Jakarta, Tugumalang.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta seluruh jajaran Kementerian Sosial menyusun program yang lebih terintegrasi, berbasis data terverifikasi, dan berfokus mengatasi ketimpangan sosial sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Arahan itu disampaikan Gus Ipul saat memimpin Rapat Dinas di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026). Rapat diikuti Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Robben Rico, jajaran eselon I dan II, para kepala biro, staf khusus menteri, serta tenaga ahli menteri. Kepala sentra dan balai Kemensos di seluruh Indonesia mengikuti rapat secara daring.
Mengawali arahannya, Gus Ipul menyampaikan hasil Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada hari yang sama. Menurut dia, seluruh arahan Presiden harus diwujudkan dalam langkah nyata di lingkungan Kementerian Sosial.
Baca juga: Tahun 2027 Jadi Momentum Integrasi, Gus Ipul Minta Seluruh Program Kemensos Bergerak Satu Arah
Gus Ipul mengatakan pembangunan nasional merupakan proses yang berkesinambungan dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya. Namun, pekerjaan besar masih menanti, terutama mengatasi ketimpangan sosial yang berdampak pada kemiskinan dan belum meratanya akses masyarakat terhadap berbagai layanan.
“Presiden mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan besar yang harus kita selesaikan, yaitu ketimpangan. Karena itu seluruh program kita harus benar-benar diarahkan untuk menjawab persoalan tersebut,” kata Gus Ipul.
Ia menegaskan, amanat Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 menjadi landasan Kementerian Sosial dalam menjalankan tugas. Seluruh pengelolaan sumber daya negara harus bermuara pada perlindungan serta peningkatan kesejahteraan fakir miskin dan anak terlantar.
Salah satu instrumen yang disiapkan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi adalah Sekolah Rakyat. Program tersebut, kata Gus Ipul, harus berjalan dengan dukungan data yang akurat dan penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran.
“Datanya harus benar, bantuan sosialnya tepat sasaran, dan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan keluarga-keluarga yang tidak mampu,” ujarnya.
Baca juga: Kemensos dan Bank Mandiri Perkuat UMKM Desa Karanganyar dengan Bantuan Usaha Sablon
Gus Ipul menegaskan pelayanan Kemensos tidak boleh berhenti pada satu bentuk intervensi. Penerima manfaat harus memperoleh layanan yang saling terhubung, mulai dari pendataan, perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, hingga pemberdayaan sesuai kebutuhan.
“Bila setelah mendapat perlindungan sosial masih membutuhkan rehabilitasi, maka harus ditindaklanjuti dengan rehabilitasi sosial. Setelah itu harus dipikirkan pemberdayaannya. Kalau memang membutuhkan layanan residensial, kita siapkan. Kalau tidak, bisa melalui home care, home visit, atau bentuk layanan lain yang sesuai,” katanya.
Karena itu, ia meminta seluruh unit kerja meninggalkan pola kerja sektoral. Setiap direktorat dan unit kerja harus menyusun program bersama agar layanan kepada masyarakat lebih utuh.
“Kemensos ini ibarat satu mesin. Jangan ada yang berjalan sendiri-sendiri. Antar-direktur, antar-unit kerja, harus saling berkomunikasi dan menyusun program bersama supaya layanan kepada masyarakat semakin tajam,” ujarnya.
Baca juga: Gus Ipul Lantik 8 Pejabat Kemensos, Minta Kawal Program Sekolah Rakyat

Selain terintegrasi, seluruh program Kemensos juga harus bertumpu pada satu data yang telah diverifikasi. Gus Ipul menegaskan Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) menjadi pengampu data seluruh program kementerian.
“Penjurunya adalah Pusdatin. Semua program harus berbasis pada data yang sudah terverifikasi. Setelah itu baru dioperasionalkan dalam program-program strategis, baik rehabilitasi sosial maupun pemberdayaan sosial,” katanya.
Ia juga meminta sentra, balai, dan berbagai pusat layanan Kemensos terus diperkuat agar menjadi simpul pelayanan kesejahteraan sosial yang bekerja secara terukur. Seluruh layanan, menurutnya, harus didukung perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.
Menjelang penutupan rapat, Gus Ipul kembali mengingatkan seluruh jajaran agar mengawal pembangunan Sekolah Rakyat yang kini berlangsung di berbagai daerah. Ia menegaskan seluruh proses harus dijalankan secara akuntabel dan bebas dari praktik korupsi.
“Ini masa yang sangat menentukan karena kita sedang membangun fondasi Sekolah Rakyat. Semua prosesnya harus bersih, transparan, dan tidak boleh dikotori oleh praktik korupsi. Itu yang harus kita pegang bersama,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Kemensos RI
editor: Jatmiko
























