Selasa, Oktober 20, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Data Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Malang Sentuh 121 Kasus, Kedungkandan Teratas

Redaksi by Redaksi
September 3, 2026 4:10 pm
in News
Data Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Malang Sentuh 121 Kasus, Kedungkandan Teratas

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, M Sailendra (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Malang dinilai masih tinggi. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang mencatat 121 kasus kekerasan perempuan dan anak terjadi sepanjang Januari-Agustus 2026.

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, M Sailendra menjelaskan bahwa tren kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Malang masih bergerak dan bermunculan. Di tahun 2024, pihaknya mencatat ada penanganan 120 kasus. Kemudian di 2025 ada 185 kasus yang ditangani.

READ ALSO

Mutasi Ratusan ASN Kota Malang Belum Terlaksana, Wahyu Sebut Masih Sibuk

PGRI Kabupaten Malang Desak Revisi Juknis BOS untuk Gaji 2.100 Guru Honorer

“Lalu di tahun 2026 ini, sampai Agustus ada 121 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: GP Ansor Kota Malang Dorong Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Ditangani Profesional

Tercatat, Kecamatan Kedungkandang menjadi wilayah dengan kasus kekerasan perempuan dan anak tertinggi. Sepanjang 2024, Kedungkandang mencatat 26 kasus. Disusul Blimbing, Sukun, Lowokwaru, dan Klojen sebagai wilayah dengan kasus paling rendah.

Tren berubah pada 2025. Kecamatan Sukun menjadi wilayah dengan kasus tertinggi dengan 47 kasus. Kedungkandang berada di posisi kedua dengan 32 kasus, disusul Klojen dan Blimbing. Sementara Lowokwaru menjadi kecamatan dengan kasus paling rendah yakni 18 kasus.

Memasuki 2026 hingga Agustus, Kedungkandang kembali menduduki posisi pertama dengan 39 kasus. Diikuti Sukun, Blimbing, dan Lowokwaru. Sedangkan Klojen menjadi kecamatan dengan kasus paling rendah dengan tujuh kasus.

Baca Juga: Political Framing Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren

Jika dilihat berdasarkan kelompok korban, terdapat perubahan tren dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, kasus yang melibatkan anak menjadi yang paling banyak, meski selisihnya dengan kasus perempuan tidak sampai lima kasus.

Kondisi serupa masih terjadi pada 2025. Kasus anak menjadi kelompok yang mendominasi dengan bentuk kekerasan yang meliputi kekerasan fisik, kekerasan seksual hingga penelantaran.

Namun, tren tersebut berbalik pada 2026. Hingga Agustus, kasus kekerasan terhadap perempuan justru lebih dominan dibandingkan kasus anak. Kasus perempuan yang ditangani meliputi kekerasan fisik, psikis dan seksual. Sementara anak mencakup kekerasan fisik, psikis, seksual dan penelantaran.

Sailendra mengungkap persoalan kekerasan dan penelantaran terhadap perempuan dan anak di Kota Malang didasari sejumlah faktor mulai dari persrlisihan, judi online, perselingkuhan, ekonomi hingga masalah keluarga. Dikatakan, masalah ekonomi dan keluarga mendominasi.

“Mayoritas masalah keluarga dan ekonomi. Kondisi ekonomi biasanya lalu orang tuanya bercerai,” imbuhnya.

Tingginya angka kasus kekerasan anak dan perempuan tersrbut menurutnya tak berimbas pada predikat Kota Malang sebagai Kota Layak Anak. Sebab, predikat tersebut berkaitan dengan pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui berbagai aspek, mulai dari infrastruktur, regulasi, fasilitas pendidikan hingga ruang bermain dan mekanisme penanganan.

“Secara infrastruktur, regulasi, penanganan, kita layak memang jadi Kota Layak Anak,” ucapnya.

Untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang disebut telah gencar melakukan sosialisasi hingga tingkat kelurahan. Baik soal pembinaan dan penananganan kekerasan.

“Saya rasa ini efektif. Masyarakat semakin paham, semakin aware terhadap masalah kekerasan terhadap anak,” pungkasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Editor: Herlianto. A

Tags: Dinsos-P3AP2KBkekerasankekerasan perempuankota malang

Related Posts

Mutasi Ratusan ASN Kota Malang Belum Terlaksana, Wahyu Sebut Masih Sibuk
News

Mutasi Ratusan ASN Kota Malang Belum Terlaksana, Wahyu Sebut Masih Sibuk

Selasa, 20 Okt 2026
PGRI Kabupaten Malang Desak Revisi Juknis BOS untuk Gaji 2.100 Guru Honorer
News

PGRI Kabupaten Malang Desak Revisi Juknis BOS untuk Gaji 2.100 Guru Honorer

Senin, 19 Okt 2026
Museum Tubuh Jatim Park 1 Jajaki Kolaborasi dengan FK UB Malang
News

Museum Tubuh Jatim Park 1 Jajaki Kolaborasi dengan FK UB Malang

Minggu, 18 Okt 2026
CMC Tiga Warna Bidik Bursa Karbon, Andreas Targetkan Tanam Mangrove 10,5 Hektare per Tahun
News

CMC Tiga Warna Bidik Bursa Karbon, Andreas Targetkan Tanam Mangrove 10,5 Hektare per Tahun

Minggu, 18 Okt 2026
Pengasuh Pesantren Malang Raya Dorong Aturan Karnaval
News

Pengasuh Pesantren Malang Raya Dorong Aturan Karnaval

Sabtu, 17 Okt 2026
Kantor Advokat Surjo & Partners Gandeng UMM, Buka Peluang Magang Mahasiswa Hukum
News

Kantor Advokat Surjo & Partners Gandeng UMM, Buka Peluang Magang Mahasiswa Hukum

Sabtu, 17 Okt 2026
Next Post
Aryamarta Premiere, Hunian Eksklusif di Poros Utama Kota Malang

Aryamarta Premiere, Hunian Eksklusif di Poros Utama Kota Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.