Senin, Agustus 24, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Featured

Kisah Eko Cahyono, Pendiri Perpustakaan Anak Bangsa di Jabung

Redaksi by Redaksi
Juni 25, 2021 7:23 pm
in Featured
Eko Cahyono di perpustakaan miliknya. Foto: dok

Eko Cahyono di perpustakaan miliknya. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Perpustakaan Anak Bangsa di Kecamatan Jabung Kabupaten Malang berdiri sejak tahun 1996. Pendirinya bernama Eko Cahyono. Dia mendirikan perpustakaan ini sejak duduk di bangku SMA.

“Alasannya waktu itu cuman satu, motivasinya karena saya suka baca, jadi saya ingin tempat di mana saya sepuasnya bisa baca. Waktu itu saya masih buka perpustakaan di halaman rumah bapak saya, jadi buku-buku saya taruh di halaman dan di teras kayak jemuran baju gitu, buku-buku itu saya tali rafia,” kenangnya, di Perpustakaan Kota Malang, pada Jumat (25/06/2021).

READ ALSO

Dari Gersang Menjadi Hijau, Transformasi CMC Tiga Warna Lewat Konservasi dan Ekowisata

Cak Sindu dari Pentas Rakyat ke Aktor Film, Founder Studi Akting Malang

Karena hobinya itu, para tetangga mengira Eko sedang menjual majalah. “Tapi waktu saya bilang ini gratis dan boleh dipinjam, ya sudah mereka datang sendirinya,” lanjutnya.

“Malah awalnya pada 1996 itu saya gak punya buku. Awal-awal koleksi saya itu majalah yang Rp 1.000 dapat 4 majalah. Kadang juga majalah yang Rp 2.000 dapat 11 majalah. Sama koran-koran bekas yang harganya kalau gak salah Rp 50 sekilonya,” kenangnya, sambil tersenyum.

Seiring berjalannya waktu, Eko lulus SMA, dan mulai mengenal buku. Dia sering datang ke toko-toko buku dan mulai mengenal penerbit buku.

“Ada cerita unik saat dulu saya sering datang ke Gramedia sekitar seminggu sekali, tapi mau beli gak punya duit dan datang cuma baca-baca aja. Lalu saya iseng-iseng aja setiap ada orang keluar toko dan bawa banyak buku logikanya di rumahnya pasti banyak buku, lalu akhirnya saya datangi rumahnya buat minta buku, ternyata dikasih,” ceritanya.

“Akhirnya sejak saat itu saya cari buku door to door. Kadang juga cari buku lewat kirim-kirim pesan radio, kan ada dulu sesi kirim-kirim pesan saat radio masih booming,” imbuhnya.

Pria yang juga memiliki hobi olahraga ini mengatakan, dirinya suka semua bacaan, jadi dia menerima semua buku. “Jadi di perpustakaan saya buku pelajaran ada, novel ada, buku anak, dongeng, sastra ada, bahkan skripsi juga ada. Tapi setiap saya dapat bantuan buku atau majalah saya tetap seleksi dan saya klasifikasi mana yang cocok untuk anak dan tidak,” paparnya.

Di tahun 2000-an, Eko mulai mengontrak rumah karena buku koleksinya makin banyak. Namun, dia harus pindah-pindah karena berbagai alasan.

“Baru bisa beli tanah dan bangun gedung sendiri itu tahun 2011. Jadi, perpustakaan kami pindah-pindah kontrakan itu sekitar 10-11 kali,” ungkapnya.

Pria asli Jabung ini mengatakan, lewat perpustakaan yang dia dirikan, dia ingin meningkatkan literasi anak-anak di pinggiran Malang. “Kalau bisa dibilang 24 tahun yang lalu itu jauh berbeda dari hari ini, dan saya gak bisa bilang minat baca teman-teman itu rendah karena memang gak ada perpustakaan. Tapi ketika saya buka perpustakaan itu anak-anak banyak yang suka, tiap hari datang, dan banyak yang pinjam majalah,” jelasnya.

