Malang, Tugumalang.id – Kabar segar datang dari dunia riset Institut Teknologi Nasional Malang (ITN). Kebijakan institusi yang menambah anggaran Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litabmas) berhasil memicu antusiasme dosen. Dampaknya, kuota penerima hibah internal meningkat dan keterlibatan dosen bertambah dalam agenda “Review Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Internal Tahun Anggaran 2026” yang digelar di Aula Kampus 1, Rabu (3/6/2026).
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Martinus Edwin Tjahjadi, ST., MGeomSc., PhD., menyebutkan, tahun ini terdapat 73 proposal Litabmas internal yang diajukan. Jumlah tersebut terdiri atas 48 proposal penelitian dan 25 proposal pengabdian kepada masyarakat (abdimas) yang mengikuti proses review.
“Tahun ini kami bersyukur jumlahnya lebih banyak. Ini merupakan buah dari kebijakan institusi yang menambah anggaran Litabmas sehingga kuotanya bertambah. Kami juga mengumumkannya lebih awal kepada para dosen, sehingga persiapannya lebih matang dan semakin banyak yang terlibat,” ujarnya.
Anggaran Litabmas ITN Malang Naik, Jumlah Proposal 73
Menurut Edwin, seluruh dosen yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti program tersebut tanpa memandang latar belakang keilmuan, termasuk dosen Bahasa Inggris. Mekanisme keterlibatan juga dibuat fleksibel dengan pembagian porsi berdasarkan capaian skor Sinta masing-masing dosen.
“Ini murni kebijakan institusi untuk mengejar target publikasi tahunan kampus. Harapan besar kami, skor Sinta kampus bisa meningkat signifikan. Ini penting agar kami dapat mempertahankan posisi di klaster utama dan tidak turun kelas,” tegasnya.
Baca juga: Kolaborasi Manis Sipil-Arsitektur ITN Malang, Sabet Juara 2 di Undip Berkat Desain Hunian Darurat Multifungsi
Selain menambah pendanaan, LPPM juga melakukan terobosan administrasi melalui pemetaan kekuatan riset di setiap program studi sebagai roadmap penelitian prodi. Meski pemetaan tersebut telah rampung disusun, peluncurannya masih menunggu waktu yang tepat. Tahun depan sistem ini ditargetkan mulai berjalan sehingga pendanaan kampus dapat diprioritaskan pada sektor-sektor yang menjadi keunggulan masing-masing program studi.
Suasana kompetitif sekaligus kolaboratif terasa dalam proses review. Ir. Hadi Surya Wibawanto Sunarwadi, ST., MT., IPP., dosen Program Studi Teknik Sipil S-1, mengaku terlibat dalam dua proposal sekaligus. Pada satu tim ia bertindak sebagai ketua, sementara pada tim lain yang bersifat lintas program studi, ia bergabung sebagai anggota.
“Untuk yang posisi ketua itu murni ide saya sendiri, lalu saya mengajak teman-teman untuk berkolaborasi. Sementara untuk yang posisi anggota, justru saya yang diajak bergabung,” kata Hadi.
Dalam review kali ini, Hadi mengajukan riset bertajuk Pemanfaatan Filament rPET 1,75 mm dari Limbah Botol Plastik sebagai Tulangan Lentur pada Konstruksi Balok Beton Bertulang. Penelitian tersebut mencoba memanfaatkan limbah botol plastik sebagai alternatif pengganti tulangan besi konvensional.
Baca juga: Borong 8 Medali, Mahasiswa ITN Malang Unjuk Gigi di Malang Edu Fest 2026
“Secara kekuatan memang tidak bisa sama dengan besi atau material logam lainnya, tetapi setidaknya kemampuan material ini sudah cukup baik. Mungkin sangat potensial diterapkan pada konstruksi sederhana. Dari sesi review tadi, para reviewer terlihat cukup antusias dengan topik ini. Catatan yang kami peroleh berkaitan dengan penajaman unsur keterbaruan (novelty) serta penyesuaian dengan roadmap penelitian,” lanjutnya.
Hadi juga mengapresiasi upaya LPPM yang terus berbenah dari tahun ke tahun. Menurutnya, format dan petunjuk penulisan proposal internal saat ini telah disusun dengan rapi sehingga menyerupai draf proposal hibah eksternal BIMA DRTPM Kementerian Pendidikan Tinggi.
“Pendanaan internal ini juga menjadi ajang simulasi yang baik sebelum kami mengikuti pendanaan eksternal. Kualitas review-nya juga bagus, dan catatan yang diberikan merupakan masukan yang membangun. Reviewer jeli melihat konteks dan konten, serta menilai dari sisi keterbaruan, gap riset, dan state of the art proposal yang kami ajukan,” tutup Hadi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis
redaktur: jatmiko





























