MALANG, Tugumalang.id- Advokat sekaligus mentor bisnis, Dr. Imam Muhajirin Elfahmi, S.Pd, S.H, M.M, Advokat atau yang lebih akrab disapa Coach Fahmi membeberkan tentang pentingnya disiplin diri dan konsistensi.
Dalam pandangannya, kebiasaan kecil yang konsisten jauh lebih bisa diandalkan daripada semangat yang naik turun.
Coach Fahmi memberikan contoh tentang kisah seorang pemilik usaha roti rumahan yang kerap kali membuka tokonya dengan jadwal yang berubah-ubah. Terkadang toko roti tersebut sudah buka sejak pagi hari, tetapi di waktu yang lain baru buka menjelang siang hari karena sang pemilik toko begadang semalaman.
Begitupun dengan pembukuan alur uang masuk dan keluar usaha toko roti yang jarang dicatat tepat waktu. Sehingga pemilik baru sadar telah mengalami kerugian ketika semuanya menumpuk di akhir bulan.
Hingga suatu ketika datang pelanggan tetap dari toko roti tersebut, bisa dibilang sebagai pelanggan terbesar. Pelanggan ini adalah kafe kecil yang sering kali memesan roti setiap pagi, karena jam buka toko yang tidak konsisten, pelanggan tersebut kemudian beralih ke penyedia lain karena pesanan sering terlambat.
Dari kasus inilah, Coach Fahmi mengambil sebuah kesimpulan penting bahwa memiliki keterampilan saja tidak cukup tanpa adanya disiplin diri yang konsisten. Berkaca dari permasalahan toko roti tersebut, kedisiplinan menjadi kunci dari sebuah keberhasilan bisnis yang dijalankan.
“Keterampilan saja tidak cukup tanpa adanya disiplin diri yang konsisten menjalankannya dan semuanya baru sadar ketika sudah kehilangan sesuatu yang begitu besar yang semula dianggap remeh atau diabaikan,” kata Coach Fahmi.
Baca juga: Menembus Arus Digital: Pandangan Coach Fahmi tentang Masa Depan dan Challenge Pelaku UMKM Indonesia
Belajar dari kesalahan tersebut, pemilik toko roti melakukan perubahan dengan membangun rutinitas yang ketat. Dimulai dari tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, mencatat keuangan setiap malam sebelum tidur, dan menetapkan jadwal produksi yang tidak lagi bergantung pada mood.
Hasilnya delapan bulan kemudian, tokonya bukan hanya mendapatkan kembali kepercayaan pelanggan lama, tetapi juga menambah beberapa pelanggan baru yang mendengar reputasinya yang semakin dapat diandalkan.
Kebiasaan Konsisten yang Sering Dianggap Membosankan
Coach Fahmi menyoroti permasalahan yang kerap terjadi adalah banyak orang menganggap disiplin sebagai hal yang kaku dan membosankan.
Memang terlihat lebih menarik semangat atau motivasi yang begitu meledak-ledak di awal. Padahal motivasi cenderung naik turun, sedangkan disiplin diri justru akan membawa seseorang terus bergerak meski motivasi sedang menurun.
“Motivasi membuat seseorang memulai. Disiplin adalah yang membuatnya tetap melangkah ketika motivasi itu sudah lama menghilang,” ujarnya.
Menurutnya ada beberapa tanda dari kurangnya sikap disiplin diri seseorang yang kerap kali muncul di aktivitas keseharian. Tanda-tanda tersebut antara lain menunda pekerjaan penting sampai tenggat waktu semakin dekat, mengandalkan mood untuk memutuskan kapan mulai bekerja, sering mengubah rencana hanya karena merasa malas sesaat.
Baca juga: Agar Hidup Berubah, Coach Fahmi: Cukup 1 Persen Perubahan Setiap Hari
Kemudian tidak memiliki rutinitas tetap untuk hal-hal penting dalam hidup dan mulai tergoda pada hal-hal kecil yang mengalihkan fokus dari tujuan utama.
Pola-pola ini jika dilihat secara kasat mata memang seperti hal yang sepele. Tetapi jika diabaikan dan dibiarkan bertahun-tahun, dampaknya bisa sangat besar terhadap hasil yang dicapai seseorang dalam hidupnya.
