Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Premenstrual Dysphoric Disorder, Gejala Menstruasi Versi Lebih Parah dari PMS

Redaksi by Redaksi
Oktober 11, 2022 3:38 pm
in Tugu Sehat
Ilustrasi mood wanita yang berganti-ganti tiap akan mengalami menstruasi.

Ilustrasi mood wanita yang berganti-ganti tiap akan mengalami menstruasi. Foto/Pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Bagi para wanita, mengalami gejala perubahan fisik serta mood seminggu atau dua minggu sebelum mengalami menstruasi mungkin sebuah hal yang lumrah.

Gejala itu disebut Premenstrual Syndrome (PMS). Namun, terdapat versi lebih parah dari PMS, yang gejalanya menyerang kesehatan mental para wanita yang telah menstruasi di usia subur.

READ ALSO

Jaga Kesehatan! Hospital Penawar Hadirkan Paket Skrining Prostat dengan Biaya Terjangkau

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Versi tersebut adalah Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, dan Mayo Clinic, PMDD dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrim seperti depresi dan kecemasan berlebihan satu atau dua minggu sebelum wanita menstruasi.

Meski biasanya gejala PMDD hilang dua hingga tiga hari setelah menstruasi dimulai, PMDD dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, merusak hubungan dengan orang lain, bahkan menimbulkan keinginan untuk bunuh diri.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), Tugumalang.id telah merangkum informasi mengenai penyebab, gejala, pengobatan hingga fakta-fakta dari gangguan kesehatan satu ini. Simak, ya!

Penyebab

Menurut Office on Women’s Health, belum diketahui pasti apa penyebab dari PMDD. Tetapi, PMDD terjadi diduga karena kadar hormon serotonin dalam otak yang menurun drastis sepanjang siklus menstruasi. Hormon serotonin merupakan pembawa pesan antara sel-sel saraf di otak dan ke seluruh tubuh.

Dikutip dari Cleveland Clinic, serotonin berperan besar dalam mengatur emosi atau suasana hati, tidur, pencernaan, mual, penyembuhan luka, kesehatan tulang, pembekuan darah dan hasrat seksual. Beberapa wanita mungkin lebih sensitif terhadap perubahan ini. Dan faktanya, 5% wanita di usia subur mengalami PMDD dan mengalami depresi serta gangguan kecemasan.

Kemudian Harvard Health Publishing menjelaskan kerentanan genetik, stres, kelebihan berat badan atau obesitas, riwayat trauma atau pelecehan seksual di masa lalu juga kemungkinan besar berkontribusi sebagai faktor risiko penderita PMDD.

Gejala

Beberapa gejala PMDD mungkin hampir sama dengan PMS, seperti merasakan kembung, nyeri payudara, kelelahan, dan perubahan pola tidur serta makan. Namun, PMDD menunjukkan gejala emosional dan perilaku yang menonjol, seperti:

1. Depresi
2. Iritabilitas atau kemarahan yang berlangsung lama dan dapat mempengaruhi orang lain
3.Perasaan sedih atau putus asa, bahkan menimbulkan pikiran untuk bunuh diri
4. Perasaan tegang atau cemas
5. Serangan panik
6. Perubahan suasana hati ekstrim dan sering menangis
7. Kurangnya minat dalam aktivitas dan berhubungan dengan orang lain
8. Kesulitan berpikir atau fokus
9. Kelelahan atau energi rendah
10. Ingin terus makan dalam porsi banyak
11. Sulit tidur
12. Merasa di luar kendali
13. Gejala fisik seperti kram, kembung, nyeri payudara, sakit kepala, dan nyeri sendi atau otot

Pengobatan

Dilansir dari Mind, ada beberapa perawatan untuk PMDD yang terbukti berhasil bagi sebagian wanita. Dengan mengunjungi dokter, perawatan Anda akan diputuskan berdasarkan seberapa buruk gejala PMDD, preferensi pribadi, dan apakah ada rencana untuk hamil. Pengobatan untuk PMDD mencakup:

1. SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor)

SSRI adalah jenis antidepresan, seperti fluoxetine (Prozac, Sarafem, dan lain-lain) dan sertraline (Zoloft), dapat mengurangi gejala emosional, kelelahan, mengidam makanan, dan masalah tidur.

Obat ini sering digunakan sebagai pengobatan pertama yang direkomendasikan untuk PMDD dan merupakan satu-satunya jenis antidepresan yang ampuh untuk PMDD.

Nantinya Anda mungkin disarankan untuk mengkonsumsi SSRI setiap hari sepanjang bulan atau hanya selama fase luteal Anda. Fase luteal bisa dikatakan sama dengan pramenstruasi.

