Tugumalang.id – Kasus dugaan pelecehan hingga kekerasan seksual yang menyeret nama pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Julianto Eka Putra (JE), mulai disorot banyak pihak, salah satunya oleh Deddy Corbuzier.
Para korban pelecehan seksual motivator ulung itu mengadukan kisah pilunya ke berbagai pihak, dari podcast ke podcast. Salah satunya mereka ikut buka suara di podcast Deddy Corbuzier, pada Rabu 6 Juli 2022.
Dua perempuan korban JE itu mengungkap secara gamblang apa yang mereka alami hampir secara detail dalam podcast dengan total durasi 35 menit tersebut.
Disebutkan salah satu korban, aksi bejat terdakwa dilakukan di berbagai tempat. Mulai di dalam ruang kantor, gedung sekolah, hingga di kamar pribadi. Tak tanggung-tanggung, korban mengaku mendapat pelecehan seksual, termasuk penetrasi sebanyak 15 kali.
Kejadian itu rata-rata dialami waktu masih di bangku SMA. Modus aksi bejat itupun diceritakan bertahap. Mulai ajakan rapat, bujuk rayu dengan kata-kata mutiara dan motivasi, hingga berujung pemaksaan.
”Saya bahkan ditelanjangi bagian atas saya waktu di kamar. Saya ngotot tidak mau dan akhirnya dia maksa saya melakukan itu (oral seks),” kisah salah satu korban kepada Deddy.
Hingga sekarang, korban merasa trauma dan tidak ingin mengingat kembali memori kelamnya itu. Namun, berhubung untuk kepentingan keadilan para korban dan kejadian yang berkepanjangan, keduanya rela terus berjuang mengungkapkan kebenaran.
”Kami tidak ada kepentingan apa-apa, tidak ingin apa-apa. Kami hanya tidak ingin ada korban adik-adik selanjutnya. Tolong jangan dinihilkan. Buat apa kami rela malu kayak gini kalau ini bohongan,” tegas mereka.
Keduanya berharap besar aparat hukum mengusut tuntas perkara ini, terlepas siapapun pelakunya. Kini, perkara itu masih bergulir di Pengadilan Negeri Malang dan sudah memasuki sidang ke-19 dan terdakwa belum dilakukan penahanan.
Menurut korban, selama sidang dia juga menemui banyak kejanggalan. “Saya tidak diperbolehkan menyerahkan bukti foto atau recording. Sedangkan JE diperbolehkan menyerahkan bukti-bukti baru,” ungkapnya.
Korban berharap besar agar korban-korban lain ikut mendukung upaya perjuangan ini dengan ikut buka suara terkait apa yang dialaminya. ”Korban lain yang cerita ke saya juga banyak sebenarnya. Tapi mereka tidak mau dan malu,” imbuhnya.
Soal profil Julianto Eka Putra sendiri merupakan tokoh sukses. Dia dikenal sebagai motivator sukses dan menjadi salah satu pencetus pendirian sekolah bagi anak-anak kurang mampu dan yatim piatu itu.
SMA SPI kemudian berhasil didirikan pada tahun 2007. Di dalamnya menghimpun peserta didik yatim piatu dan kurang mampu dari seluruh Indonesia. Selama pendidikan, mereka tidak dipingut biaya alias gratis. Pendanaan sekolah murni didapat dari donatur.
Sepak terjangnya kemudian mendapat pengakuan banyak pihak. Salah satunya pada 2018, dia pernah menerima penghargaan sebagai sosok inspiratif pada acara Kick Andy Heroes. Kisahnya juga pernah diangkat menjadi film layar lebar pada 2018. Judulnya Say I Love You.
Reporter: Ulul Azmy
Editor: Lizya Kristanti
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID ,
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id





























