Malang, Tugumalang.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mencanangkan gerakan penanaman 2.000 pohon buah sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Green Campus. Aksi bertajuk Sedekah Pohon itu mewarnai kegiatan Fun Run Exploring Scenery of Highland 2.0 dan Walking Around Lovely Track of Highland (FRESH 2.0 & WALK) 2026.
Penanaman pohon dilakukan secara bertahap dan dipimpin langsung Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si., di kawasan Kampus 3 UIN Maliki Malang, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan penghijauan tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Dies Maulidiyah ke-65 sekaligus Lustrum XIII UIN Maliki Malang. Penanaman pohon secara simbolis menjadi langkah awal kampus untuk mengembangkan kawasan pendidikan yang hijau, asri, dan ramah lingkungan.
Aksi dimulai dengan penanaman bibit pohon manggis oleh Prof. Ilfi di area Kampus 3. Kegiatan itu kemudian diikuti Ketua Ikatan Alumni (IKA) UIN Maliki Malang Hasanudin Wahid, jajaran pimpinan universitas, serta seluruh peserta yang hadir.
Baca juga: Ribuan Alumni Terhubung Kembali Lewat Momen Reuni Akbar UIN Malang 2026
Sejumlah varietas tanaman buah telah disiapkan untuk menghijaukan kawasan kampus. Di antaranya manggis, mangga, matoa, hingga asam jawa. Pemilihan tanaman buah tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi seluruh elemen kampus maupun makhluk hidup di sekitarnya.
Prof. Ilfi menyebut gerakan Sedekah Pohon sebagai bentuk investasi jangka panjang sekaligus sedekah ekologis. Menurut dia, pembangunan kampus tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan.

’’Manfaat pohon ini mungkin masih baru terlihat jangka tahunan. Memang ini investasi jangka panjang. Yang perlu diingat, kita sedang bersedekah pohon. Pembangunan kampus tidak boleh hanya menanam beton, tapi juga dengan menanam pohon,” tegas Prof. Ilfi.
Ia menjelaskan, UIN Maliki Malang berkomitmen ikut berkontribusi dalam pembangunan peradaban umat. Upaya tersebut, menurut dia, harus bertumpu pada keselarasan tiga aspek utama, yakni kesehatan jiwa, raga, dan kelestarian lingkungan atau bumi.
“Peradaban tidak lepas dari tiga hal. Sehat jiwanya, sehat raganya, dan sehat buminya. Sehat jiwanya dan sehat raganya, tetapi buminya tidak sehat, akan hancur. Maka syariah tidak terjaga,” ujarnya.
Target 2.000 Pohon di Lahan 120 Hektare
Kawasan Kampus 3 UIN Maliki Malang di Kota Batu berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 120 hektare. Luas tersebut menjadi potensi pengembangan kawasan konservasi hijau di lingkungan perguruan tinggi.
Prof. Ilfi menargetkan penanaman 2.000 pohon dilakukan secara bertahap dengan melibatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga alumni. Gerakan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah instansi eksternal dan sponsor.
Salah satunya melalui hibah bibit dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang menyumbangkan sekitar 150 bibit tanaman. Selain itu, sejumlah mitra kampus turut memberikan dukungan berupa ratusan bibit pohon berkualitas.
Prof. Ilfi berharap seluruh bibit yang ditanam dapat dirawat dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan generasi mendatang.
’’Kami berharap pohon-pohon ini tumbuh subur, sehingga tiga, lima, atau sepuluh tahun mendatang, buahnya bisa dinikmati oleh seluruh sivitas akademika,” tandasnya
Gerakan penanaman pohon sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan olahraga FRESH 2.0 & WALK. Prof. Ilfi menjelaskan, perpaduan kegiatan tersebut merupakan bentuk kesadaran sivitas akademika untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus lingkungan.
Menurut dia, kesehatan manusia tidak cukup hanya diukur dari aspek fisik dan mental. Kondisi tersebut juga harus didukung ekosistem lingkungan yang lestari.
Karena itu, FRESH 2.0 dan WALK dirancang untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat sekaligus memperkenalkan kawasan Kampus 3 UIN Maliki Malang yang memiliki lahan luas.
“Kita ajak semua elemen masyarakat dan elemen kampus untuk fun run dan fun walk. Tidak semua orang kuat untuk fun run, maka ada pilihan jalan mengelilingi kampus,” tambahnya.
Fun Run 5 Kilometer dan WALK 1,8 Kilometer
Sementara itu, Koordinator Kegiatan Yossi Indra Kusuma menjelaskan, ajang tersebut terbagi menjadi dua kategori utama.
Kategori Fun Run menempuh jarak lima kilometer dan terbuka bagi masyarakat umum maupun sivitas akademika. Kegiatan ini tidak mengusung format kompetisi ketat untuk memperebutkan podium tercepat, melainkan menerapkan batas waktu atau cut off time maksimal 90 menit.
Baca juga: UIN Maliki Malang Buka Dua Prodi Baru, Ekonomi Syariah dan Manajemen Haji
Adapun kategori WALK atau jalan sehat menempuh jarak sekitar 1,8 kilometer. Kegiatan ini diperuntukkan bagi keluarga besar UIN Maliki Malang, mulai dosen, tenaga kependidikan, alumni, hingga anggota keluarga.
Panitia mencatat tingginya antusiasme peserta melalui sebaran ribuan kupon jalan sehat. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan senam Zumba bersama untuk mempererat kebersamaan.
Melalui kegiatan tersebut, UIN Maliki Malang berharap peringatan Dies Maulidiyah tidak sekadar menjadi pengingat usia institusi. Momentum ini juga diharapkan mendorong budaya hidup sehat sekaligus mempelopori pengembangan kampus ramah lingkungan di Jawa Timur.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































