Tugumalang.id – Diskusi panas mewarnai pertemuan sopir angkot dengan Pemkot Malang, DPRD Kota Malang dan Pemprov Jatim di Mini Blok Office Balai Kota Malang pada Kamis (1/10/2026). Para sopir angkot mendesak Bus Trans Jatim koridor II tak dioperasikan dulu sebelum persoalan atau RP koridor I selesai.
Mulanya, forum tersebut berjalan tenang. Seluruh pihak menyampaikan pandangan pandangannya di hadapan forum. Namun, sopir angkot merasa forum itu belum menjawab kerasahan soal masalah bus Trans Jatim koridor I yang dinilai belum selesai.
“Jangan harap bus Trans Jatim koridor II bisa berjalan kalau masalah koridor I saja belum selesai,” kata salah satu perwakilan sopir angkot.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Minta Trans Jatim Beri Manfaat bagi Angkot
Mereka juga mempertanyakan soal skema pemerintah dalam menyelesaikan dampak operasional bus Trans Jatim koridor I. Sebanyak 494 sopir angkot disebut terdampak secara ekonomi pasca Trans Jatim beroperasi di Malang.
“Ada 494 pengemudi yang pendapatannya merosot setelah bus Trans Jatim I berjalan. Kami berharap pemerintah memberikan solusi,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan bahwa pemerintah telah berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang baik.
Menurutnya, ratusan sopir angkot yang terdampak memang perlu diperhatikan seiring operasional Trans Jatim. Salah satunya menyusun program jangka panjang yang brnar benar solutif.
“Menyusun program untuk memberikan solusi menyelesaikan dampak transportasi publik akibat Trans Jatim I dan II. Soal angka 494 pengemudi terdampak mungkin nanti bisa diselesaikan bertahap,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A































