Minggu, Oktober 11, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Wali Kota Batu Ungkap 3 Faktor Utama Penyebab Banjir Bandang

Redaksi by Redaksi
November 8, 2021 9:20 pm
in Berita
Wali kota Batu Dewanti Rumpoko

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, usai rapat koordinasi. foto/Ulul Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

BATU – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko akhirnya angkat bicara terkait hasil penelusuran penyebab banjir bandang di Kota Batu. Sebelumnya, dugaan terkait masifnya alih fungsi lahan di bagian hulu Sungai Brantas menguat dan menjadi sorotan publik.

Seperti diketahui, data riset dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur menyebutkan, 150 hektar lahan yang mestinya berstatus hutan lindung di lereng Gunung Arjuno lenyap. Berganti menjadi lahan produktif untuk pertanian, permukiman dan juga penginapan.

READ ALSO

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Dewanti tidak menampik jika masifnya alih fungsi lahan tersebut menjadi faktor utama. Namun, dari hasil susur sungai yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan BPBD Kota Batu, masifnya alih fungsi lahan yang membuat hilangnya bendung alam bukan jadi faktor tunggal.

Dikatakan perempuan yang akrab disapa Bude ini, ada 2 faktor lain. Pertama, tentunya karena faktor curah hujan deras yang tercatat saat itu mencapai 80-100 meter kubik. Intensitas hujan tinggi itu membuat debit air di badan sungai meningkat.

Di sisi lain, limpahan air juga terjadi di daerah aliran sungai purba atau mati di sekitaran Lereng Pusung Lading yang memiliki kontur kemiringan hingga 60 derajat. Limpasan air ini bermuara ke aliran anak Sungai Brantas.

Limpahan air dari sini rupanya membawa banyak material berupa longsoran tanah dan pohon-pohon mati bekas kebakaran 2019 silam. Ribuan material inilah yang kemudian menyumbat jalannya aliran sungai hingga menjadi embung air.

Namun, karena curah hujan deras yang tak kunjung henti selama kurun 2 jam, sumbatan ini akhirnya tidak mampu menahan laju air sehingga jebol dan jadilah air bah yang membawa bencana di Kota Batu hingga Kota Malang.

”Jadi memang bukan hanya karena alih fungsi lahan saja faktornya, tapi juga karena sumbatan material yang membendumg aliran. Ditambahi sedimen tanah lahan pertanian hingga akhirnya ambrol dan menjadi air bah,” papar dia kepada wartawan, Senin (8/11/2021) malam.

Informasi dihimpun, sumbatan material serupa juga menyumbat aliran anak sungai di Dusun Banaran, Kecamatan Bumiaji. Lokasinya tepat di atas dusun yang terdampak parah yakni Dusun Sambong dan Dusun Gintung.

Proses pembersihan sisa material banjir bandang di titik terdampak Dusun Sambong Kota Batu, Senin (8/11/2021). Foto/Azmy

Dari yang seharusnya aliran sungai berjalan lurus, namun karena sumbatan ini akhirnya limpasan air berisi material tanah dan pohon ini berbelok menerjang ke arah sungai mati yang melewati Dusun Sambong dan Gintung. Tidak ada yang mengira air akan menerjang sungai mati itu.

Akibatnya, bencana air bah ini memakan 13 korban jiwa di Kota Batu. 7 orang diantaranya tewas terhanyut banjir bandang dan sisanya 6 orang ditemukan selamat. Sementara itu, 17 rumah hilang disapu bah, 43 rumah rusak parah dan 32 rumah terendam lumpur.

Sementara di Kota Malang, 625 KK atau 1.100 warga terpaksa mengungsi dan 4 rumah hilang dan rusak parah diterjang banjir. Nihil korban jiwa. Hingga saat ini, evakuasi pembersihan sisa material masih terus berjalan. Data ini masih akan terus dimutakhirkan.

Lebih lanjut, rekomendasi dari BNPB menyebutkan Pemda setempat bersama lintas stakeholder dan masyarakat wajib menggalakkan reboisasi, khusus di bagian hulu sungai.

Saat ini, pihaknya berfokus untuk pemulihan pasca bencana mulai pembersihan sisa material banjir dan penanganan trauma healing bagi korban bencana. ”Untuk pembersihan material ditarget minggu depan selesai. Tapi kalau untuk normalisasi butuh waktu lama hingga 6 bulan,” jelasnya.

Selain itu, rekomendasi teknis dari BBWS untuk jangka panjang adalah dengan membangun cek dam dan bangunan terjunan untuk mengendalikan arus sungai.

Reporter: Ulul Azmy
Editor: Sujatmiko

Tags: banjir bandangBanjir Bandang Kota BatuDewanti Rumpoko

Related Posts

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, jelaskan soal parkir di Kota Malang. (M Sholeh)
Berita

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Kamis, 8 Okt 2026
Forum pertemuan warga Perum Griya Shanta di Kantor Dishub Kota Malang dalam pembahasan upaya pembukaan blokade jalan alternatif. (Foto/M Sholeh)
Berita

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Kamis, 8 Okt 2026
Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai
Berita

Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai

Kamis, 1 Okt 2026
Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan
Berita

Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Okt 2026
Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!
Berita

Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!

Kamis, 1 Okt 2026
Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik
Berita

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
malang - Pemkot Malang Serahkan Bantuan Sembako Pada Korban Banjir Bandang

Pemkot Malang Serahkan Bantuan Sembako Pada Korban Banjir Bandang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.