Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Premenstrual Dysphoric Disorder, Gejala Menstruasi Versi Lebih Parah dari PMS

Redaksi by Redaksi
Oktober 11, 2022 3:38 pm
in Tugu Sehat
Ilustrasi mood wanita yang berganti-ganti tiap akan mengalami menstruasi.

Ilustrasi mood wanita yang berganti-ganti tiap akan mengalami menstruasi. Foto/Pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Bagi para wanita, mengalami gejala perubahan fisik serta mood seminggu atau dua minggu sebelum mengalami menstruasi mungkin sebuah hal yang lumrah.

Gejala itu disebut Premenstrual Syndrome (PMS). Namun, terdapat versi lebih parah dari PMS, yang gejalanya menyerang kesehatan mental para wanita yang telah menstruasi di usia subur.

READ ALSO

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Versi tersebut adalah Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, dan Mayo Clinic, PMDD dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrim seperti depresi dan kecemasan berlebihan satu atau dua minggu sebelum wanita menstruasi.

Meski biasanya gejala PMDD hilang dua hingga tiga hari setelah menstruasi dimulai, PMDD dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, merusak hubungan dengan orang lain, bahkan menimbulkan keinginan untuk bunuh diri.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), Tugumalang.id telah merangkum informasi mengenai penyebab, gejala, pengobatan hingga fakta-fakta dari gangguan kesehatan satu ini. Simak, ya!

Penyebab

Menurut Office on Women’s Health, belum diketahui pasti apa penyebab dari PMDD. Tetapi, PMDD terjadi diduga karena kadar hormon serotonin dalam otak yang menurun drastis sepanjang siklus menstruasi. Hormon serotonin merupakan pembawa pesan antara sel-sel saraf di otak dan ke seluruh tubuh.

Dikutip dari Cleveland Clinic, serotonin berperan besar dalam mengatur emosi atau suasana hati, tidur, pencernaan, mual, penyembuhan luka, kesehatan tulang, pembekuan darah dan hasrat seksual. Beberapa wanita mungkin lebih sensitif terhadap perubahan ini. Dan faktanya, 5% wanita di usia subur mengalami PMDD dan mengalami depresi serta gangguan kecemasan.

Kemudian Harvard Health Publishing menjelaskan kerentanan genetik, stres, kelebihan berat badan atau obesitas, riwayat trauma atau pelecehan seksual di masa lalu juga kemungkinan besar berkontribusi sebagai faktor risiko penderita PMDD.

Gejala

Beberapa gejala PMDD mungkin hampir sama dengan PMS, seperti merasakan kembung, nyeri payudara, kelelahan, dan perubahan pola tidur serta makan. Namun, PMDD menunjukkan gejala emosional dan perilaku yang menonjol, seperti:

1. Depresi
2. Iritabilitas atau kemarahan yang berlangsung lama dan dapat mempengaruhi orang lain
3.Perasaan sedih atau putus asa, bahkan menimbulkan pikiran untuk bunuh diri
4. Perasaan tegang atau cemas
5. Serangan panik
6. Perubahan suasana hati ekstrim dan sering menangis
7. Kurangnya minat dalam aktivitas dan berhubungan dengan orang lain
8. Kesulitan berpikir atau fokus
9. Kelelahan atau energi rendah
10. Ingin terus makan dalam porsi banyak
11. Sulit tidur
12. Merasa di luar kendali
13. Gejala fisik seperti kram, kembung, nyeri payudara, sakit kepala, dan nyeri sendi atau otot

Pengobatan

Dilansir dari Mind, ada beberapa perawatan untuk PMDD yang terbukti berhasil bagi sebagian wanita. Dengan mengunjungi dokter, perawatan Anda akan diputuskan berdasarkan seberapa buruk gejala PMDD, preferensi pribadi, dan apakah ada rencana untuk hamil. Pengobatan untuk PMDD mencakup:

1. SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor)

SSRI adalah jenis antidepresan, seperti fluoxetine (Prozac, Sarafem, dan lain-lain) dan sertraline (Zoloft), dapat mengurangi gejala emosional, kelelahan, mengidam makanan, dan masalah tidur.

