MALANG, Tugumalang.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang di Kecamatan Kepanjen, Rabu (8/7/2026). Penggeledahan dilakukan dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tujuh unit mobil ambulans Public Safety Center (PSC) 119. Dari lokasi, penyidik menyita dua koper berisi dokumen yang akan digunakan sebagai barang bukti.
Kepala Kejari Kabupaten Malang, Fahmi, mengatakan dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan proyek pengadaan ambulans pada 2022. Pengadaan tujuh unit ambulans itu menggunakan anggaran sebesar Rp8,4 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang.
“Kami melakukan upaya penggeledahan untuk mengumpulkan, menambah, dan memaksimalkan barang bukti guna proses penyidikan perkara ini hingga tuntas sampai ke tahap penuntutan,” ujar Fahmi dalam konferensi pers di Kantor Kejari Kabupaten Malang, Rabu (8/7/2026).
Baca juga: Kejari Kabupaten Malang Geledah Dispora Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

Dari penggeledahan tersebut, Kejari Kabupaten Malang menyita 50 bundel berkas yang setara dengan dua koper. Berkas-berkas tersebut merupakan salah satu alat bukti dalam penyidikan ini.
Sementara itu, Kejari Kabupaten Malang belum menetapkan tersangka dalam perkara ini. Fahmi menyebut, pihaknya masih melakukan penyidikan dan mengumpulkan alat bukti.
“Belum sampai (penetapan tersangka). Informasi lebih lanjut nanti akan kami sampaikan,” kata Fahmi.
Ia memastikan, pengadaan tujuh ambulans tersebut menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang. Namun, belum diketahui total kerugian negara akibat perkara ini.
Baca juga: Kejari Kabupaten Malang Selamatkan Kerugian Keuangan Negara Sebesar Rp1,38 Miliar di Tahun 2025

Wartawan Tugu Malang telah mendatangani kantor Dinkes Kabupaten Malang yang berada di Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang untuk menemui Kadinkes Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo.
Akan tetapi, Wiyanto sudah tidak ada di tempat. Wartawan Tugu Malang juga telah mencoba menghubungi Wiyanto melalui sambungan telepon dan Whatsapp, namun belum mendapat tanggapan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko























