Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Gas Air Mata Kedaluwarsa, Korban Tragedi Kanjuruhan: Polisi Tak Tahu Rasanya

Redaksi by Redaksi
Oktober 11, 2022 4:25 pm
in Peristiwa
Kevia Naswa, korban tragedi Kanjuruhan yang matanya masih memerah akibat terkena gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan.

Kevia Naswa, korban tragedi Kanjuruhan yang matanya masih memerah akibat terkena gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan. Foto/M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Polisi mengakui telah menggunakan gas air mata yang kedaluwarsa dalam tragedi Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022). Bahkan gas air mata kedaluwarsa itu diklaim tak berbahaya lantaran kadar zat kimianya berkurang.

Menanggapi hal itu, salah satu korban tragedi Stadion Kanjuruhan, Kevia Nazwa yang matanya hingga saat ini masih memerah mengatakan bahwa gas air mata itu menyakitkan dan sangat perih.

READ ALSO

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji

“Mungkin polisinya tidak merasakan langsung. Tapi yang dirasakan orang awam saat itu panik. Yang saya rasakan, mata perih, dada sesak,” ucapnya, Selasa (11/10/2022).

Bahkan menurutnya, dia tak bisa melihat dengan baik saat terkena gas air mata secara langsung. “Pedih sampai gak bisa lihat,” ujarnya.

Tak hanya itu, pipi Kevia juga terdapat flek hitam yang baru bisa hilang setelah 3 hari kemudian. Kini setelah 10 hari tragedi itu berlalu, mata Kevia masih merah dan belum pulih.

Dia mengatakan, pihak kepolisian mungkin juga tak mengetahui jika ada banyak anak-anak, perempuan hingga ibu-ibu di dalam stadion.

“Mungkin polisinya gak tahu, di sana (stadion) banyak anak kecil, anak perempuan dan ibu-ibu,” paparnya.

“Takutnya kalau ada yang punya penyakit asma kan rentan kalau kena gas air mata,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, ada 131 suporter meninggal dunia dalam tragedi stadion Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022. Ratusan korban luka juga berjatuhan dalam tragedi itu.

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: Gas Air MataHeadlinekorbantragedi kanjuruhan

Related Posts

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang
Peristiwa

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Senin, 13 Jul 2026
Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji
Peristiwa

Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji

Sabtu, 11 Jul 2026
Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka
Peristiwa

Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka

Selasa, 7 Jul 2026
Proses evakuasi truk tangki yang terguling. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Dahului Kendaraan di Tikungan, Pemotor Tewas Tertimpa Truk Tangki di Karangkates

Selasa, 23 Jun 2026
hangus dilalap api
Peristiwa

2 Rumah Warga Desa Pendem Hangus Dilalap Api, Kerugian Capai Rp700 Juta

Senin, 8 Jun 2026
Lokasi tenggelamnya remaja di Embung Babadan Ngajum. Foto: Polsek Ngajum
Peristiwa

Remaja Tewas Tenggelam di Wisata Sumber Embung Babadan Ngajum

Senin, 1 Jun 2026
Next Post
Kepala Singa Tegar yang berada di halaman luar Stadion Kanjuruhan di Malang. Tempat ini menjadi tempat menaburkan bunga mengenang tragedi yang merenggut ratusan nyawa suporter.

Saya dan Tragedi Kanjuruhan di Malam Jahanam

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.