Malang, Tugumalang.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) untuk menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) secara swakelola di Kabupaten Kuningan dan Kota Banjar, Jawa Barat. Penyusunan ini melibatkan dosen dan mahasiswa untuk mendukung penataan ruang di kedua wilayah tersebut.
Pesatnya pertumbuhan investasi dan pariwisata lokal membuat penataan ruang menjadi penting. Untuk itu, tim ITN Malang turun langsung ke lapangan guna menyusun perencanaan kawasan yang tepat sasaran dan berwawasan lingkungan.
Khusus di Kabupaten Kuningan, rangkaian kegiatan diawali dengan Konsultasi Publik 1 Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RDTR untuk Wilayah Perencanaan Perkotaan Kuningan dan Sekitarnya serta Perkotaan Luragung. Kegiatan tersebut digelar di Ballroom Grand Cordela Hotel AS Putra Kuningan pada Rabu (14/10/2026).
Baca juga: Kutai Barat Gandeng ITN Malang Susun RDTR dan KLHS Kawasan Linggang Bigung
Ketua Tim Penyusun RDTR ITN Malang, Dr. Ir. Agustina Nurul Hidayati, MT, mengatakan, penyusunan RDTR di Kabupaten Kuningan memiliki dinamika tersendiri. Tingginya minat investor dan banyaknya permohonan izin bangunan membuat batas wilayah perencanaan atau delineasi harus dirumuskan ulang beberapa kali.
“Delineasi di Kuningan ini bahkan sampai lima kali perumusan ulang. Awalnya kami mau fokus di kawasan perkotaan saja, tapi ternyata permohonan izin pembangunan justru menumpuk di daerah yang berbatasan dengan kawasan lindung dan lokasi wisata. Akhirnya kami perluas mencakup 29 desa dan kelurahan di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kuningan, Cigugur, dan Sindangagung,” ujar Nurul, sapaan akrabnya, saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang beberapa waktu lalu.
Perluasan Wilayah Perencanaan di Kuningan
Kawasan Cigugur dan sekitarnya belakangan menjadi magnet bagi investor dari luar daerah, seperti Bandung. Mereka mengincar lahan untuk hunian maupun usaha pariwisata.
Baca juga: Perkuat Ketahanan Bencana di Nagekeo dan Kawasan Perbatasan di TTU, ITN Malang Dipercaya Kementerian ATR/BPN Susun RDTR di NTT
Selain wilayah Perkotaan Kuningan, tim ITN Malang juga menyusun RDTR untuk Kecamatan Luragung. Wilayah ini memiliki karakter berbeda karena perkembangannya cenderung menyebar dan berbasis pertanian. Meski demikian, aktivitas perizinan di Luragung terbilang aktif karena didukung akses jalan yang memadai.
Untuk menyelesaikan pemetaan wilayah yang luas dan kompleks tersebut, ITN Malang menerjunkan 14 personel ke lapangan. Tim itu mencakup delapan mahasiswa program studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) S-1 serta personel dari Teknik Lingkungan.
“Proses surveinya lumayan panjang dan menantang buat tim khususnya mahasiswa karena wilayahnya luas. Tapi antusiasme warga dan para kepala desa di sana luar biasa. Saat Forum Group Discussion (FGD) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), semua Kades hadir dan menyampaikan unek-uneknya. Diskusi jadi hidup dan itu sangat memudahkan kami merumuskan perencanaan yang pas,” tambah dosen PWK ITN Malang tersebut.
Libatkan Mahasiswa dalam Perencanaan Tata Ruang
Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam proyek tersebut menjadi bagian dari upaya ITN Malang berkontribusi dalam penataan ruang dan pembangunan daerah. Mahasiswa tidak hanya mempelajari perencanaan secara akademis, tetapi juga terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan tata ruang di lapangan.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami tantangan perencanaan wilayah sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
editor: jatmiko





































