Malang, Tugumalang.id – Calon Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin menyatakan optimismenya untuk bisa mewujudkan Kota Malang Mbois dan Berkelas. Salah satunya dengan menciptakan ekosistem pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.
Hal itu dia sampaikan dalam Debat Publik perdana Pilkada Kota Malang 2024 dengan tema ‘Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah’ pada Sabtu (26/10/2024).
Bagi Ali Muthohirin, setiap kebijakan pemimpin harus benar benar berlandaskan pada kebaikan dan kebutuhan masyarakat. Untuk itu, dia menyatakan komitmennya akan mengalokasikan APBD Kota Malang sepenuhnya untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
“Masyarakat Kota Malang tak perlu ragu. Kami akan mengembalikan APBD Kota Malang untuk kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat Kota Malang secara utuh,” kata Ali.
Baca Juga: Komitmen Ali Muthohirin Tekan Angka Pengangguran di Kota Malang
Dia mengaku optimis bisa mewujudkan visinya bersama Wahyu Hidayat yakni Menuju Kota Malang Mbois dan Berkelas. Salah satunya dengan menciptakan ekosistem pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.
“Bersama masyarakat Kota Malang, kami yakin bisa mewujudkan masyarakat Malang yang Mbois Berkelas dengan prinsip pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi,” tegasnya.
“Karena dengan pemerintahan yang bersih, akan terwujud kesejahteraan yang sesungguhnya dan berkelanjutan. Tanpa itu semua, APBD kita akan menguap dan mengalir tanpa tujuan,” sambungnya.
Berbagai terobosan telah disiapkan dalam program program prioritas hingga Dasa Bakti Unggulan WALI (Wahyu-Ali).
“Misal Ngalam Ngopeni, Ngalam Tahes, Ngalam Pinter, Ngalam Idrek yang semuanya itu bermuara agar APBD kembali ke masyarakat,” jelasnya.
“Jaminan sosial hingga pembangunan manusia berkelanjutan, semua sudah kami susun dalam dasa bakti kami,” sambungnya.
Ali meyakini bahwa program program prioritas dan Dasa Bakti Unggulan WALI mampu menjawab persoalan di Kota Malang. Seperti ketimpangan sosial, hingga angka kemiskinan di Kota Malang.
Diketahui, ketimpangan pendapatan atau giniratio Kota Malang ada di angka 0,4 pada 2023. Kemudian angka kemiskinan ekstrem Kota Malang mencapai 74.263 jiwa atau 21.096 KK.
Baca: Jurus Ali Muthohirin Bangkitkan Ekonomi Warga, Gelar Pelatihan UMKM hingga Potong Rambut Gratis
Ali mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan strategi pembangunan ekonomi inklusif yang mampu mampu menyasar seluruh lapisan masyarakat. Strategi itu menurutnya telah tertuang dalam program program dan dasa bakti unggulan WALI.
Menurutnya, terobosan ini juga merupakan pengembangan gebrakan gebrakan Wahyu Hidayat saat menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang hingga meraih berbagai prestasi dan pencapaian kinerja.
“Kebijakan yang sudah baik akan kami lanjutkan dengan menghadirkan kebijakan yang lebih baik. Misalnya Ngalam Idrek yang membuka banyak lapangan kerja, Ngalam Ngopeni yang membuat talenta muda lebih kreatif,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko





























