Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

10 Daftar Mainan Tradisional yang Hampir Punah Digusur Game Online

Redaksi by Redaksi
Oktober 25, 2023 11:15 am
in Budaya
Ilustrasi anak yang sedang bermain petak umpet.

Ilustrasi anak yang sedang bermain petak umpet. Foto/Pixabay

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Di era teknologi ini, kecanggihan digital terus berkembang pesat. Salah satu dampaknya adalah berkurangnya minat masyarakat terhadap mainan tradisional.

Anak-anak lebih tertarik dengan game online yang menyajikan pengalaman virtual yang seru dan mendebarkan. Hal ini tentu membuat mainan tradisional semakin terpinggirkan dan hampir punah. Berikut adalah 10 daftar mainan tradisional yang tergantikan oleh game online.

READ ALSO

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

1. Gasing

Gasing sudah menjadi mainan tradisional yang hampir punah. Dulu anak-anak senang bermain gasing dengan teman-teman mereka di pekarangan rumah. Namun, kini gasing sering kali tersimpan di sudut rumah karena anak-anak lebih memilih bermain game online yang menarik perhatian mereka.

Baca Juga: Pengabdian Masyarakat Dosen Psikologi UM, Tingkatkan Literasi Numerik Siswa TK di Malang Lewat Permainan

2. Petak Umpet

Petak Umpet merupakan mainan yang dulu amat populer di kalangan anak-anak. Namun kini, mainan ini nyaris terlupakan karena anak-anak lebih suka bermain game online yang dapat dimainkan kapan saja, tanpa harus bersusah payah mencari teman bermain.

3. Layangan

Layangan juga menjadi mainan tradisional yang kehilangan pesonanya. Anak-anak tidak lagi tergila-gila mengibarkan layangan di langit saat liburan atau hari-hari akhir pekan. Game online yang menawarkan petualangan seru membuat anak-anak lebih memilih beraktivitas di dalam ruangan.

Baca Juga: 5 Permainan Tradisional dan Manfaatnya untuk Anak

4. Congklak

Congklak adalah permainan tradisional yang biasanya dimainkan di sore hari oleh anak-anak. Sayangnya, mainan ini kini seringkali hanya menjadi hiasan di rak buku karena anak-anak lebih tertarik dengan game online yang menawarkan interaksi virtual.

5. Engklek

Engklek adalah permainan tradisional yang membutuhkan konsentrasi dan ketepatan. Namun, mainan ini sekarang jarang dimainkan dan hampir punah karena anak-anak lebih suka bermain game online yang menawarkan tantangan yang lebih besar.

6. Egrang

Egrang merupakan mainan yang sering menjadi favorit anak-anak karena memberikan sensasi melompat-lompat di atas egrang. Sayangnya, egrang kini sudah jarang dijumpai di pekarangan rumah karena anak-anak lebih sibuk dengan game online yang menghadirkan petualangan tanpa batas.

7. Batu Seremban

Batu seremban atau gunting batu adalah permainan tradisional yang membutuhkan ketangkasan tangan. Namun, saat ini mainan ini hampir punah karena anak-anak lebih tertarik dengan game online yang menyediakan berbagai macam permainan dalam satu genggaman.

8. Bola Bekel

Bola bekeli merupakan permainan bola yang dimainkan dengan memasukkan bola ke dalam rongga bekeli melalui gerakan tangan yang presisi. Namun, saat ini permainan ini sudah hampir terlupakan karena anak-anak lebih memilih bermain game bola online yang menawarkan keasyikan yang lebih.

9. Bola Bambu

Bola bambu adalah mainan yang terbuat dari bambu dan berbentuk bulat. Mainan ini dulunya sangat populer, tetapi kini hampir tidak pernah ditemukan lagi karena anak-anak lebih suka bermain game online yang menawarkan grafis yang meyakinkan dan pengalaman yang lebih seru.

10. Kelereng

Kelereng adalah permainan tradisional yang seringkali dimainkan anak-anak dikala sore. Kelereng berbentuk bulat dengan hiasan warna-warni didalamnya yang terbuat dari kaca. Namun, semakin hari, permainan ini semakin jarang ditemukan karena anak-anak lebih memilih bermain game online yang menghadirkan tantangan dan keseruan tanpa harus berlarian di lapangan.

Dengan semakin berkembangnya game online dan kemajuan teknologi, minat anak-anak terhadap mainan tradisional semakin menurun. Meski demikian, penting untuk tetap melestarikan keberadaan mainan tradisional ini agar generasi mendatang tetap mengenal budaya dan permainan tradisional yang unik.

Penulis : Amir Hamzah (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: Era Digitalgame onlineMainan Tradisional

Related Posts

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan
Budaya

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Senin, 20 Jul 2026
Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan
Budaya

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Rabu, 15 Jul 2026
3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Next Post
Pihak Universitas Brawijaya mendatangi Pesarean Gunung Kawi untuk berdialog dengan Yayasan Ngesti Gondo terkait riset pesugihan.

Polemik Riset Pesugihan di Gunung Kawi, UB Sepakat Perbaiki Diksi

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.