Tugumalang.id – Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) – Paragliding Accuracy League 2025, ajang kejuaraan olahraga paralayang bertaraf dunia di Kota Batu, Jawa Timur resmi dibuka pada Jumat (18/7/2025). Ajang ini semakin menegaskan Kota Batu sebagai destinasi sport tourism dunia.
Menariknya, pembukaan event yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kota Batu itu diwarnai aksi mengudara para pilot mengenakan beragam kostum unik. Ada yang mengenakan kostum buaya, anoman, spiderman, busana adat bahkan ada yang terbang sambil bermain paint ball di udara.
Baca Juga: Kota Batu Sukses Besar Gelar Cabor Paralayang Porprov Jatim 2025, Momen Kejayaan Sport Tourism di Kota Apel
Pembukaan BISTF 2025 itu diresmikan langsung oleh Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto yang juga turut terbang melepas para atlet. Selain Heli, turut hadir Kepala Disparta Onny Ardianto, Ketua PHRI Sujud Hariadi dan para tamu undangan.

Total ada sebanyak 86 atlet profesional dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang juga turut ambil bagian dalam memeriahkan ajang bergengsi tersebut. Mereka akan memperebutkan titel juara di berbagai kategori hingga Minggu, 20 Juli 2025 nanti.
Diketahui, perhelatan BISTF 2025 ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Batu bersama FASI Provinsi Jawa Timur, Persatuan Olahraga Dirgantara Gantolle/Paralayang Indonesia (PGPI), serta Paragliding Accuracy Championship International (IPAC).
Baca Juga: Atlet Paralayang Cedera, Tim Medis RSUD Karsa Husada Kota Batu Sigap Lakukan Penanganan
BISTF 2025 dikemas dengan menyuguhkan pertunjukan seni tradisional khas Batu dan sajian kuliner lokal di setiap rangkaian kegiatan. Dengan demikian, pengunjung dan peserta dari luar daerah maupun luar negeri dapat merasakan langsung kekayaan budaya dan cita rasa khas Kota Batu.

Wawali Kota Batu Heli Suyanto memberikan jempol atas terselenggaranya event ini. Diharapkan dari event sport tourism ini jadi ajang promosi destinasi wisata yang efektif dan optimal, tak hanya kepada kalangan wisatawan domestik, tapi juga wisatawan mancanegara.
”Kami yakin event ini akan semakin menegaskan Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia,” ungkapnya.
Di sisi lain, penyelenggaraan event tersebut diyakini dapat membawa berbagai efek domino terutama terhadap ekonomi pariwisata. Sebagai contoh, para atlet dari berbagai luar daerah ini sudah pasti akan menginap di hotel, berkuliner dan berjalan-jalan di Kota Batu.
”Dampaknya sangat positif khususnya di sektor Horeka (Hotel, Restoran, Kafe). Event seperti ini menjadi stimulus menggerak roda perekonomian di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah,” bebernya.

Heli berharap, ke depannya cakupan kepesertaan ajang ini bisa semakin meluas. Tidak hanya dari kawasan Asia Tenggara, tapi juga dari berbagai penjuru dunia. ”Tentunya, kami akan siap support penuh menggelar event-event kelas dunia selanjutnya,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto menambahkan bahwa event tahunan BISTF ini sudah terbukti memberika dampak signifikan bagi perekonomian daerah selama ini. Selain berolahraga, event ini menjadi daya tarik wisatawan bersama keluarga untuk datang ke Kota Batu.
”Tahun 2025 ini, antusiasme peserta sangat luar biasa. Bahkan mereka sudah datang sekitar 3-5 hari sebelum event dibuka. Tentu, dampaknya sangat signifikan bagi kunjungan wisata. Belum lagi warga Kota Batu maupun wisatawan yang turut hadir untuk menonton,” katanya.
Sebab itu, lanjut Onny, kehadiran ajang olahraga dirgantara ini semakin menegaskan Kota Batu sebagai destinasi wisata berkelas internasional. Diharapkan event ini mampu berkontribusi dalam meningkatkan kunjungan wisata baik dari dalam dan luar negeri.
“Kami akan terus mendukung dan memperbanyak event-event sport tourism di Kota Batu. Dengan menyesuaikan karakteristik dan potensi alam Kota Batu. Guna membangkitkan sektor pariwisata mulai dari Kota Batu, Jawa Timur hingga Nasional,” ujar dia.
Ajang ini juga dimaksudkan untuk menciptakan daya tarik wisata baru melalui sport tourism, memperkenalkan keindahan panorama alam Batu, serta mendongkrak potensi industri pariwisata dan ekonomi kreatif.
Selain sebagai ajang promosi, BISTF 2025 juga menjadi sarana pembinaan dan seleksi atlet, sekaligus meningkatkan semangat sportivitas dan disiplin dalam olahraga paralayang.
“Tujuan utamanya untuk menumbuhkan semangat persahabatan, meningkatkan kualitas akurasi dan disiplin dalam pendaratan hingga menjaring pilot terbaik dari ajang ini,” tambah Onny.
Sebagai informasi, kompetisi BISTF 2025 ini akan tersaji mulai 17 hingga 20 Juli 2025 mendatang di Gunung Banyak sebagai titik take off dan berakhir di titik landing di Lapangan Songgokerto, Kota Batu. Ada 4 kategori yang dilombakan, yakni Overall Category, Team Category, Junior Category, Women Category hingga Best Costume.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























