Selasa, Oktober 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Mau Mencari Gerabah Langka, Datangi Saja Kampung Getaan

Redaksi by Redaksi
Januari 9, 2021 12:26 pm
in Berita
Seorang perajin sedang melakukan pembuatan gerabah. (foto: Bayu Eka Novanta).

Seorang perajin sedang melakukan pembuatan gerabah. (foto: Bayu Eka Novanta).

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Inilah kampung gerabah yang tercatat sudah ada sebelum tahun 1960. Kampung Getaan, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Saat ini tercatat sekitar 153 pengrajin gerabah yang masih tetap eksis. Para warga Kampung Getaan sendiri kebanyakan menghasilkan gerabah tradisional yang produksinya  mulai langka di pasaran.

READ ALSO

Rambu Stop Trans Jatim Koridor II Malang Raya Dipasang Bertahap

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Selain menjadi sentra penghasil gerabah, Kampung Getaan kini juga bertransformasi menjadi kampung wisata edukasi. Tujuannya memperkenalkan dan melestarikan kerajinan gerabah.

Perwakilan Pokdarwis Desa Pagelaran, Widayat, mengatakan, sebenarnya sempat khawatir dengan regenerasi pengrajin gerabah di Desa Pagelaran.

Salah satu produksi gerabah warga Getaan dalam proses pengeringan. (Foto: Bayu Eka Novanta).

“Awalnya kami khawatir kerajinan gerabah ini tidak ada yang melanjutkan. Terutama pada generasi mudanya. Mungkin waktu itu karena daya jual gerabah yang masih murah,” ungkapnya.

“Tapi dengan model gerabah kreasi yang mengikuti tren, Alhamdulillah itu sekarang sudah mulai berkembang. Dan sekarang generasi muda sudah mulai mau melanjutkan kerajinan gerabah ini,” katanya.

Oleh sebab itu Widayat berharap, para pemuda bisa ikut membangkitkan kerajinan gerabah lagi agar bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat kampung Getaan.

Pokdarwis Desa Pagelaran juga sudah memetakan jenis-jenis wisatawan yang akan berkunjung ke Kampung Getaan ini.

“Nanti penyambutannya akan dibagi dua, seperti wisatawan lokal yang sekedar melihat-lihat, berfoto atau selfie. Sampai membeli gerabah untuk souvernir,” katanya.

Ada pula wisatawan dari sekolah-sekolah khusus, menurut Widayat, yang memang datang untuk belajar. Karena sekolah-sekolah khusus ini lebih mengutamakan proses pembuatannya.

”Sekarang hal itu sudah bisa diterapkan. Untuk anak sekolah karena pandemi ini jadi bekum bisa aktif. Tapi persiapan sudah mulai dilaksanakan saat ini,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Paguyuban Pengrajin Gerabah Desa Pagelaran, Sutrisno bersyukur karena saat ini generasi muda sudah mau meneruskan kerajinan gerabah

Seorang perajin tengah menjemur salah satu jenis gerabah.(Foto: Bayu Eka Novanta).

“Kalau perkembangannya mulai saat ini sudah banyak yang meneruskan untuk membuat gerabah kreasi,” ucapnya.

Pasalnya, ia mengakui sendiri jika membuat gerabah bukan perkara mudah yang bisa dipelajari semalam. Untuk belajar membuat gerabah sendiri minimal butuh waktu 15 hari. ”Itupun tergantung keinginan anaknya. Kalau masalah membuat gerabah itu terkait niat dan semangat individu,” tuturnya.

Kalau niatnya benar-benar tinggi, lanjut pria yang akrab disapa Tris ini, nanti pasti cepat bisa. ”Jadi dengan kemampuan ingin bisa itu bakal membuat anak cepat bisa membuat gerabah,” imbuhnya.

Tris kemudian menjelaskan jenis-jenis gerabah yang diproduksi warga beserta harganya. Harganya mulai dari Rp 2000 sampai Rp 700.000.

Warga di Kampung Getaan ini membuat bermacam-macam gerabah. Mulai dari kendi, kemaron, cobek, pot hias, guci, sangan sampai gendok. ”Kalau harganya mahal itu karena faktor kesulitan pembuatannya, dan besar kecilnya ukuran gerabah,” pungkasnya.

Tags: Desa Pagelarankabupaten malangKampung GetaanKecamatan PagelaranKerajinan Gerabah

Related Posts

Rambu stop Trans Jatim di depan Stadion Kanjuruhan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Berita

Rambu Stop Trans Jatim Koridor II Malang Raya Dipasang Bertahap

Kamis, 15 Okt 2026
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, jelaskan soal parkir di Kota Malang. (M Sholeh)
Berita

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Kamis, 8 Okt 2026
Forum pertemuan warga Perum Griya Shanta di Kantor Dishub Kota Malang dalam pembahasan upaya pembukaan blokade jalan alternatif. (Foto/M Sholeh)
Berita

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Kamis, 8 Okt 2026
Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai
Berita

Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai

Kamis, 1 Okt 2026
Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan
Berita

Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Okt 2026
Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!
Berita

Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!

Kamis, 1 Okt 2026
Next Post
Dandim 0818 Siapkan Pengamanan Vaksin Untuk Malang-Batu - Dandim 0818 Siapkan Pengamanan Vaksin Untuk Malang-Batu

Tahap Awal Kabupaten Malang Bakal Terima 10 Ribu Vaksin Covid-19

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.