Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Amstirdam Coffee dan Ambisinya Mempopulerkan Kopi Robusta Asal Malang

Redaksi by Redaksi
April 13, 2022 6:29 pm
in Berita
Kopi robusta asal kabupaten malang

Kopi Robusta Tirtoyudo yang menjadi salah satu produk unggulan Amstirdam Coffee. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Kabupaten Malang, khususnya di wilayah timur merupakan daerah penghasil kopi robusta berkualitas sejak masa penjajahan Belanda.

Menurut sejarah, kopi robusta pertama di Indonesia ditanam oleh orang Belanda di Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Hingga saat ini, daerah tersebut masih dikenal sebagai salah satu penghasil kopi robusta terbaik di Indonesia.

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Selain Sumbermanjing Wetan, kecamatan lain yang juga menghasilkan kopi adalah Ampelgading, Tirtoyudo, dan Dampit. Para petani di sana menamai diri mereka sebagai petani Kopi Amstirdam, yaitu singkatan dari nama empat kecamatan penghasil kopi di Kabupaten Malang.

Sivaraja, pendiri Amstirdam Coffee.
Sivaraja, pendiri Amstirdam Coffee. Foto: dok. Amstirdam Coffee

Terinspirasi dari nama kelompok tani tersebut, berdirilah sebuah roastery atau penggorengan kopi bernama Amstirdam Coffee pada tahun 2011.

“Waktu itu saya diundang ke pertemuan petani di Kecamatan Turen. Ketika ngobrol-ngobrol, mereka menyebut diri mereka sebagai petani kopi Amstirdam. Dari situ saya memutuskan pakai nama Amstirdam,” ujar Sivaraja, pendiri Amstirdam Coffee saat ditemui di salah satu kafenya di Kota Malang.

Sesuai namanya, 80-90 persen pasokan kopi yang ia gunakan untuk kafenya berasal dari empat kecamatan tersebut. Ini juga selaras dengan tujuannya mendirikan Amstirdam Coffee, yaitu membantu mengenalkan kopi asal Malang kepada pecinta kopi di Malang, nasional, dan internasional.

Ia melihat peluang penjualan kopi yang tinggi karena banyaknya wisatawan yang masuk ke Malang setiap tahunnya. Saat itu Amstirdam Coffee pelan-pelan menawarkan produk mereka ke hotel-hotel dengan harapan wisatawan yang menginap bisa mencicipi kopi Malang.

Lama kelamaan, banyak pelanggan yang mengusulkan agar Amstirdam Coffee membuka kafe supaya mereka bisa mencicipi kopinya di sana. Jika suka, mereka baru membeli produk kopi untuk dibawa pulang.

“Dari situlah muncul kafe Amstirdam Coffee,” kata Sivaraja.

Saat ini Amstridam Coffee lebih dikenal dengan nama Amstir. Namun ini bukan berarti mereka tidak lagi menggunakan kopi dari Kecamatan Dampit.

Sivaraja menjelaskan perubahan nama ini dikarenakan nama Amstirdam sudah didaftarkan untuk mendapatkan hak paten indikasi geografis. “Suatu saat kopi Amstirdam ini jadi seperti kopi Kintamani di Bali,” imbuhnya.

Untuk itulah ia menggunakan nama pendek Amstirdam Coffee yang sering digunakan oleh pelanggan, yaitu Amstir. “Customer sering bilang ‘lagi di Amstir’ atau ‘ayo ke Amstir’. Saya pikir nama pendek itu juga enak didengar,” kata Sivaraja.

Mengenai wacana adanya brand kopi Kanjuruhan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Sivaraja mendukung sepenuhnya dan yakin brand tersebut tidak akan bentrok dengan kopi Amstirdam. “Justru itu akan membuat industri kopi menjadi lebih berwarna,” tambahnya.

Untuk kopi Kanjuruhan, menurutnya Pemkab Malang perlu menegaskan wilayah mana saja yang tercakup dalam brand tersebut.

“Setiap origin atau daerah kebun bakal punya penamaan sendiri sesuai dengan daerahnya. Mungkin ini yang perlu ditegaskan, Kopi Kanjuruhan itu mewakili daerah mana,” katanya.

Selain kopi yang diambil dari petani kopi Amstirdam, Sivaraja juga mengambil pasokan dari kelompok tani Wonosantri yang dikenal dengan nama Kopi Lemar, singkatan dari Lembah Arjuno.

Kopi Lemar merupakan kopi arabika dengan kualitas tinggi yang pernah mengikuti Indonesian Specialty Coffee Auction di Bali pada tahun 2018. Di ajang tersebut, Kopi Lemar berhasil memenangkan lelang dengan harga Rp 305.000 per kilogram.

“Sayangnya prestasi tersebut tidak terekspos,” sesal Sivaraja.

Ke depannya, Sivaraja akan membuka kesempatan kerja sama dengan daerah-daerah lain di Malang. “Tujuannya adalah memperkenalkan kopi-kopi Malang di pasar nasional dan internasional,” pungkasnya.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: Jatmiko

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: Amstirdam Coffeekopi arabikakopi lemarKopi Robusta

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
Hipmi Kota Malang

Ciptakan Pengusaha Muda Tangguh dan Solid, Hipmi Kota Malang Gelar Silaturahmi dan Buka Bersama

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.