“Jadi, saya berpikir sebenarnya anak-anak kampung sekalipun banyak yang suka membaca asal ada bukunya. Sehingga sampai saat ini saya tidak setuju kalau minat baca masyarakat Indonesia itu rendah. Sekarang bahkan tidak mengenal usia yang datang ke perpustakaan saya, karena apapun yang mereka cari itu ada semuanya. Misalnya ibu-ibu ada buku masak, kalau ada anak yang suka bola saya berikan majalah bola, anak SMA juga saya kasih buku pelajaran buat ujian nasional,” tambahnya.

Eko juga mengungkapkan mengapa sampai saat ini dia bertahan di perpustakaan. Hal ini karena dirinya melihat sendiri proses dari anak kampung yang awalnya tidak suka membaca, kemudian mau membaca, dan terjadi peningkatan pendidikan lalu meningkatkan perekonomian keluarga.

“Contoh ada anak remaja yang putus sekolah, tapi karena baca buku cara beternak lele, kemudian buat kolam lele dan berhasil. Ada ibu-ibu yang awalnya di PHK di pabrik, lalu baca buku masakan, lalu buka warung dan perekonomiannya terangkat. Ada anak SMK lulus sekolah gak dapat kerja, lalu baca buku tata rias, sekarang buka salon di rumahnya,” bebernya.

“Dari situ hal-hal yang tidak terpikirkan bahwa dari buku bisa merubah nasib seseorang. Memang saya gak bisa menyebutkan ribuan, tapi setidaknya puluhan sampai ratusan anak dari yang awalnya lulusan SD, kemudian sering baca lalu ingin sekolah lagi, kemudian ikut kejar paket B-C, dan kemudian kuliah sampai akhirnya jadi guru,” imbuhnya.

Ke depannya, dia mengaku tidak mempunyai target tertentu. “Yang terpenting saya dapat buku, perpustakaan buka, orang-orang dapat baca, selesai. Karena sejak dulu saya gak bayangin mau bangun gedung, ya saya jalani aja, jujur aja saya gak punya rencana apa-apa, kalaupun nanti buku dan rak semakin banyak lalu perlu perluasan ya saya jalani aja,” pungkasnya.

Reporter: Rizal Adhi

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

Wisatawan melintasi hutan mangrove di CMC Tiga Warna. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Featured

Dari Gersang Menjadi Hijau, Transformasi CMC Tiga Warna Lewat Konservasi dan Ekowisata

Kamis, 10 Jul 2025
Cak Sindu, pendiri Studi Akting Malang (SAM), yang percaya bahwa akting bukan hanya sekeda seni peran. (Foto: Dohir Herliato/Sindu)
Featured

Cak Sindu dari Pentas Rakyat ke Aktor Film, Founder Studi Akting Malang

Rabu, 7 Mei 2025
Bantu Lansia dan Anak Stunting, Pokmas di Sumberpucung Bagikan Nila dan Lele Gratis
Featured

Bantu Lansia dan Anak Stunting, Pokmas di Sumberpucung Bagikan Nila dan Lele Gratis

Selasa, 21 Jan 2025
Polresta Malang Kota membongkar sindikat curanmor di Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Bisnis

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

Selasa, 24 Des 2024
Batik karya Utik Mardiati motif kupu-kupu yang sudah dijahit menjadi rok. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Featured

Batik Utik Mardiati, Narasi Cerita dalam Selembar Kain

Sabtu, 30 Nov 2024
Soetarjo, gerilyawan pejuang yang masih hidup saat berkisah tentang masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Foto: Azmy
Featured

Kisah Pejuang Gerilyawan Agresi Militer yang Kini Hidup di Malang, Bolak-Balik Ditangkap Belanda

Jumat, 23 Agu 2024
Next Post
Dapat Hibah PKKM, Prodi Peternakan Unikama Tingkatkan Fasilitas Layanan

Dapat Hibah PKKM, Prodi Peternakan Unikama Tingkatkan Fasilitas Layanan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.