Sabtu, Agustus 22, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Di Balik Sorak dan Air Mata: Membaca Kebahagiaan dan Kesedihan dari Piala Dunia 2026

Redaksi by Redaksi
Juli 7, 2026 9:31 am
in Catatan
Piala Dunia 2026
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Abdul Hamid*

Peluit panjang itu akhirnya berbunyi. Dalam hitungan detik, dunia berubah. Pada saat yang sama, di lapangan yang sama, di langit yang sama, bahkan di hadapan jutaan pasang mata yang menyaksikan dari berbagai penjuru bumi, lahirlah dua kisah yang bertolak belakang. Satu tim berlari saling berpelukan, bersujud syukur, dan menangis dalam pelukan kebahagiaan. Sementara di sudut lain lapangan, tim yang sama hebatnya terduduk diam, menutupi wajah dengan kedua tangan, menahan air mata yang tak mampu lagi dibendung.

Begitulah Piala Dunia 2026 mengajarkan satu pelajaran yang sering kali kita lupakan. Kehidupan tidak pernah hanya berisi kemenangan atau hanya dipenuhi kekalahan. Dalam satu waktu yang sama, Allah memperlihatkan kepada manusia dua wajah kehidupan: kebahagiaan dan kesedihan.

READ ALSO

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Satu bangsa menyanyikan lagu kemenangan dengan dada yang penuh kebanggaan. Bendera berkibar, kembang api menghiasi langit, dan sejarah baru ditulis dengan tinta emas. Namun pada saat yang bersamaan, bangsa lain hanya mampu memandang dengan mata yang berkaca-kaca. Mimpi yang dibangun selama bertahun-tahun harus berakhir di depan garis akhir. Ironisnya, keduanya terjadi dalam satu momen yang sama.

Inilah sunatullah yang terus berputar sepanjang sejarah manusia. Tidak ada kemenangan yang abadi, sebagaimana tidak ada kesedihan yang berlangsung selamanya. Allah Swt. telah mengingatkan dalam firman-Nya:

“Wa tilkal ayyāmu nudāwiluhā bainan-nās.”
“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia.” (QS. Ali ‘Imran: 140).

Ayat ini bukan sekadar penjelasan tentang perang atau sejarah umat terdahulu. Ia adalah hukum kehidupan. Hari-hari terus berganti. Kadang kita berada di atas, kadang berada di bawah. Hari ini menjadi pemenang, esok mungkin menjadi pihak yang belajar dari kekalahan. Hari ini dielu-elukan, besok mungkin terlupakan. Karena itulah kemenangan sesungguhnya bukan hanya soal mengangkat trofi. Kemenangan adalah ujian yang jauh lebih berat daripada kekalahan.

Baca juga: Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

Banyak orang mampu bersabar ketika gagal, tetapi tidak semua mampu tetap rendah hati ketika berhasil. Banyak orang mampu menang, tetapi sedikit yang mampu mengalahkan kesombongan setelah kemenangan itu datang.

Sejarah menunjukkan bahwa banyak kerajaan runtuh bukan karena kalah dari musuh, melainkan karena lupa diri setelah menang. Banyak individu kehilangan kehormatannya bukan ketika gagal, melainkan ketika keberhasilan membuatnya merasa paling hebat.

Maka, tim yang memenangkan Piala Dunia tidak seharusnya menari di atas luka lawannya. Kemenangan tidak boleh melahirkan kesombongan, ejekan, ataupun penghinaan kepada mereka yang kalah. Justru kemenangan adalah momentum untuk semakin bersyukur kepada Allah, semakin rendah hati, dan semakin sadar bahwa semua keberhasilan hanyalah titipan. Trofi hanyalah simbol. Yang lebih penting adalah karakter yang menyertai saat mengangkatnya.

Sebaliknya, bagi tim yang harus pulang tanpa gelar, kekalahan bukanlah akhir dari segalanya. Kekalahan adalah ruang untuk bertumbuh. Ia mengajarkan evaluasi, melatih kesabaran, membangun mental, dan menempa karakter yang tidak bisa dibentuk oleh kemenangan. Sering kali, orang yang pernah jatuh justru memiliki pijakan yang lebih kokoh ketika kembali bangkit.

Dalam perspektif Islam, seorang mukmin tidak pernah benar-benar merugi jika ia mampu menyikapi setiap keadaan dengan benar. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik baginya. Jika memperoleh nikmat, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ditimpa kesulitan, ia bersabar, maka itu pun baik baginya.” (HR. Muslim).

Hadis ini mengubah cara kita memandang kehidupan. Kemenangan bukan semata-mata hadiah, melainkan amanah yang harus dijaga dengan rasa syukur. Kekalahan bukan sekadar musibah, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri melalui kesabaran.

Baca juga: UIN Maliki Malang Jalin Kerja Sama Global dengan Zintan University Libya

Syukur menjaga seseorang agar tidak mabuk oleh keberhasilan. Sabar menjaga seseorang agar tidak hancur oleh kegagalan. Keduanya adalah fondasi karakter seorang mukmin.

