Malang, Tugumalang.id – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) melepas 800 wisudawan. Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana ke-93 Periode III Tahun 2026 digelar di Gedung Soeharto Kampus 1, Sabtu (5/9/2026).
Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, CAHRM, CRMP mengingatkan para lulusan agar tidak menganggap wisuda sebagai akhir perjalanan akademik.
Menurut dia, lulusan akan menghadapi dunia kerja yang menuntut kemampuan beradaptasi, daya saing, karakter, serta ketahanan mental. Karena itu, lulusan UIN Malang harus memiliki bekal hard skill dan soft skill, bukan sekadar membawa ijazah.
“Kami sudah berusaha bagaimana putra-putri Bapak/Ibu punya akhlakul karimah, punya karakter yang kuat, punya mental yang kuat sekuat baja, tidak mudah terombang-ambing oleh keadaan dan perubahan,” ujar Prof. Ilfi.
Kampus, lanjut dia, juga memberikan pembelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris selama satu tahun sebagai bagian dari bekal mahasiswa.
Prof. Ilfi juga menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua mahasiswa apabila selama empat tahun mendapat amanah mendidik putra-putrinya masih terdapat kekurangan.
“Tidak terasa sudah empat tahun Bapak/Ibu menitipkan, menyerahkan putra-putrinya pada pimpinan di sini untuk dididik, untuk dibina, karakternya dibangun, akhlaknya. Kini sudah waktunya untuk saya serahkan kembali kepada Bapak/Ibu,” ungkapnya.
Baca juga: Fakultas Psikologi UIN Malang Jalin Kolaborasi Bersama MAN 3 Banyuwangi
Wakil Rektor Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Assoc. Prof. Dr. H. Basri, M.A, Ph.D menyampaikan, dari 800 wisudawan, sebanyak 589 merupakan lulusan program sarjana, 38 lulusan program profesi, 145 lulusan magister, dan 28 lulusan doktor.
“Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana ke-93 Periode III Tahun 2026. Data akademik menunjukkan mayoritas lulusan mencatat prestasi akademik tinggi,” kata Basri.
“Sebanyak 65 persen lulusan sarjana meraih predikat cumlaude dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,72,” imbuhnya.
Pada jenjang profesi, rata-rata IPK mencapai 3,49. Sebanyak 87 persen lulusan meraih predikat sangat memuaskan dan 5 persen meraih cumlaude.
Lulusan magister mencatat rata-rata IPK 3,89. Sebanyak 91 persen lulusan S2 meraih predikat cumlaude. Sementara lulusan doktor mencatat rata-rata IPK 3,89 dengan 96 persen meraih predikat cumlaude.
Capaian akademik tersebut juga diikuti masa studi yang relatif cepat. UIN Malang mencatat 516 lulusan sarjana atau 88 persen menyelesaikan pendidikan dalam 7–8 semester.
Pada jenjang magister, sebanyak 99 orang atau 68 persen menyelesaikan pendidikan dalam 3–4 semester. Sementara pada jenjang doktor, 12 orang atau 43 persen menyelesaikan studi dalam 4–6 semester dan 12 orang lainnya atau 43 persen dalam 7–9 semester.
Basri mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya kampus menyiapkan lulusan agar memiliki kompetensi untuk menghadapi dunia kerja.
“Kami berharap ilmu yang didapatkan anak-anak semuanya bisa bermanfaat dan siap untuk menghadapi dunia kerja,” tuturnya.
Wisudawati Mendominasi Lulusan
Dari total 800 wisudawan, 522 orang atau 65,3 persen merupakan perempuan. Sementara lulusan laki-laki berjumlah 278 orang atau 34,8 persen.
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) menjadi fakultas dengan jumlah lulusan terbanyak, yakni 169 orang. Fakultas Sains dan Teknologi menyusul dengan 125 orang, Fakultas Humaniora 94 orang, Fakultas Syariah 92 orang, Fakultas Ekonomi 59 orang, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 58 orang, serta Fakultas Psikologi 41 orang.
Baca juga: Dosen UIN Malang Nur Mahmudah Ikuti Halaqah Ulama Perempuan
Program Pascasarjana menyumbang 162 lulusan dari jenjang magister dan doktor.
Dua lulusan sarjana mendapat predikat wisudawan terbaik. Gelar tersebut diraih mahasiswa Prodi Studi Bahasa dan Sastra asal Aceh dengan IPK 3,99 pada bidang ilmu sosial, humaniora, dan keagamaan.
Sementara dalam bidang sains, teknik, dan kesehatan, predikat wisudawan terbaik diraih Rizki Nur Maulidida.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko































