Sabtu, Juli 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Cerita ke Gunung Bromo dari Jalur Coban Trisula

Redaksi by Redaksi
Desember 13, 2023 7:12 am
in Pariwisata
Lanskap Keindahan Gunung Bromo dari Seruni poin.

Lanskap Keindahan Gunung Bromo dari Seruni poin. Foto / Alif Puji U.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

READ ALSO

Menjelajah Sambil Belajar: 5 Wisata Edukasi di Kabupaten Malang yang Cocok Mengisi Libur Sekolah

Cocok Buat Mengisi Libur Sekolah, 10 Wisata Edukasi di Kota Malang yang Menarik Dikunjungi

Tugumalang.id –  Ke Gunung Bromo memiliki beberapa pintu, masing-masing memiliki keunikan dan tantangannya sendiri. Kali ini saya dan tim Tugumalang.id akan cerita pengalaman ketika berwisata di Gunung Bromo melalui pintu masuk Coban Trisula, Kabupaten Malang.
Perjalanan ini dimulai dari Sawojajar, Kota Malang, pada pukul 01:30 WIB (malam hari) dengan mengunakan kendaraan roda dua atau motor. Sengaja berangkat ja segitu, karena menurut perhitungan masih bisa menikmati sunrise di punjak penanjakan.
Baca Juga: Puncak B30, Alternatif Menikmati Sunrise Gunung Bromo dengan Jalur Menantang
Saya menuju ke pos pintu masuk Coban Trisula yang terletak di Desa Ngadas, Poncokusumo, Kabupaten Malang.  Sebelum sampai ke pintu masuk, istirahat sebentar di SPBU Tumpang untuk mengisi bahan bakar motor dan memakai sarung tangan serta masker karena di sekitar pegunungan Bromo sangat dingin.
Mahasiswa magang di Tugu Media Group yang berwisata ke Gunung Bromo.
Mahasiswa magang di Tugu Media Group yang berwisata ke Gunung Bromo. Foto / Alif Puji Utomo
Melanjukan perjalan ke lokasi, saya melewati bayak rombongan yang mau naik mobil jeep. Setelah 1 jam perjalanan menanjak dan menurun curam serta belokan tajam menjadi tantangan tersendiri bagi para pemotor.
Saya sampai di pos pintu masuk Coban Trisula pada pukul 02:30 WIB.
Saya menunjukan bukti booking online yang di scan QR code oleh petugas, bagi wisatawan yang akan berkujung ke Bromo wajib boking online terlebih dahulu, wisatawan tidak bisa membeli tiket secara langsung di loket pintu masuk.
Setelah mendapatkan tiket masuk, saya melanjukan perjalanan ke warung yang ada di Desa Ngades untuk istirahat dan menghangatkan tubuh dengan segelas minuman hangat dan gorengan. “Monggo mas,” kata penjual menyodorkan segelas minuman pesanan saya.
Baca Juga: Bukit Kingkong, Destinasi Pilihan Menikmati Keindahan Gunung Bromo
Suasana dingin terasa sedikit hangat, sambil bercengkrama dengan teman-teman dan ramahnya warga setempat yang tidak hanya menjual makanan dan minuman namun juga menjual kaos tangan dan topi rajut.
Mereka bahkan membuka persewaan jaket tebal untuk para wisatawan. Sangat disayangkan saya menemukan toilet umum di sebelah musala dikunci, ini membuat saya menahan diri untuk tidak buang air kecil.
Keindahan Bukit Teletubbies dan Savana Gunung Bromo.
Keindahan Bukit Teletubbies dan Savana Gunung Bromo. Foto / Alif Puji U.
Pada pukul 04:15 WIB, saya melanjukan perjalan ke Seruni Poin dari persimpangan jalan ke Bromo dan jalan ke Ranupani. Saya mengambil jalan ke arah Bromo yang menurun karena untuk sampai ke Seruni Poin harus melewati Bukit Teletubbies, Savana Gunung Bromo dan Pasir bersisik.
Setelah menempuh perjalanan yang menantang dan meraskan hembusan angin pegunungan yang dingin sekali dengan suhu kuran lebih turun hingga 10 derajat celcius. Di dekat bukit teletubbies saya berhenti karena ada warga setempat yang menawarkan jasa pemandu jalan untuk melewati jalanan pasir yang berbahaya jika dilewati dengan kendaraan roda dua.
Mas Edi, warga setempat, mengatakan “jika sebelumnya belum pernah ke Bromo, lebih baik pakai pemandu aja karena untuk menuju Seruni Poin jalannya jauh dan berpasir, jika tidak bisa menguasai medan bisa terjebak, nyungsep di lautan pasir. Untuk evakuasinya juga enggak murah ditambah lagi nanti biasanya kampas kopling selip itu juga harus diganti, tapi nanti kalau mau diantar sampai sana dijamin aman,” ucapnya.
Tapi saya tidak terlalu yakin dengan penjelasan dia, bisa itu hanya trik dia agar kami menggunakan jasanya. Lebih-lebih, dia sepertinya bukan tour guide resmi di Bromo.
Tapi akhirnya, saya dan teman-teman memutuskan untuk diantar karena pada saat itu jalanan masih petang, matahari belum terbit. Setelah negosiasi dengan Mas Edi yang tadinya harus membayar Rp300.000 menjadi Rp200.000 saja. “Nanti tak carikan jalan, ikuti bekas ban motor saya ya,” kata mas Edi memberi kami arahan.
Saya pun melanjukan perjalan  di lautan pasir Bromo yang di pimpin oleh Mas Edi. 20 menit berlalu menempuh perjalanan yang menantang itu, saya sampai di jalanan beraspal Cemorolawang, Ngadisari. Di sana saya berpisah dengan Mas Edi dan meneruskan perjalanan ke lokasi Seruni Poin untuk melihat keindahan matahari terbit (sunrise).
Namun sebelum saya sampai di lokasi ternyata matahari sudah terbit, terlihat di balik pohon-pohon perbukitan disamping jalan menuju lokasi dan terlihat banyak wisatawan turun dari jeep yang mereka naiki membuat jalan yang saya lewati sedikit macet hingga sampai di Seruni Point pada pukul 05:15 WIB. Setelah mencari tempat parkir saya langsung mencari toilet untuk buang air kecil dan membersihkan muka.

