Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Berkat Kolaborasi Optimal, Kasus Stunting dan Gizi Buruk di Kota Malang Tergolong Rendah

Redaksi by Redaksi
April 17, 2023 6:16 pm
in Tugu Sehat
kasus stunting menurun di kota Malang

Stan layanan edukasi kesehatan bagi masyarakat saat CFD bulan Maret lalu. (Shinta Alifia)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id —Kasus stunting di Kota Malang menjadi salah satu perhatian Wali Kota Malang Sutiaji. Karena inilah, Sutiaji meminta kolaborasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang dan berbagai berbagai UPD (Unit Pelaksana Daerah) Kota Malang bisa dimaksimalkan lagi.

Berdasarkan indikator dari tahun 2022, Kota Malang memiliki persentase 18 persen untuk angka stunting. Sedangkan Provinsi Jawa Timur berada di 19,02 persen. Bulan Timbang yang dilakukan oleh para nutrisionis di 16 puskesmas Kota Malang di bulan Maret 2023 lalu menempatkan Kota Malang di angka 8,9 persen saja.

READ ALSO

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Upaya percepatan penanganan stunting terus dilakukan untuk menangani masalah stunting dan gizi buruk di masyarakat Kota Malang. Dikonfirmasi via telepon, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengatakan bahwa upaya-upaya tersebut tak luput dari kolaborasi dan sinergi berbagai pihak.

Husnul menjelaskan, pemeriksaan kesehatan masyarakat secara rutin digiatkan. Untuk penanganan masalah stunting dan gizi buruk, puskesmas melakukan pemeriksaan guna memantau kesehatan dari calon ibu.

“Mulai dari remaja putri kita pantau.Jadi ada pengukuran Hb (hemoglobin), pemberian tablet zat besi, sampai ke pemeriksaan untuk calon pengantin. Pemeriksaan ini menjadi salah satu syarat yang diajukan ke kantor Kemenag juga (Kementerian Agama). Kemudian juga vaksinasi calon pengantin, Tetanus 1 dan 2. Selama kehamilan dipantau sebanyak 6 kali,dan diharapkan ada 1 kali periksa USG yang dilakukan dengan dokter di puskesmas,” terangnya.

Ia melanjutkan, pemantauan juga dilanjutkan untuk mengetahui status gizi dari ibu hamil dan balita. Mereka yang tergolong memiliki berat badan kurang akan diberi penambahan gizi. Selain itu, nantinya persalinan dilaksanakan di fasilitas penanganan kesehatan. Ibu dan bayi lalu diarahkan untuk mengikuti program ASI eksklusif dan pemberian MPASI.

“Dari bayi kurang dari 1 tahun ada program rutin ASI ekslusif sampai 6 bulan. Setelahnya ditambah MPASI (makanan pendamping ASI). Mereka yang perkembangannya lambat atau bb (berat badan) di garis tengah bahkan di bawah garis merah jadi prioritas dalam pemberian makanan. Mereka potensi di stunting karena terganggu karena kurangnya asupan secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Kategori stunting memiliki program intervensi spesifik, yakni menganalisa masalah apa yang dimiliki oleh anak tersebut. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya penyakit bawaan, bagaimana pola asuh dari orang tua, dan yang utama adalah pemberian asupan gizi, serta kemampuan keluarga untuk pemenuhan ASI.

Tak hanya Dinas Kesehatan, UPD lain juga berperan dalam percepatan penanganan masalah stunting dan gizi buruk di Kota Malang. Dengan kata lain, berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kota Malang melalui berbagai UPD untuk menangani permasalahan ini.

“Di dinas lain juga ada. Contohnya seperti di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, disitu pemenuhan gizi berupa sayuran dan protein hewani. Di Dinas Sosial juga ada program pengentasan lain
didukung beberapa UPD sehingga lebih terintegrasi di percepatan penanganan stunting dan gizi buruk,” paparnya.

Pastinya Pemerintah Kota Malang memberikan support dalam hal anggaran. Program Pemkot Malang juga didukung oleh kolaborasi dan sinergitas perangkat daerah.

Visi Pemkot Malang adalah meningkatkan akses pelayanan kesehatan dan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini dapat tercapai bila fasilitas pelayanan dapat mudah diakses oleh waraga masyarakat Kota malang.

Sebagai informasi, saat ini tingkat UHC (Universal Health Coverage) Kota Malang telah berhasil mencapai 100 persen. Artinya, akses fasilitas pembiayaan dari BPJS telah diakses oleh masyarakat Kota Malang dengan sangat baik. Masyarakat Kota Malang pun memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau.

Reporter: Shinta Alifia
editor: jatmiko

Tags: Dinas Kesehatan Kota Malanggizi burukstunting di kota malangwali kota malang

Related Posts

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit
Tugu Sehat

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Rabu, 14 Okt 2026
Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
Operasi Ketupat 2023 di Kota Batu

603 Personel Gabungan Dikerahkan di 7 Pospam Kota Batu Selama Lebaran 2023

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.