Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Kisah Wahyudi, Pegiat Pertanian Organik Asal Ngawi yang Rela Berkendara Motor hingga Sumatera

Redaksi by Redaksi
September 9, 2022 9:17 pm
in Pilihan Redaksi
wahyudi

Wahyudi menunjukkan padi organik. Foto: dok Wahyudi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Berkeliling dari satu daerah ke daerah lain menggunakan sepeda motor telah menjadi kebiasaan Wahyudi, pegiat pertanian organik asal Dusun Kasihan, Desa Sidomakmur, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Wahyudi rajin berbagi kabar baik soal pertanian organik, khususnya padi, kepada petani-petani di berbagai daerah. Paling jauh, dia berkendara motor hingga Lampung, provinsi paling selatan di Pulau Sumatera.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

“Saya ke mana-mana selalu naik sepeda motor. Sekarangpun dari Ngawi ke Subang saya juga naik motor. Rencana ke depan, ke Banten, ke Lampung, juga naik motor,” bebernya.

wahyudi
Wahyudi saat memberikan pelatihan di Subang. Foto: dok Wahyudi

Dia menjelaskan bahwa berkeliling Jawa-Sumatera menggunakan motor agar lebih dapat menikmati perjalanan. “Dan bisa singgah di rumah kawan-kawan di setiap daerah. Lebih asyik aja naik sepeda motor,” imbuhnya.

Wahyudi sendiri merupakan pendiri Sri Organik Nuswantara. Komunitas yang berdiri sejak tahun 2015 dan bergerak di bidang pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan, juga seni, adat, dan budaya. “Kami bergerak dengan hati nurani membantu petani. Visi misi kami penyelamatan lingkungan,” ujarnya.

Sri Organik Nuswantara sendiri lahir dari keprihatinan Wahyudi terhadap beberapa permasalahan yang ada di masyarakat, terutama terkait petani dan alam pertanian. “Di Pulau Jawa inikan dari tahun ke tahun penggunaan pupuk kimia yang sangat berlebihan dan racun-racun pestisida yang cenderung pemakaiannya sangat luar biasa,” bebernya.

wahyudi
Wahyudi menunjukkan padi organik (tangan kanan) dan padi anorganik (tangan kiri). Foto: dok Wahyudi

Namun, kata Wahyudi, hal itu tidak membuat hasil produksi yang semakin baik, malah hama penyakit bertambah banyak. “Kenapa seperti itu? Sehingga kami belajar dan belajar terkait pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan. Saya belajar ke Jawa Barat. Kami melakukan riset sendiri dengan biaya sendiri,” bebernya.

Wahyudi melakukan riset pertamanya pada tahun 2003-2004 di lahan seluas 3 ribu meter persegi. Lebih dari Rp 50 juta dana pribadi ia gelontorkan untuk riset ini. “Enam musim kami tidak panen, tapi kami panen ilmunya, menemukan sumber masalahnya,” jelasnya.

Kata dia, apa yang dilakukan oleh petani-petani di Indonesia bukan mengarah ke budi daya yang berbudi dan berluhur, namun bagaimana menggenjot lahan, sawah, perkebunan, bahkan perikanan supaya mendapat hasil yang maksimal.

wahyudi
Wahyudi bersama sayuran organik yang ia tanam. Foto: dok Wahyudi

“Bukti atau fakta ini sudah terjadi di mana-mana, hasil menurun, penyakit bertambah banyak, sehingga ini jadi masalah besar di negeri kita,” sebutnya.

Berangkat dari keprihatinan ini, Wahyudi tergerak. Dia kembali ke daerah asalnya, Ngawi, dan giat memberikan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan kepada para petani lewat Sri Organik Nuswantara.

Program pertanian Sri Organik Nuswantara ada beragam. Pertama, ada Pembelajaran Ekologi Tanah (PET) selama lima hari. Kedua, ada program pendampingan petani selama satu musim atau lima bulan. Bagi petani yang telah menjalani program ini, ada program lanjutan yakni ToT (Training Of Trainer), sebuah program pelatihan menjadi pendamping pertanian organik. “Istilahnya kita juga mencetak kader-kader,” jelasnya.

Wahyudi menekankan bahwa Sri Organik Nuswantara bukan hanya sekedar mengajak, membujuk, atau merayu petani melakukan budi daya padi organik, namun ada proses penyadaran.

“Bangsa ini punya bahan-bahan melimpah menuju pertanian organik. Kotoran ternak banyak, jerami banyak, limbah tanaman banyak, tapi itu kerap tidak disadari bahwa itu bermanfaat,” sebutnya. Maka, dia giat berupaya menyadarkan para petani agar menggunakan pupuk organik.

Terkait kesulitan sosialisasi pertanian organik, Wahyudi mengaku ada di subjek yang menjalankan pertanian organik itu. “Siapa nih yang menerima atau siapa nih target kita? Kita pengennya semua petani mau melakukan itu (pertanian organik) tapi yang membuat kebijakan di negeri ini, terutama di desa itukan kepala desa, dan itupun tidak banyak yang respon terkait ini,” bebernya.

Saat ini, Sri Organik Nuswantara telah memiliki lebih dari 20 orang pendamping pertanian organik. Selain itu, juga telah membentuk tiga kelompok tani organik di Ngawi, dua di Wonogiri, satu di Kudus, dan satu di Jepara.

Wahyudi juga membuka kelas magang bagi petani yang ingin belajar di rumahnya. “Saat ini di rumah ada peserta magang empat orang. Mereka belajar selama empat musim. Sebelumnya ada magang dua orang dari Jepara, satu dari Jogja, satu dari Jakarta,” bebernya.

Semua pelatihan dalam kelas magang itu bersifat gratis. Para peserta mendapat fasilitas tempat tidur, kamar mandi, dan makan tiga kali sehari. “Saya tidak mau pasang tarif tentang hal ini. Seikhlasnya mereka. Kalau ada yang mau nyumbang silahkan kami terima. Bukan kami kaya, tidak. Kami melihat semangat teman-teman ini bagaimana agar bisa belajar bareng,” ujarnya.

Selain membentuk Sri Organik Nuswantara, Wahyudi juga telah membuat Bank Benih Lokal Nuswantara. Sebuah komunitas yang mengumpulkan benih-benih padi lokal unggul. Bank benih ini bersifat simpan pinjam untuk pemberdayaan petani.

Semua yang ia lakukan semata-mata untuk berbakti kepada ibu pertiwi. Meski tak tamat menempuh pendidikan Tsanawiyah, Wahyudi berhasil membuktikan diri bahwa berbakti kepada negeri tidak harus berpendidikan tinggi.

Itulah yang tercermin dalam tagline Sri Organik Nuswantara: Persembahan anak negeri untuk pangan dan alam yang lestari.

wahyudi
Poster Jelajah Jawa-Bali dengan Ekosistem Paragon Corp, Bercerita Soal Kreasi Anak Bangsa

Catatan ini adalah bagian dari program Jelajah Jawa-Bali, tentang Inspirasi dari Kelompok Kecil yang Memberi Arti oleh Tugu Media Group x PT Paragon Technology and Innovation. Program ini didukung oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Pondok Inspirasi, Genara Art, Rumah Wijaya, dan pemimpin.id

Reporter: Lizya Kristanti

Editor: Lizya Kristanti

Tags: jelajah jawa balikabupaten ngawipertanian organikwahyudi

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
feedloop

Feedloop, Startup Asal Bandung yang Membuat Aplikasi Tanpa Coding

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.