Eksotika Bromo dari Seruni Poin

“Indah” kata pertama yang terlintas dipikiran saya, menyaksikan hamparan pasir yang luas sambil memandang megahnya Gunung Bromo yang tampak jelas di depan mata. Ini menjadi sebuah momen yang tidak akan terlupakan seumur hidup saya, saat melihat keindahan Gunung Bromo dan dikelilingi hijaunya pegunungan yang sangat menakjubkan.
Dinamakan Seruni Poin karena terletak di Dusun Seruni, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo. Area ini merupakan salah satu titik tujuan wisatawan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang menjadi primadona karena dari sana dapat melihat jelas pemandangan matahari terbit di Gunung Bromo.
Jika berkunjung ke sana, Anda akan mendapati 256 anak tangga layaknya tembok besar China untuk bisa sampai ke puncak Seruni. Selain itu juga terdapat bangunan seperti gapura yang terdiri dari empat pilar Tugu Brawijaya.
Jalur menuju Puncak Penanjakan 2 atau Seruni Poin dapat dilalui lewat Desa Cemoro Lawang. Karena dipenuhi dengan tanjakan, butuh waktu sekitar 30 menit untuk bisa sampai hingga lokasi puncak.
Di dekat Seruni point ada primadona ikon wisata baru yaitu Jembatan Kaca Bromo yang akan terintegrasi dengan Seruni poin ini dibangun dengan konstruksi yang telah melalui uji laboratorium. Dikabarkan akan dibuka pada Desember 2023 ini, Jembatan yang berada di atas jurang sedalam 80 Meter ini akan jadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Bukit Teletubbies dan Savana Gunung Bromo

