MALANG – Ketua Badan Siber Ansor Jatim yang juga Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Mahdi Kherid, mendukung keputusan Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri.
Dukungan itu disampaikan Mahdi setelah Komisi III DPR RI menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri secara aklamasi dalam uji kelayakan dan kepatutan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Selanjutnya, nama Suyudi akan dibawa ke rapat paripurna DPR sebelum diserahkan kepada Presiden untuk proses pelantikan.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Wajib All Out!
Habib Mahdi, demikian dia akrab disapa, pilihan Presiden Prabowo menunjuk Suyudi merupakan langkah yang tepat. Ia menilai Suyudi memiliki pengalaman panjang di kepolisian sekaligus rekam jejak yang cukup kuat dalam menjalankan tugas-tugas strategis.
“Menurut saya, pilihan Pak Prabowo kepada Komjen Suyudi Ario Seto merupakan langkah yang tepat. Beliau memiliki pengalaman panjang di kepolisian dan selama menjabat sebagai Kepala BNN juga menunjukkan kemampuan dalam memimpin lembaga serta membangun sinergi dengan berbagai elemen,” kata Mahdi.

Suyudi sebelumnya dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025. Dalam perjalanan kariernya, Suyudi pernah menjabat sejumlah posisi strategis, antara lain Wakapolda Metro Jaya dan Kapolda Banten. Ia juga memiliki pengalaman di bidang reserse dan pernah bertugas di Bareskrim Polri.
Mahdi menilai pengalaman Suyudi selama memimpin BNN juga menjadi modal penting. Berdasarkan data yang dihimpun, dalam rapat kerja BNN bersama Komisi III DPR RI pada Februari 2026, Suyudi memaparkan capaian BNN sepanjang 2025, di antaranya pengungkapan 773 kasus tindak pidana narkotika dan psikotropika dengan 1.214 tersangka.
BNN juga mengungkap 63 jaringan peredaran narkotika terorganisasi, terdiri atas 56 jaringan nasional dan tujuh jaringan internasional. Barang bukti yang disita antara lain 4,01 ton sabu, 2,19 ton ganja, dan 1,2 ton ketamin. BNN juga mengungkap enam kasus tindak pidana pencucian uang terkait narkotika dengan aset yang disita mencapai Rp144,19 miliar.

“Angka-angka itu menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi lembaga penegak hukum sangat besar. Yang saya lihat, Pak Suyudi mampu membawa pendekatan penegakan hukum sekaligus membangun kerja sama dengan banyak pihak. Ini penting ketika beliau nantinya memimpin institusi sebesar Polri,” ujar Mahdi.
Ia juga menyoroti kemampuan Suyudi dalam membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Menurut Mahdi, Kapolri ke depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan dalam aspek penegakan hukum. Kapolri juga harus mampu membangun hubungan yang baik dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, pesantren, serta berbagai kelompok masyarakat.
“Saya pernah mengantar beliau keliling ke Pesantren di Jawa Timur, saya melihat bagaimana beliau berkomunikasi dengan santun namun tetap berwibawa kepada pimpinan pesantren, ini perlu dilanjutkan kedepannya agar Polri benar-benar menyatu dengan masyarakat dan tokoh Agama,” imbuhnya.
Mahdi berharap, jika nantinya resmi menjadi Kapolri, Suyudi dapat membawa kemajuan dalam tubuh Polri, terutama dalam memperkuat integritas anggota kepolisian dan hubungan antara polisi dengan masyarakat.
“Kalau polisi baik, insyaAllah masyarakat dan Indonesia akan menjadi baik,” imbuhnya.
Ia berharap reformasi kepolisian tidak hanya diterjemahkan dalam bentuk pembenahan internal, tetapi juga terlihat dalam pengalaman masyarakat ketika berhadapan dengan aparat kepolisian.
“Harapan saya, Pak Suyudi bisa membawa kemajuan bagi kepolisian. Terutama dalam hal integritas. Polisi harus semakin dipercaya masyarakat, bukan hanya karena kewenangan yang dimiliki, tetapi karena kehadirannya benar-benar dirasakan sebagai pengayom dan pelindung masyarakat,” tutur Mahdi.
Menurut dia, prinsip Polisi Bersama Masyarakat yang diusung Suyudi dalam visi kepemimpinannya sebagai calon Kapolri memiliki relevansi dengan kebutuhan Polri saat ini.
Dalam fit and proper test di Komisi III DPR RI, Suyudi memang mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi Polri. Ia menyatakan masyarakat harus ditempatkan sebagai pusat orientasi tugas kepolisian.
Reporter: Irham Thoriq
Editor: Herlianto. A































