Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Alumni Sebut Sistem SMA SPI Tidak Beres

Redaksi by Redaksi
Juni 3, 2021 1:13 pm
in Pendidikan
Komnas PA desak Hakim tolak gugatan praperadilan tersangka dugaan seksual siswa kasus SMA SPI

SMA SPI Kota Batu. Foto: M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kasus dugaan kejahatan berupa kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan eksploitasi ekonomi di SMA SPI Kota Batu terus bergulir. Setidaknya, sudah ada 12 orang alumni sekolah telah melapor ke Polda Jatim atas dugaan kejahatan yang diduga dilakukan oleh founder SMA SPI.

Tentu hal itu mengejutkan semua pihak. Pasalnya, sekolah gratis bagi anak kurang mampu itu dikenal sebagai sekolah berkualitas. Bahkan, salah satu kisah dalam sekolah itu pernah diangkat menjadi film layar lebar.

READ ALSO

Borong 8 Medali, Mahasiswa ITN Malang Unjuk Gigi di Malang Edu Fest 2026

Universitas Al Qolam Malang Lepas Hampir 200 Wisudawan, Rektor Ingatkan Ilmu Adalah Anugerah dan Amanah

Kepopulerannya juga telah menarik perhatian pejabat tinggi negeri untuk hadir langsung mengunjungi sekolah itu. Tak tanggung tanggung, sekolah tersebut bahkan juga pernah diundang oleh UNESCO menjadi pembicara tentang pendidikan kewirausahaan.

SMA SPI Kota Batu. Foto: M Sholeh

Namun pengakuan mengejutkan muncul dari salah seorang alumni SMA SPI Kota Batu yang tak mau disebutkan identitasnya. Dia mengaku pernah mengenyam pendidikan di sekolah gratis itu.

Dia masuk sekolah itu lantaran ibunya tak mampu membiayainya bersekolah SMA. Sementara ayahnya, telah meninggalkan keluarganya sejak SMP. Usai lulus, dia mengaku langsung bekerja di sekolah itu juga. Namun karena merasa tertindas, dia resign usai bekerja selama 5 tahun disana.

Pengakuan alumni ini muncul usai beredarnya pemberitaan terkait kejahatan yang terjadi di sekolah tersebut. Dia bahkan membenarkan adanya kejahatan berupa kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan eksploitasi ekonomi yang didugakan selama ini.

Hal itulah yang juga membuatnya keluar dari sekolah itu dan memilih kembali ke daerah asalnya. Dia juga memilih tak menceritakan kepada ibunya atas apa yang dia alami di sekolah tersebut.

“Bekerja di sana seperti bekerja rodi, saya merasa sistemnya tidak beres sehingga lebih baik saya mengundurkan diri karena jujur itu tidak sesuai dengan UU Ketenagakerjaan,” ujar alumni SMA SPI asal luar Jawa itu.

Dia mengaku, sistem kerja dan sistem penggajian disana tidak sesuai dengan aturan standar pada umumnya. Dikatakan, jam kerja disana lebih dari 8 jam, sementara gajinya dibawah UMR Kota Batu.

“Karena pada dasarnya orang bekerja itu 8 jam tapi di sana tidak seperti itu. Disana melebihi itu, bahkan sangat lebih,” ucapnya.

Untuk masalah gaji, dia tidak begitu mempermasalahkan lantaran sudah mendapat pendidikan gratis di sana. Namun dia sangat menyayangkan atas jam kerja yang ada.

“Sistemnya aja yang bagi saya itu tidak benar. Karena kita ini manusia, mesin saja butuh waktu untuk istirahat apalagi kita manusia,” imbuhnya.

Bahkan, dia juga menceritakan pengalamannya saat menjadi siswa di sana. Dia mengaku jarang mendapat materi pembelajaran akademis dan lebih banyak mendapatkan tugas layaknya bekerja.

Dikatakan, karena di sekolah tersebut juga terdapat hotel umum dan tempat wisata, sehingga para siswa juga dilibatkan dalam pelayanan pengunjung.

Dia juga menceritakan pengalamannya saat mendekati ujian akhir sekolah. Disebutkan, dia hanya mengikuti 1 tryout dari 3 tryout yang ada. Hal itu dikarenakan founder sekolah tersebut mengajaknya untuk rapat di Surabaya hingga berhari-hari.

“Jadi saya tidak ikut tryout 2 kali, tau-tau balik ke sekolah sudah ujian. Di sana saya merasakan sendiri saat jadi siswa, selain jadi siswa juga bekerja,” ungkapnya.

Banyaknya tugas pekerjaan yang dibebankan, membuatnya beberapa kali melewatkan ibadahnya. Tingginya intensitas kerja juga membuatnya harus mengedepankan tugasnya dari pada ibadahnya.

“Kalau anak-anak yang ada disana menurut saya mengalami tekanan psikis. Karena lingkungan yang dibentuk di sana adalah kita seperti punya desa dan kota sendiri. Sehingga kita mau keluarpun intinya kita diminta diam, seminimal mungkin agar tidak bersosialisasi dengan orang luar,” bebernya.

Meski demikian, dia tidak berani memberikan pengaduan kepada pihak manapun dan memilih berdiam diri karena ada rasa takut. Namun, dia memastikan bahwa dia mengetahui apa yang terjadi disekolah tersebut.

“Sementara ini saya memilih untuk diam dulu tapi sebenarnya saya tau yang terjadi seperti apa. Saya memilih untuk benar-benar diam. Tapi untuk apapun kejadian yang ada disana saya tau. Saya memilih untuk mendoakan yang terbaik, saya serahkan persoalan ini kepada pihak berwajib saja,” ujarnya.

Reporter: M Sholeh

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

Mahasiswa ITN Malang pemenang esai. Foto/dok. ITN Malang
Pendidikan

Borong 8 Medali, Mahasiswa ITN Malang Unjuk Gigi di Malang Edu Fest 2026

Senin, 1 Jun 2026
Prosesi wisuda Universitas Al Qolam Malang. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Pendidikan

Universitas Al Qolam Malang Lepas Hampir 200 Wisudawan, Rektor Ingatkan Ilmu Adalah Anugerah dan Amanah

Sabtu, 30 Mei 2026
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat dan Rektor UB, Prof Widodo menyrpakati kerjasama membangun jaminan sosial untuk mahasiswa dan tenaga kependidikan. (Foto/ist)
Pendidikan

BPJS Ketenagakerjaan dan Kampus UB Bangun Ekosistem Perlindungan Sosial untuk Mahasiswa dan Dosen

Sabtu, 30 Mei 2026
Dindik Jatim
Pendidikan

Pengambilan PIN SPMB 2026 Resmi Dibuka, Dindik Jatim Kerahkan 7.212 Operator

Jumat, 29 Mei 2026
Tim sipil-arsitektur ITN Malang meraih Juara 2 National Architectural Design Competition 2026 dalam ajang DISCO ke-9. Foto/dok
Pendidikan

Kolaborasi Manis Sipil-Arsitektur ITN Malang, Sabet Juara 2 di Undip Berkat Desain Hunian Darurat Multifungsi

Jumat, 29 Mei 2026
Jadwal SPMB Kota Malang jenjang SMP untuk Jalur Afirmasi tahun ajaran baru 2026/2027. /Foto: Pinterest/ Bravestudio.
Pendidikan

Jadwal SPMB Kota Malang Jenjang SMP Jalur Afirmasi 2026/2027: Dimulai Awal Juni

Jumat, 29 Mei 2026
Next Post
Gudang Barang Bekas di Pagelaran Terbakar

Gudang Barang Bekas di Pagelaran Terbakar

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.