Malang, Tugumalang.id – Isu keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak menjadi salah satu sorotan dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Jawa Timur di Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2026). Berdasarkan data Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), tingkat fatherless atau kondisi anak tumbuh tanpa keterlibatan sosok ayah mencapai 25,8 persen.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menegaskan, keterlibatan ayah dalam keluarga merupakan aspek krusial yang tidak bisa diabaikan. Komunikasi yang sehat antara ayah dan anak, kata dia, menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kesehatan mental anak.
“Orang tua, termasuk ayah harus peka. Bisa jadi anak sudah kehilangan jiwanya karena mengalami perundungan, tapi di rumah sungkan mau cerita ke orang tua,” ujar Emil saat memberi sambutan pada Puncak Peringatan Harganas ke-33 Tingkat Provinsi Jawa Timur di Pendopo Agung Kabupaten Malang.
Menurut Emil, di tengah derasnya arus keterbukaan informasi dan penggunaan gawai, kedekatan serta komunikasi antara orang tua dan anak menjadi kunci utama dalam melindungi keluarga. Karena itu, komunikasi dengan anak tidak boleh terputus.
Baca juga: Fatherless Generation: Pandangan Psikologi tentang Anak yang Tumbuh Tanpa Ayah
“Anak-anak butuh kehadiran orang tua agar terhindar dari berbagai risiko bahaya, seperti korban bullying hingga bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang,” lanjutnya.

Ia menambahkan, orang tua juga perlu menyesuaikan pola pengasuhan dengan perkembangan zaman. Dibutuhkan terobosan agar anak-anak tidak hanya mendengar nasihat sambil lalu.
“Ini bukan tantangan yang mudah. Tapi mudah-mudahan dengan komitmen yang ada, kita semua bisa menjawab tantangan masa depan,” kata Emil.
Baca juga: Panda Lovely Guncang Malang Lewat Panda Bestie Fest Vol. 2: Beauty Bazaar, Kuliner Kekinian, dan Konser Spektakuler!
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Malang Sanusi menyatakan komitmennya mendukung terwujudnya keluarga sehat dan berkualitas di daerahnya. Pemerintah Kabupaten Malang terus mendorong berbagai program terpadu untuk mendampingi keluarga.
“Untuk membentuk keluarga sehat, Dinas Kesehatan terus memberikan sosialisasi dan pembinaan. Selain itu, pemenuhan gizi masyarakat serta pendidikan dasar yang cukup juga menjadi perhatian utama kami,” tutur Sanusi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























