Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Kurikulum Merdeka Belajar untuk SMK, Dirjen Vokasi Sebut Fungsi Guru Harus Berubah

Redaksi by Redaksi
Maret 29, 2022 3:51 pm
in Pilihan Redaksi
kurikulum - Kurikulum Merdeka Belajar untuk SMK, Dirjen Vokasi Sebut Fungsi Guru Harus Berubah

Dirjen Vokasi Kemendikbudristek RI, Wikan Sakarinto. Foto: tangkapan layar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Dirjen Vokasi Kemendikbudristek RI, Wikan Sakarinto menjadi pembicara dalam program Fellowship Jurnalisme Pendidikan Batch IV yang digagas Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan berkolaborasi dengan PT Paragon Technology and Innovation, pada Senin 28 Maret 2022.

Dia membahas soal era revolusi industri 4.0. Di mana pemerintah tengah getol menggaungkan konsep Merdeka Belajar. Konsep pembelajaran yang fokus pada pengembangan talenta siswa ini, juga tengah diterapkan di lingkup pendidikan vokasi dan yang paling mendasar adalah di jenjang SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Konsep Merdeka Belajar, kata dia, tentu sangat bertolak belakang dengan konsep pembelajaran gaya lama di Indonesia yang mengadopsi konsep pembelajaran di Jerman era 1970-an. Sementara, di negeri Panzer itu, kini sudah mereformasi gaya itu dan Indonesia justru masih menerapkan pola yang sama.

Dirjen Vokasi Kemendikbudristek RI, Wikan Sakarinto (kiri) dan Direktur GWPP, Nurcholis MA Basyari (kanan). Foto: tangkapan layar

Perubahan ini tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Saat ini, kurikulum Merdeka Belajar butuh sosok guru yang revolusioner, terutama di lingkup SMK dan Vokasi. Di mana selama ini SMK mendapat stigma sebagai lembaga pencetak tukang alias pekerja. Ini menjadi tantangan besar pemerintah dalam mengubah citra pendidikan itu.

‘Tantangan terbesar saat ini ada pada guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik lainnya. Soal kesiapan mindset, mindset untuk berubah,” tegasnya.

Upaya yang dilakukan Kemendikbudristek dalam hal ini juga terus dilakukan lewat pelatihan guru-guru SMK. Bahkan, sebut dia, upaya mengubah mindset lama ini sudah memakan anggaran hingga ratusan miliar rupiah.

“Kami menganggarkan ratusan miliar itu untuk training guru dan dosen. Terutama training mindset. Link and match. Tidak hanya sekadar teori, tapi juga lebih pada practical based, pada project based learning, kemudian unsur pedagogi,” ungkapnya.

Menurut Wikan, fungsi guru hari ini sudah harus berubah. Dari tadinya guru merupakan sosok yang ditakuti dan dihormati, kini sudah harus mengubah fungsinya menjadi seorang fasilitator atau coach. Sekat-sekat dalam dunia pendidikan sudah harus dijebol.

Sosok guru sebagai fasilitator ini nanti akan selaras dalam penerapan kegiatan belajar sesuai kurikulum baru yang berbasis pada project based learning atau Teaching Factory (TeFa).

Penerapan TeFa di SMK ini nantinya akan berfokus pada pembelajaran terhadap siswa didik untuk menciptakan produk atau jasa sesuai minat dan bakatnya masing-masing.

”Jadi nanti sejak kelas dua itu dia sudah kita beri tanggung jawab untuk mengerjakan projek. Project riil (nyata) atas permintaan konsumen betulan. Siswa sendiri yang nyari konsumen. Dari situlah dia belajar dan memperkaya pengalaman,” jelasnya.

Dari penerapan TeFa ini, kata dia, sosok guru masa depan memiliki peran yaitu dengan membekali siswa didik dengan karakter leadership yang baik, mempertajam daya literasi, numerasi, kreativitas, dan berpikir kritis.

”Dengan begitu, SMK nanti tidak akan menciptakan tukang tapi melahirkan seorang entrepreneur sejati, seorang pembelajar sepanjang hayat. Sekarang tinggal mindset itu tadi. Saya kira sudah banyak berubah. Kita tinggal hanya mengawalnya terus,” ujarnya.

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: kurikulummalangMerdeka

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
Plafon Gedung Islamic Center Kota Malang runtuh

Plafon Gedung Islamic Center Kota Malang Runtuh, Usai Diguyur Hujan dan Angin Kencang

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.