Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Mendapat Keberkahan Menjadi Bagian dari PMII

Redaksi by Redaksi
April 18, 2024 2:13 pm
in Ruang Cendekia
PMII

M. Mas'ud Said. Ketua Cabang PMII Malang 1990-1991

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII) hadir dan mengisi salah satu sejarah pergerakan yang menghimpun mahasiswa berlatar belakang Ahlusunnah Wal Jamaah – An Nahdhliyah.

Konteks saat itu sangat relevan dan keberadaannya sangat perlu sebagai keharusan sejarah. PMII adalah kawah candradimuka mahasiswa NU saat itu

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Beberapa tujuan mulia PMII didirikan dan dikuatkan bisa dilihat dalam menguatkan Mars yang diciptakan oleh Shaimoery WS dan H Mahbub Junaidi; menguatkan nilai Ke-Indonesiaan, value Ke-Islaman, dan basis kerja Amal sholeh dan Intelektualitas.

Semangat kepemudaan untuk memulai perjuangan dan perbaikan bangsa juga tertuang dalam lirik manis Mars: “inilah kami Indonesia, satu barisan dan satu cita”. Inilah komunitas mahasiswa NU yang saat itu dibutuhkan sebagai wahana gerakan.

Ada juga visi organisasi yang termaktub dalam salah satu bait Mars “Satu barisan dan satu jiwa”, “pembela bangsa, penegak agama”, ” Tangan terkepal dan maju ke muka” yang menunǰukkan semangat dan progresivitas kaum muda terpelajar. Pembelaan atas bangsa yang adil, makmur dan sejahtera adalah nilai utama yang dikuatkan oleh pergerakan pemuda Boedi Oetomo dan tentu the founding fathers of Indonesia sebelumnya

Cita cita pergerakan juga termaktub dalam bait bait Mars yang secara otentik menjadikan Indonesia “maqam” dan tujuan perjuangan. Berikut pernyataan indah : “untukmu satu tanah airku, untukmu satu keyakinanku”. Beberapa tokoh dan pendiri PMII telah mencitrakan dirinya dalam nilai nilai di atas.

Kini PMII telah berusia 64 tahun. Usia yang matang. Tetap menyumbangkan spirit ke-Indonesiaan, Ke-Islaman dan tentu sumbangan kepemimpinan nasional dan regional dimana beberapa kader telah masuk dan menjadi bagian penting pemerintahan, legislatif, proses demokrasi, pendewasaan nilai kebangsaan

PMII juga ditantang untuk memperkuat relasi pada aras internasional, penguatan lembaga pendidikan tinggi, strategic policies kenegaraan dan juga keagamaan Islam wasathiyah dan pesantren.

Tokoh tokoh NU seperti Idham Cholid, KH A Wahid Hasyim, Syaifuddin Zuhri, dan terutama KH Abdurrahman Wahid melekat dalam ciri ciri aktivis PMII. PMII pernah menyatakan independensinya terhadap struktural NU. Dengan demikian banyak juga aktivis PMII yang karena ingin bebas menjadi diri sendiri memilih jalan oposan dan pergerakan di luar lini Ke-NU-an formal.

Baca Juga: Rayakan Harlah ke-64, Ini Sejarah Berdirinya PMII Sebagai Organisasi Kemahasiswaan yang Mengusung Ahlussunnah Wal Jamaah

Masa Depan PMII

PMII memiliki tantangan yang challenging. Pertama Penataan kader yang jumlah besar dan terpolarisasi, penguatan value untuk menjadi bagian integral dari profesionalitas masa depan, modernitas global, the future intelegent, dan Indonesia Emas. Penataan kader tak harus melalui pelatihan kader formal sesaat seper MAPABA, LKM, LKL atau semacamnya namun juga dalam kancah kompetisi open sources.

Kedua. Tantangan Indonesia dan NU. Sebagaimana Indonesia memasuki Demographic Changes and The UCLA Era, sebagaima NU memasuki Satu Abad dg tekad Merawat Jagad dan Membangun Peradaban . Seluas itulah tantangan PMII sebagai organisasi kader stetegis NU, sebagai kelompok strategis dan sebagai bagian penting dari masa depan Indonesia.

Ketiga generasi kami perlu menyembuhkan penyakit anniyah dan kultur merasa besar. Wajar bawaan gaya mahasiswa era 70 an dan 80 an. Berbeda dg era 70 an – 80 an.

Baca Juga: Gagas Jenjang Karier, Pengurus PMII Komisariat Sunan Ampel Malang Dilantik

Akan sangat elok dan sudah semestinya penguasaan data data statistik numeric maupun future internal dan data strategis regional harus menjadi basis program ke depan.

Salam hormat untuk alumni PMII, termasuk beberapa orang yang nyantol di hati
Maaf lahir batin, bagi sikap, tindak tanduk dan responses yang kurang berkenan. Aku bukan Nabi Adam AS, tapi rasanya suka makan buah khuldi.
Kosong kosong lah.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

M. Mas’ud Said.
Ketua Cabang PMII Malang 1990-1991

editor: jatmiko

Tags: Ahlusunnah Wal JamaahAhlusunnah Wal Jamaah - An Nahdhliyah.Harlah PMIImahasiswa NUPMIIProf M Mas'ud Said

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Bupati Malang serahkan bansos ke anak yatim

Masih Ada 600 Kuota Bansos untuk Anak Yatim di Kabupaten Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.