Sabtu, Juli 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Kuliner

Kisah Pak Said, Penjual Es Campur Legendaris di Kota Batu Sejak 1985

Redaksi by Redaksi
April 24, 2023 2:53 pm
in Kuliner
es campur di kota batu.

Pak Said, penjual es campur legendaris di Kota Batu sejak 1985. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

KOTA BATU, Tugumalang.id – Sosoknya masih segar bugar, meski sudah berusia 85 tahun. Muhammad Said namanya. Akrab disapa Pak Said. Dikenal sebagai penjual es campur paling lama di Kota Batu, Jawa Timur. Sudah berjualan sejak 1985 silam dan masih eksis hingga kini.

Bicara soal es campur buatan Psk Said cukup berbeda dengan es lainnya. Yakni pada kandungan gula cair yang dipakai apakah memakai gula asli atau buatan. Di tengah perkembangan zaman, Pak Said memilih tetap bertahan menggunakan gula asli racikannya sendiri.

READ ALSO

Perbedaan Matcha dan Green Tea, Ketahui Proses Pengolahan hingga Kandungan Nutrisinya

Gurih Sedap, 3 Kuliner Nasi Liwet di Malang yang Rasanya Bikin Nagih

Di usianya ke-85, tak membuat kecekatannya melayani pembeli berkurang. Foto: Azmy

Indikatornya bisa dilihat dari serangga lebah yang kerap mengerubungi toples berisi gula di rombong Pak Said. Semangkuk es campur Mbah Said sebenarnya sederhana saja, namun komplit dan segar.

Isiannya mulai agar-agar, tape, ketan hitam, kacang hijau, kolang-kaling, mutiara hingga roti. Es campur Pak Said lebih menggairahkan ketika ditumpuk dengan serutan es yang menggunung dan disiram gula sirup dan susu kental manisnya.

Es campur menjadi memori masa mudanya yang tak bisa dilupakan sepanjang sejarah hidup Pak Said. Dari semangkuk es campur itu, Pak Said berhasil bertahan hidup selama puluhan tahun bahkan menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Segarnya es campur legendaris Pak Said di Kota Batu. Foto: Azmy

Pak Said mengisahkan jika dulu waktu masih usia 16 tahun jarang mendapat uang saku dari orang tuanya. Sementara, ketika pulang sekolah, teman-temannya selalu mengajak mampir untuk membeli jajan atau es.

”Teman-temanku beli es, tapi ya aku cuman bisa lihat mereka saja minum es campur. Aslinya ya haus, pengen sekali. Tapi apa daya, kan gak punya uang,” kisah pria kelahiran 1938 tersebut pada tugumalang.id, Senin (17/4/2023).

Dari memori masa sulit itulah kemudian membuat Pak Said muda membulatkan tekad berjualan es campur sendiri. Pak Said masih ingat pertama kali dia berjualan yaitu pada 7 Agustus 1954, saat dirinya masih berusia 16 tahun.

Awalnya, dia berjualan di pasar tradisional yang kini lokasinya sudah dibangun menjadi Alun-Alun Kota Batu. ”Dulu Alun-Alun itu pasar. Kemudian kebakaran dan akhirnya diubah jadi taman sampai sekarang,” ungkapnya.

Sejak itu pula, Pak Said sempat berdagang keliling sebelum kemudian menemukan tempat yang dipakainya berjualan sampai sekarang, di sebelah Masjid An Nuur Kota Batu atau Gang Kauman.

”Pindah kesini itu kira-kira tahun 1985. Dulu masih sepi. Tapi Alhamdulillah sejak Batu jadi kota wisata itu sekarang jadi ramai. Dagangan saya juga laris. Alhamdulillah bisa bertahan sampai sekarang,” ujar pria yang tinggal di Kampung Klebengan, Kelurahan Ngaglik itu.

Punya Banyak Pelanggan Setia, Termasuk Eddy Rumpoko

Pelanggan setianya datang dari beragam kalangan. Mulai anak kecil hingga mantan Wali Kota Batu Edy Rumpoko sering membeli es campurnya. Bahkan, pelanggannya yang dulu masih anak-anak, masih ingat kepadanya.

”Kadang mereka pas pulang dari luar negeri itu sampe nyempetin ke sini. Nanya kabar sambil cerita-cerita masa dulu. Ada langganan dulu masih SMP, sering saya kasih es. Sekarang udah kerja di Australia,” kata dia.

Pak Said masih memasrah es serutnya dengan cara tradisional. Foto: Azmy

Pak Said juga punya kenangan membekas dengan eks Wali Kota Batu Edy Rumpoko yang kini masih menjalani masa tahanan akibat kasus korupsinya. Kata dia, pria yang akrab disapa ER itu dulunya juga sering nongkrong minum es campur bikinannya.

”Kalau dulu ke sini ya sembunyi mojok di kursi sini. Kadang sampai malam cangkruk sini. Ngobrol-ngobrol tanya apa yang perlu diperbaiki di Batu ini,” kisahnya.

Meski telah memasuki usia 85 tahun, Pak Said masih tampak cekatan melayani pengunjung. Mulai menyerut es hingga menyajikan bermangkuk-mangkuk es. Es Campur Pak Said ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 20.00 WIB.

”Saya memang gak bisa diem. Kalau capek ya sudah pasti. Tinggal bikin kopi, merokok, beres. Hilangbdeh capeknya,” ujarnya sambil terkekeh.

Reporter: Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: Es campures campur kota batukota batu

Related Posts

matcha dan green tea
Kuliner

Perbedaan Matcha dan Green Tea, Ketahui Proses Pengolahan hingga Kandungan Nutrisinya

Jumat, 3 Jul 2026
Rekomendasi 3 nasi liwet di Malang yang wajib dicoba untuk merasakan cita rasa khas kuliner Nusantara. /Foto: Pinterest/Damian De
Kuliner

Gurih Sedap, 3 Kuliner Nasi Liwet di Malang yang Rasanya Bikin Nagih

Rabu, 1 Jul 2026
Ayam lodho di Kota Malang
Kuliner

4 Rekomendasi Ayam Lodho di Malang yang Gurih Pedas dan Wajib Dicoba

Minggu, 28 Jun 2026
Tempat makan
Kuliner

7 Tempat Makan Legendaris di Pasar Besar Malang, Bertahan Puluhan Tahun

Sabtu, 27 Jun 2026
Cafe vintage di Malang
Kuliner

Rekomendasi 4 Cafe Vintage di Malang, Nongkrong Bernuansa Tempo Dulu

Jumat, 26 Jun 2026
Rekomendasi ayam goreng di Malang yang cita rasanya sudah melegenda dan wajib dicoba oleh para pecinta kuliner. /Foto: Pinterest/Sarieayu
Kuliner

Rekomendasi Ayam Goreng di Malang yang Gurihnya Bikin Nagih

Kamis, 25 Jun 2026
Next Post
kampung tematik

Daftar Kampung Tematik di Kota Malang yang Cocok Didatangi saat Liburan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.