Obat ini sering digunakan sebagai pengobatan pertama yang direkomendasikan untuk PMDD dan merupakan satu-satunya jenis antidepresan yang ampuh untuk PMDD.

Nantinya Anda mungkin disarankan untuk mengkonsumsi SSRI setiap hari sepanjang bulan atau hanya selama fase luteal Anda. Fase luteal bisa dikatakan sama dengan pramenstruasi.

2. Kontrasepsi oral kombinasi

Kontrasepsi oral atau pil KB dapat mengurangi gejala PMDD dengan mengontrol atau menghentikan menstruasi Anda, tetapi bukti pil sebagai pengobatan PMDD beragam.

Beberapa wanita merasa pil membantu mengurangi gejala mereka, tetapi beberapa pula merasa itu memperburuk gejala mereka. Pil juga dapat menimbulkan efek samping dan tidak tepat jika Anda sedang mencoba untuk hamil.

Obat kontrasepsi oral memiliki berbagai jenis dengan campuran hormon berbeda-beda. Kombinasi hormon tertentu itu tidak akan mungkin tidak akan bekerja baik. Karena itu, pil yang mencegah ovulasi mungkin lebih berhasil dalam mengelola gejala PMDD.

3. Terapi bicara dan konseling

Karena PMDD sangat mempengaruhi kesehatan mental, Anda memerlukan bantuan ahli untuk mengelola gejala psikologis dengan menemui terapis. Terapi perilaku kognitif (CBT) telah terbukuti efektif untuk beberapa orang dengan PMDD dalam mengelola gejala mereka.

4. Injeksi analog GnRH

Analog hormon pelepas gonadotropin (GnRH) dapat membantu mengurangi gejala PMDD dengan menyebabkan menopause sementara. Perawatan ini hanya boleh dipertimbangkan jika tidak ada perawatan lain yang efektif.

Efek samping dari suntikan ini meliputi hilangnya kepadatan tulang, yang membuat penerimanya berisiko lebih tinggi terkena osteoporosis. Karena itu, pengobatan ini seringkali dibatasi hingga enam bulan, dan harus dikombinasikan dengan terapi pergantian hormon (HRT), yang mengurangi gejala menopause dan mengurangi kehilangan kepadatan tulang.

5. Konsumsi vitamin dan suplemen

Suplemen dan vitamin tertentu dapat mengurangi gejala pramenstruasi. Seperti kalsium karbonat dan vitamin B6 yang dapat membantu mengurangi gejala fisik dan psikologis.

Kemudian ada Agnus castus (herbal yang dikenal sebagai chasteberry), yang dapat membantu mengurangi gejala lekas marah, sakit kepala dan nyeri payudara. Tetapi tidak dianjurkan untuk diminum jika Anda sedang mencoba untuk hamil atau sedang menyusui.

6. Menerapkan pola hidup sehat

Menerapkan pola hidup sehat mungkin akan menjadi saran dari dokter Anda karena dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Hal ini pun dapat mengurangi gejala PMDD ke tingkat yang dapat dikelola tanpa perlu perawatan lebih lanjut.

Untuk itu, Anda disarankan berolahraga lebih teratur, merubah pola diet, tidur teratur, mencoba mengurangi tingkat stres, mengurangi alkohol, tidak merokok, dan mengurangi jumlah kafein.

Reporter: Nurukhfi Mega Hapsari

Editor: Herlianto. A

Tags: MenstruasiPMSPremenstrual Dysphoric Disorderwanita

Related Posts

Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Tugu Sehat

Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Jumat, 31 Jul 2026
Next Post
Kevia Naswa, korban tragedi Kanjuruhan yang matanya masih memerah akibat terkena gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan.

Gas Air Mata Kedaluwarsa, Korban Tragedi Kanjuruhan: Polisi Tak Tahu Rasanya

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.