Malang, Tugumalang.id – Harga daging sapi di pasar tradisional Kota Malang menembus Rp 160 ribu per kilogram. Menipisnya ketersediaan sapi lokal ditengarai menjadi salah satu penyebab kenaikan harga tersebut.
Salah satu pedagang di Pasar Klojen, Aisyah, mengatakan harga daging sapi terus naik sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram dalam beberapa waktu terakhir.
Saat ini harga daging sapi berada di kisaran Rp 155 ribu hingga Rp 160 ribu per kilogram. Padahal, setelah Lebaran 2026 lalu harganya sempat stabil di angka Rp 130 ribu per kilogram.
“Harga daging mahal karena harga sapi hidup mahal. Sapinya sekarang susah didapat, di pasar sapi sampai rebutan,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Harga Daging Sapi di Kota Batu Tembus Rp 125 Ribu Per Kilogram
Menurut Aisyah, harga sapi hidup juga melonjak cukup signifikan. Jika sebelumnya seekor sapi bisa dibeli sekitar Rp 30 juta, kini harganya mencapai sekitar Rp 40 juta per ekor. Selain stok sapi lokal yang terbatas, harga sapi impor juga terdorong naik akibat pengaruh nilai tukar dolar Amerika Serikat.
“Sekarang sapi lokal tidak kuat, jumlahnya sedikit dan mahal. Yang impor juga terdampak dolar. Sampai sekarang belum ada solusi dari pemerintah,” ungkapnya.
Pedagang lain di Pasar Klojen, Umi Kulsum, menyampaikan hal senada. Harga daging sapi kualitas terbaik di lapaknya kini mencapai Rp 160 ribu per kilogram, sedangkan daging yang umum digunakan untuk menu rawon dijual sekitar Rp 150 ribu per kilogram.
“Harga yang bagus sekarang Rp 160 ribu, kalau yang biasa buat rawon Rp 150 ribu. Yang kualitas bagus naik Rp 10 ribu dalam sekitar tiga minggu terakhir,” jelasnya.
Baca juga: 7 Tips Memilih Daging Sapi yang Baik dan Berkualitas
Menurut Umi, lonjakan harga dipicu sulitnya memperoleh sapi hidup. Para jagal bahkan harus saling berebut pasokan karena jumlah sapi yang tersedia jauh lebih sedikit dibanding kebutuhan pasar.
“Gak ada sapi hidup, sapinya mahal. Yang cari juga rebutan. Kebetulan saya dapat pasokan dari adik sendiri yang jagal sapi,” katanya.
“Tahun ini beda. Setelah lebaran malah naik terus. Biasanya habis lebaran harga mulai turun,” imbuhnya.
Kenaikan harga tersebut, lanjut Umi, berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Banyak pelanggan mengurangi jumlah pembelian daging sapi karena menganggap harganya sudah terlalu tinggi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor; jatmiko


