Disiplin Diri sebagai Fondasi Ketangguhan
Ketangguhan mental, kepemimpinan diri, dan ketahanan emosional semua membutuhkan satu hal yang sama sebagai fondasi, yakni disiplin diri. Tanpa adanya kedisiplinan diri, semangat untuk bangkit atau memimpin diri sendiri hanya akan bertahan sebentar sebelum kembali pada kebiasaan lama.
Bagi Coach Fahmi disiplin diri ini bekerja seperti akar pohon yang tidak terlihat tetapi justru kuat menopang seluruh bagian yang ada di atasnya.
“Orang-orang yang tampak tangguh menghadapi tekanan hidup biasanya bukan karena mereka lebih berbakat, melainkan karena mereka telah membangun rutinitas kecil yang dijalankan konsisten, bahkan pada hari-hari ketika semangat menurun,” urai Coach Fahmi.
“Rutinitas kecil inilah yang membuat mereka tetap bisa diandalkan, baik oleh diri sendiri maupun oleh orang-orang sekitarnya, tanpa harus menunggu suasana hati yang selalu bersemangat,” imbuhnya.
Membangun Kebiasaan Disiplin Tanpa Merasa Terkekang
Disiplin diri tidak harus berarti menjalani hidup yang kaku dan tanpa ruang bernapas. Beberapa langkah berikut dapat membantu membangun disiplin yang berkelanjutan.
Langkah-langkah yang bisa dilakukan antara lain memulai dari satu rutinitas kecil yang realistis, bukan langsung mengubah segalanya. Lalu, menetapkan jam tidur dan bangun yang konsisten sebagai fondasi rutinitas lain, mencatat kemajuan harian, sekecil apapun agar terlihat progres nyata, dan memberi ruang untuk istirahat terjadwal, karena disiplin yang sehat tetap membutuhkan jeda.
Kemudian memaafkan diri sendiri ketika sesekali gagal menjaga konsistensi diri dan melanjutkannya tanpa menyerah sepenuhnya.
Disiplin yang sehat bukan kesempurnaan tanpa celah, melainkan tentang kemampuan untuk kembali ke jalur setelah tergelincir untuk beberapa saat.
Belajar dan Bertumbuh Bersama
Bagi Coach Fahmi menempatkan disiplin diri sebagai salah satu kebiasaan inti yang dibahas dalam modul delapan kebiasaan pada Grounded Business Coaching. Prinsip ini diyakini sebagai salah satu pembeda utama antara usaha yang bertahan lama dengan usaha yang hanya bertahan sesaat karena mengandalkan semangat yang naik turun.
Baca juga: Belajar Kepemimpinan dari Coach Fahmi: Pemimpin Berkarakter Fondasi Bangsa yang Tangguh
Program pendampingan selama lima hari ini membantu pelaku usaha dalam menyusun rutinitas kerja yang realistis dan berkelanjutan, alih-alih target besar yang sulit dijaga konsistensinya. Bagi siapa saja yang merasa sering gagal konsisten menjalankan rencananya sendiri, ruang belajar bersama pelaku usaha lain bisa menjadi tempat yang tepat untuk membangun disiplin ini bersama-sama.
Disiplin diri jarang terlihat mengesankan dari luar, karena wujudnya hanya berupa kebiasaan kecil yang diulang setiap hari tanpa banyak sorotan.
Namun kebiasaan kecil itulah yang pada akhirnya menopang seluruh ketangguhan seseorang menghadapi berbagai tekanan hidup.
“Semakin konsisten seseorang menjaga disiplin diri dalam hal-hal kecil, semakin kokoh pula fondasi ketangguhan yang bisa diandalkan ketika tantangan besar datang, baik dalam usaha, keluarga, maupun hidup secara keseluruhan,” tutup Coach Fahmi.
Tentang Coach Dr Fahmi
Dr. Imam Muhajirin Elfahmi, S.Pd, S.H, M.M, Advokat yang akrab disapa Coach Fahmi berkat pemikiran dan kontribusinya dalam kemajuan bangsa mendapatkan sejumlah penghargaan dalam beberapa waktu terakhir.
Penghargaan tersebut antara lain Penerima Anugerah Insan Pancasila tahun 2024 oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Penerima Penghargaan Inspiring of The Year 2024 dari Anugerah TIMES Indonesia.
Kemudian alumni TOT Lemhannas RI Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan ke-38 tahun 2026.
Sosok Coach Fahmi juga dikenal aktif sebagai Advokat PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia), Business Coach, dan Leadership Coach.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