2. Kontrasepsi oral kombinasi

Kontrasepsi oral atau pil KB dapat mengurangi gejala PMDD dengan mengontrol atau menghentikan menstruasi Anda, tetapi bukti pil sebagai pengobatan PMDD beragam.

Beberapa wanita merasa pil membantu mengurangi gejala mereka, tetapi beberapa pula merasa itu memperburuk gejala mereka. Pil juga dapat menimbulkan efek samping dan tidak tepat jika Anda sedang mencoba untuk hamil.

Obat kontrasepsi oral memiliki berbagai jenis dengan campuran hormon berbeda-beda. Kombinasi hormon tertentu itu tidak akan mungkin tidak akan bekerja baik. Karena itu, pil yang mencegah ovulasi mungkin lebih berhasil dalam mengelola gejala PMDD.

3. Terapi bicara dan konseling

Karena PMDD sangat mempengaruhi kesehatan mental, Anda memerlukan bantuan ahli untuk mengelola gejala psikologis dengan menemui terapis. Terapi perilaku kognitif (CBT) telah terbukuti efektif untuk beberapa orang dengan PMDD dalam mengelola gejala mereka.

4. Injeksi analog GnRH

Analog hormon pelepas gonadotropin (GnRH) dapat membantu mengurangi gejala PMDD dengan menyebabkan menopause sementara. Perawatan ini hanya boleh dipertimbangkan jika tidak ada perawatan lain yang efektif.

Efek samping dari suntikan ini meliputi hilangnya kepadatan tulang, yang membuat penerimanya berisiko lebih tinggi terkena osteoporosis. Karena itu, pengobatan ini seringkali dibatasi hingga enam bulan, dan harus dikombinasikan dengan terapi pergantian hormon (HRT), yang mengurangi gejala menopause dan mengurangi kehilangan kepadatan tulang.

5. Konsumsi vitamin dan suplemen

Suplemen dan vitamin tertentu dapat mengurangi gejala pramenstruasi. Seperti kalsium karbonat dan vitamin B6 yang dapat membantu mengurangi gejala fisik dan psikologis.

Kemudian ada Agnus castus (herbal yang dikenal sebagai chasteberry), yang dapat membantu mengurangi gejala lekas marah, sakit kepala dan nyeri payudara. Tetapi tidak dianjurkan untuk diminum jika Anda sedang mencoba untuk hamil atau sedang menyusui.

6. Menerapkan pola hidup sehat

Menerapkan pola hidup sehat mungkin akan menjadi saran dari dokter Anda karena dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Hal ini pun dapat mengurangi gejala PMDD ke tingkat yang dapat dikelola tanpa perlu perawatan lebih lanjut.

Untuk itu, Anda disarankan berolahraga lebih teratur, merubah pola diet, tidur teratur, mencoba mengurangi tingkat stres, mengurangi alkohol, tidak merokok, dan mengurangi jumlah kafein.

Reporter: Nurukhfi Mega Hapsari

Editor: Herlianto. A

Tags: MenstruasiPMSPremenstrual Dysphoric Disorderwanita

Related Posts

Hospital Penawar hadirkan paket skrining prostat berbiaya terjangkau bagi pasien asal Indonesia./Foto: Pinterest/Kimberly Getchell
Tugu Sehat

Jaga Kesehatan! Hospital Penawar Hadirkan Paket Skrining Prostat dengan Biaya Terjangkau

Senin, 1 Jun 2026
Event INAS26
Tugu Sehat

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Jumat, 29 Mei 2026
Cara Aman Mengonsumsi Olahan Daging saat Idul Adha (Foto: Pexels)
Tugu Sehat

Mengapa Tubuh Bisa Lemas setelah Makan Daging Kurban? Ini Penjelasan dr. Indra Gunawan

Rabu, 27 Mei 2026
Black Mold
Tugu Sehat

Bahaya Black Mold di Rumah, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 26 Mei 2026
Aqua Yoga
Tugu Sehat

Mengenal Aqua Yoga, Olahraga Air yang Bantu Relaksasi dan Kebugaran

Selasa, 26 Mei 2026
Para dokter spesialis dari Morula. (Foto/ist)
Tugu Sehat

10 Persen Pasangan Usia Subur di Malang Hadapi Persoalan Infertilitas, Morula Beber Faktornya

Senin, 25 Mei 2026
Next Post
Kevia Naswa, korban tragedi Kanjuruhan yang matanya masih memerah akibat terkena gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan.

Gas Air Mata Kedaluwarsa, Korban Tragedi Kanjuruhan: Polisi Tak Tahu Rasanya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.