Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

10 Daftar Mainan Tradisional yang Hampir Punah Digusur Game Online

Redaksi by Redaksi
Oktober 25, 2023 11:15 am
in Budaya
Ilustrasi anak yang sedang bermain petak umpet.

Ilustrasi anak yang sedang bermain petak umpet. Foto/Pixabay

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Di era teknologi ini, kecanggihan digital terus berkembang pesat. Salah satu dampaknya adalah berkurangnya minat masyarakat terhadap mainan tradisional.

Anak-anak lebih tertarik dengan game online yang menyajikan pengalaman virtual yang seru dan mendebarkan. Hal ini tentu membuat mainan tradisional semakin terpinggirkan dan hampir punah. Berikut adalah 10 daftar mainan tradisional yang tergantikan oleh game online.

READ ALSO

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Tradisi Ater-Ater, Warisan Budaya Jawa Menjaga Hangatnya Silaturahmi

1. Gasing

Gasing sudah menjadi mainan tradisional yang hampir punah. Dulu anak-anak senang bermain gasing dengan teman-teman mereka di pekarangan rumah. Namun, kini gasing sering kali tersimpan di sudut rumah karena anak-anak lebih memilih bermain game online yang menarik perhatian mereka.

Baca Juga: Pengabdian Masyarakat Dosen Psikologi UM, Tingkatkan Literasi Numerik Siswa TK di Malang Lewat Permainan

2. Petak Umpet

Petak Umpet merupakan mainan yang dulu amat populer di kalangan anak-anak. Namun kini, mainan ini nyaris terlupakan karena anak-anak lebih suka bermain game online yang dapat dimainkan kapan saja, tanpa harus bersusah payah mencari teman bermain.

3. Layangan

Layangan juga menjadi mainan tradisional yang kehilangan pesonanya. Anak-anak tidak lagi tergila-gila mengibarkan layangan di langit saat liburan atau hari-hari akhir pekan. Game online yang menawarkan petualangan seru membuat anak-anak lebih memilih beraktivitas di dalam ruangan.

Baca Juga: 5 Permainan Tradisional dan Manfaatnya untuk Anak

4. Congklak

Congklak adalah permainan tradisional yang biasanya dimainkan di sore hari oleh anak-anak. Sayangnya, mainan ini kini seringkali hanya menjadi hiasan di rak buku karena anak-anak lebih tertarik dengan game online yang menawarkan interaksi virtual.

5. Engklek

Engklek adalah permainan tradisional yang membutuhkan konsentrasi dan ketepatan. Namun, mainan ini sekarang jarang dimainkan dan hampir punah karena anak-anak lebih suka bermain game online yang menawarkan tantangan yang lebih besar.

6. Egrang

Egrang merupakan mainan yang sering menjadi favorit anak-anak karena memberikan sensasi melompat-lompat di atas egrang. Sayangnya, egrang kini sudah jarang dijumpai di pekarangan rumah karena anak-anak lebih sibuk dengan game online yang menghadirkan petualangan tanpa batas.

7. Batu Seremban

Batu seremban atau gunting batu adalah permainan tradisional yang membutuhkan ketangkasan tangan. Namun, saat ini mainan ini hampir punah karena anak-anak lebih tertarik dengan game online yang menyediakan berbagai macam permainan dalam satu genggaman.

8. Bola Bekel

Bola bekeli merupakan permainan bola yang dimainkan dengan memasukkan bola ke dalam rongga bekeli melalui gerakan tangan yang presisi. Namun, saat ini permainan ini sudah hampir terlupakan karena anak-anak lebih memilih bermain game bola online yang menawarkan keasyikan yang lebih.

9. Bola Bambu

Bola bambu adalah mainan yang terbuat dari bambu dan berbentuk bulat. Mainan ini dulunya sangat populer, tetapi kini hampir tidak pernah ditemukan lagi karena anak-anak lebih suka bermain game online yang menawarkan grafis yang meyakinkan dan pengalaman yang lebih seru.

10. Kelereng

Kelereng adalah permainan tradisional yang seringkali dimainkan anak-anak dikala sore. Kelereng berbentuk bulat dengan hiasan warna-warni didalamnya yang terbuat dari kaca. Namun, semakin hari, permainan ini semakin jarang ditemukan karena anak-anak lebih memilih bermain game online yang menghadirkan tantangan dan keseruan tanpa harus berlarian di lapangan.

Dengan semakin berkembangnya game online dan kemajuan teknologi, minat anak-anak terhadap mainan tradisional semakin menurun. Meski demikian, penting untuk tetap melestarikan keberadaan mainan tradisional ini agar generasi mendatang tetap mengenal budaya dan permainan tradisional yang unik.

Penulis : Amir Hamzah (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: Era Digitalgame onlineMainan Tradisional

Related Posts

Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Kamis, 28 Mei 2026
Ilustrasi tradisi ater-ater di Jawa. (Foto: Instagram/ @perpusipkabtegal)
Budaya

Tradisi Ater-Ater, Warisan Budaya Jawa Menjaga Hangatnya Silaturahmi

Rabu, 27 Mei 2026
Ilustrasi Wamen Kebudayaan RI Giring Ganesha saat mengunjungi objek cagar budaya Villa Bima Shakti di Selecta Kota Batu. Foto: Azmy
Budaya

Pemkot Batu Perluas Pendataan Objek Cagar Budaya di 2026, Ada Bunker Jepang hingga Situs Petirtaan

Selasa, 12 Mei 2026
Fakta menarik busana khas Malangan yang diluncurkan pada rangkaian HUT ke-112 Kota Malang sebagai identitas baru. /Foto: Instagram @pemkotmalang
Budaya

Identitas Budaya Baru, 8 Fakta Menarik Busana Khas Malangan yang Perlu Diketahui

Senin, 6 Apr 2026
Pertunjukan di rumah kelahiran Shakespeare. Foto: Shakespeare's Birthplace
Budaya

Sastrawan di Inggris, Menyusuri Jejak Sastra Klasik di Negeri Matahari Tak Pernah Tenggelam

Selasa, 31 Mar 2026
Ilustrasi Lepet ketan lacang merah yang dibungkus dengan janur dan tali rafia (Foto: Pinterest @Rien_Borneo)
Budaya

Ini 5 Macam Varian Lepet Pendamping Ketupat yang Tidak Boleh Terlewat

Minggu, 29 Mar 2026
Next Post
Pihak Universitas Brawijaya mendatangi Pesarean Gunung Kawi untuk berdialog dengan Yayasan Ngesti Gondo terkait riset pesugihan.

Polemik Riset Pesugihan di Gunung Kawi, UB Sepakat Perbaiki Diksi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.