Pada 6 September 2023 lalu, kawasan Gunung Bromo, tepatnya di bukit Teletubbies terbakar dahsyat diduga akibat digunakan untuk pemotretan prewedding menggunakan flare. Kebakaran di Bukit Teletubbies ini bahkan memerlukan waktu berhari-hari untuk memadamkan apinya.
Dua bulan pasca kebakaran, kini wajah baru Gunung Bromo tampak lebih indah. Hujan yang telah mengguyur pun membuat tumbuhan di kawasan ini kembali menghijau.
Kembali menghijaunya Gunung Bromo membuat popularitas keindahanya semakin diakui dunia. Taman Nasional Bromo Tenger Semeru baru saja dinobatkan sebagai taman terindah ke 3 di dunia 2023 yang dirilis oleh Bounce (platfrom layanan perjalan global yang berbasis di San Francisco, California, Amerika Serikat).
Penilaian ini didasarkan pada jumlah unggahan atau penayangan konten di media sosial TikTok, Instagram, dan pencarian dengan keyword di Google sepanjang 2023.
Bromo yang berada di peringkat ke – 3 berhasil mengalahkan sejumlah Taman Nasional populer yang terkenal akan keindahannya di sejumlah negara besar seperti Taman Hutan Nasional Zhangjiajie, China dan Taman Nasional Fuji Hakone Izu, Jepang.

Biaya Tiket ke Bromo

Untuk menikmati indahnya Bukit Teletubbies dan Savana Gunung Bromo, pengunjung wajib boking online terlebih dahulu dan menyiapkan biaya baik untuk tiket masuk Gunung Bromo per orang dan transportasi.
Berikut harga tiket kendaraan untuk berkunjung ke Gunung Bromo. Kendaraan Roda 4 (Mobil Pribadi/Jeep) Rp 10.000. Kendaraan Roda 2 (Sepeda Motor) Rp 5.000.
Harga tiket gunung Bromo turis lokal (Domestik) dan Asing (Non Domestik). Hari kerja/biasa (Week Day), wisatawan domestik Rp 29.000, wisata mancanegara Rp 220.000. Sementara, di hari libur (week end) wisatawan domestik Rp 34.000, wisata mancanegara Rp 320.000.-
Penulis : Alif Puji Utomo (Magang)
Editor: Herlianto. A
Tags: gunung bromoJalaur Ke BromoWisata GunungWisata Malang

Related Posts

Menjelajah Sambil Belajar: 5 Wisata Edukasi di Kabupaten Malang yang Cocok Mengisi Libur Sekolah
Pariwisata

Menjelajah Sambil Belajar: 5 Wisata Edukasi di Kabupaten Malang yang Cocok Mengisi Libur Sekolah

Jumat, 3 Jul 2026
10 wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi di momen libur sekolah kali ini. /Foto: Google Review Museum Mpu Purwa/Dedi Irfan.
Pariwisata

Cocok Buat Mengisi Libur Sekolah, 10 Wisata Edukasi di Kota Malang yang Menarik Dikunjungi

Kamis, 2 Jul 2026
Sensasi masuk ke dunia sihir di Magic House, The Legend Stars Park, Jatim Park 3, Kota Batu. Foto: Dok
Pariwisata

Sensasi Masuk ke Dunia Sihir, Liburan Sekolah ala Hogwarts di Magic House Jatim Park 3

Selasa, 30 Jun 2026
Kolam Renang
Pariwisata

10 Kolam Renang di Malang yang Cocok Buat Mengisi Libur Sekolah

Senin, 29 Jun 2026
Jatim Park 3
Advertorial

Keliling Dunia Tanpa Paspor di Zona Negara The Legend Stars Park Jatim Park 3

Minggu, 28 Jun 2026
SunThai Street Food Festival di JTP 3 Hadirkan 60 Lebih Kuliner Thailand
Advertorial

SunThai Street Food Festival di JTP 3 Hadirkan 60 Lebih Kuliner Thailand

Minggu, 28 Jun 2026
Next Post
Para peserta didik SMKN 2 Kota Malang tengah mempraktikkan pembelajaran merdeka belajar pendidikan agama Islam.

Implementasi Kurikulum Merdeka, 6 Jurusan Berbeda di SMKN 2 Kota Malang Belajar Praktik Akad Nikah

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.