Ada pelajaran lain yang jauh lebih dalam. Setelah Rasulullah ﷺ dan para sahabat memenangkan sebuah peperangan, diriwayatkan bahwa beliau mengingatkan tentang sebuah perjuangan yang lebih besar daripada menghadapi musuh di medan perang, yaitu perjuangan melawan hawa nafsu. Makna ini tetap relevan hingga hari ini.

Bagi mereka yang menang, hawa nafsu hadir dalam bentuk kesombongan, merasa paling hebat, memandang rendah orang lain, dan lupa bahwa semua kemenangan terjadi karena izin Allah. Bagi mereka yang kalah, hawa nafsu hadir dalam bentuk putus asa, iri hati, menyalahkan keadaan, kehilangan harapan, bahkan menyerah untuk bangkit kembali.

Ternyata, musuh terbesar bukanlah lawan yang berdiri di depan kita. Musuh terbesar adalah diri kita sendiri. Karena itu, peluit akhir pertandingan sesungguhnya bukan akhir dari perjuangan. Ia justru menjadi awal dari ujian yang baru.

Pemenang akan diuji: apakah ia tetap rendah hati setelah dipuji dunia? Yang kalah juga diuji: apakah ia tetap tegar ketika dunia berpaling darinya? Keduanya sedang menjalani ujian yang berbeda, tetapi sama-sama berat.

Piala Dunia 2026 akhirnya bukan hanya tentang sepak bola. Ia adalah cermin kehidupan. Setiap pertandingan menggambarkan perjalanan manusia. Ada kerja keras, pengorbanan, doa, strategi, harapan, kegagalan, dan keberhasilan. Ada tawa yang lahir dari kemenangan, tetapi ada pula air mata yang mengalir karena mimpi yang belum menjadi kenyataan.

Bukankah kehidupan kita pun demikian?

Hari ini mungkin kita sedang merayakan keberhasilan dalam pekerjaan, pendidikan, keluarga, atau usaha yang kita bangun. Namun di saat yang sama, mungkin ada orang lain yang sedang kehilangan pekerjaannya, gagal meraih cita-citanya, atau berduka karena sesuatu yang sangat dicintainya.

Karena itu, jangan pernah menjadikan kebahagiaan kita sebagai alasan untuk melukai kesedihan orang lain. Rayakan kemenangan dengan syukur, bukan dengan kesombongan. Hadapi kekalahan dengan kesabaran, bukan dengan keputusasaan. Sebab roda kehidupan akan terus berputar. Yang berada di atas suatu hari bisa berada di bawah. Yang hari ini terjatuh, esok hari bisa berdiri lebih tinggi daripada sebelumnya.

Pada akhirnya, sejarah tidak hanya mengingat siapa yang menjadi juara dunia. Sejarah juga mengingat bagaimana mereka bersikap ketika menjadi juara. Begitu pula, sejarah tidak hanya mencatat siapa yang kalah. Ia juga mencatat bagaimana mereka bangkit setelah kekalahan.

Baca juga: Tahun Lama yang Tetap Bermakna: Muhasabah Menyambut Tahun Baru Hijriah 1448

Karena sejatinya, kemenangan menguji kerendahan hati. Kekalahan menguji keteguhan hati. Di antara keduanya, bukan trofi yang menentukan kemuliaan seseorang, bukan pula jumlah gol yang menentukan kebesarannya. Yang menentukan adalah karakter, akhlak, dan kualitas jiwa yang tetap teguh dalam syukur ketika menang, serta tetap kokoh dalam sabar ketika kalah.

Di balik sorak kemenangan dan air mata kekalahan, Allah sedang mengajarkan satu pelajaran besar kepada seluruh manusia: bahwa hidup bukan tentang selalu menjadi pemenang, tetapi tentang menjadi pribadi yang tetap berakhlak dalam setiap keadaan.

Wallāhu a’lam biṣ-ṣawāb.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang*

editor: jatmiko

 

Tags: AkhlakKarakterkekalahankemenanganM Abdul Hamidopiniperspektif IslamPiala duniaPiala Dunia 2026refleksi kehidupansabarSepak BolasyukurUIN MalangUIN Maliki MalangWallahu a’lam bish shawab

Related Posts

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan
Catatan

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Rabu, 19 Agu 2026
SEKATEN
Catatan

SEKATEN

Selasa, 18 Agu 2026
Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU
Catatan

Tambakberas, dari Darah Ranggalawe ke Muktamar NU

Jumat, 14 Agu 2026
Digital Holopis Kuntul Baris dan Ketahanan Sosial Kita
Catatan

Digital Holopis Kuntul Baris dan Ketahanan Sosial Kita

Senin, 10 Agu 2026
21 Jam Ngaji Gus Baha Malang-Rembang
Catatan

21 Jam Ngaji Gus Baha Malang-Rembang

Sabtu, 8 Agu 2026
Next Post
UIN Malang Gelar Seleksi Ujian Mandiri 2026, Diikuti 1.603 Calon Mahasiswa

UIN Malang Gelar Seleksi Ujian Mandiri 2026, Diikuti 1.603 Calon Mahasiswa

BERITA POPULER

  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.