Dari 14 TPS, hanya 13 yang aktif. Kami juga sudah melakukan monev yang dilakukan oleh masing-masing pendamping TPS3R,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
editor: jatmiko





























