Rabu, Juli 22, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Ahmad Zakaria, Mantan Anak Jalanan yang Jadi Santri, Kini Bermimpi Jadi Pengusaha Sukses

Redaksi by Redaksi
September 1, 2022 9:00 am
in Pilihan Redaksi
ahmad zakaria

Ahmad Zakaria, mantan anak jalanan yang kini menjadi santri. Foto: Irham Thoriq

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pendidikan dinilai menjadi tempat paling efektif untuk menggantungkan harapan. Tampaknya inilah yang dialami oleh Ahmad Zakaria, 19 tahun, santri dari Pesantren Anak Jalanan Attamur, Cibiruhilir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pesantren ini disebut pesantren anak jalanan karena beberapa di antaranya adalah dari anak jalanan. Selain itu, juga ada beberapa santri dari warga kurang mampu dan pengguna narkoba yang sudah bertaubat.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Kepada tim “Jelajah Jawa-Bali, Mereka yang Memberi Arti” oleh Tugu Media Group dan Paragon Technology and Innovation, Zakaria bercerita tentang hidupnya.

ahmad zakaria

“Saya ada masalah dengan paman saya, lalu saya dikirim ke sini pada 2016 lali,” kata pria yang belum lulus Sekolah Dasar (SD) ini saat ditemui di pesantrennya.

Meski sudah menjadi santri, ketika itu, Zakaria tetap menjadi pengamen dari angkot ke angkot, dan dari terminal ke terminal. Menjadi anak jalanan itu sudah dia jalani sejak 2011. “Mama saya meninggal tahun 2010, setelah itu saya mengamen,” imbuhnya.

Ketika sudah menjadi santri, Zakaria mengamen dari pagi sampai siang. “Kita mengikuti teman-teman saja, kalau teman-teman pulang, saya juga pulang,” ucapnya.

“Sedangkan sore dan malam, saya mengaji Al-Qur’an dan kitab,” imbuhnya.

Namun, sejak 2021 lalu, Zakaria sudah tidak lagi mengamen. “Karena di terminal sekarang ada preman yang minta setoran Rp 50 ribu, sehari, sedangkan pendapatan tidak mesti,” katanya.

Saat ini, Zakaria ingin mengikuti sekolah persamaan paket A atau setara SD. Dia diminta pengasuh pesantren, Gus Syamsudin, untuk mengikuti paket A.

Selain itu, Zakaria juga ingin menekuni usaha martabak manis. Kebetulan, ada alumni pesantren tersebut yang sukses menjadi pengusaha martabak manis. “Ini sudah diajari oleh beliau,” katanya.

Sementara itu, Lurah Pondok atau Ketua Pondok Pesantren, Hasbulloh Yusuf mengatakan, di pesantren ini memang datang dari berbagai latar belakang. “Kalau Zakaria ini memang dulu mengamen, tapi tetap mengaji,” katanya.

ahmad zakaria
Ahmad Zakaria (kanan) dan Lurah Pondok, Hasbullah Yusuf (kiri). Foto: Irham Thoriq

Karena datang dari berbagai kalangan, pesantren ini tidak terlalu agresif mencari santri. Saat ini, ada sekitar 20 santri di pesantren yang berdiri sejak 2008 ini. “Kita tidak boleh pasang papan nama oleh pengasuh, jadi yang tahu saja yang ke sini,” pungkasnya.

Catatan ini adalah bagian dari program Jelajah Jawa-Bali, tentang Inspirasi dari Kelompok Kecil yang Memberi Arti oleh Tugu Media Group x PT Paragon Technology and Innovation. Program ini didukung oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Pondok Inspirasi, Genara Art, Rumah Wijaya, dan pemimpin.id.

Reporter: Irham Thoriq

Editor: Lizya Kristanti

Tags: ahmad zakariaanak jalananjelajah jawa balikabupaten bandung

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
pemila ui

Forum Pemila UI Transparan: Pemilihan Langsung Ketua Iluni UI Mengabaikan Prinsip Transparansi

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.