Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Bisnis

Cerita Yusri, Berusaha Bangkit di Tengah Lesunya Dunia Penerbangan

Redaksi by Redaksi
Desember 25, 2020 6:39 pm
in Bisnis
Yusri. Foto: dok

Yusri. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

READ ALSO

Pedagang Online Dipungut Pajak PPh Per Juli 2026, Siapa Saja yang Terkena?

5 Inovasi Gerobak Jualan di Malang, dari Kopi Keliling hingga Mie di Pinggir Jalan

MALANG – Pandemi COVID-19 sangat berdampak pada dunia industri di sektor penerbangan. Tak terkecuali pada bisnis Sriwijaya Air.
“Karena pandemi COVID-19 ini sifatnya global. Terutama dunia pariwisata, perhotelan, kampus, akhirnya terganggu. Sehingga, sektor perekonomian terutama sektor penerbangan mendapatkan imbasnya,” ungkap Station Manager Sriwijaya Air Malang, M Yusri Hansyah, pada Jumat (25/12/2020).
“Kedua, dengan adanya regulasi di penerbangan, membuat orang merasa was-was untuk bepergian. Terutama saat ini ada rapid test. Dan rapid test antigen serta swab membuat orang yang tadinya mau mengeluarkan uangnya, jadi tidak mau lagi,” sambungnya.
Yusri mengungkapkan, saat pandemi, Sriwijaya Air harus memberikan pemahaman kepada klien atau relasi bahwa di situasi ini, ada pembatasan penumpang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Terutama saat kita mengangkut penumpang itu tidak bisa maksimal (jumlahnya), sehingga yang tadinya bisa mengisi 100 persen sekarang hanya 70 persen,” paparnya.
Bahkan, di Malang sendiri, kini Sriwijaya Air jarang menyediakan pesawat karena minimnya penumpang.
“Di Malang sendiri sebelum pandemi kita ada 3 pesawat. Sekarang karena ada pandemi jadi kadang ada pesawat tapi kadang tidak ada sama sekali. Karena saat kita coba beberapa kali penerbangan ternyata demand-nya (permintaan) tidak signifikan, sehingga tidak seimbang antara produksi dan revenue (pendapatan),” bebernya.
Oleh karena itu, pihaknya memutuskan untuk memindahkan rute perjalanan agar tidak terlalu merugi.
“Sehingga kita putuskan lebih baik kita terbangkan ke sektor lain, yang mana aturan protokol kesehatannya masih ada toleransi. Ada yang rapid tes saja, jadi itu yang kita manfaatkan. Kita eksplore daerah yang lain untuk armada yang ada,” jelasnya.
Penurunan penumpang saat pandemi juga dirasakan sangat signifikan daripada tahun-tahun sebelumnya.
“Total pelanggan Sriwijaya kalau sebelum pandemi sekitar 34-35 ribu pelanggan aktif selama satu bulan di Malang saja. Sekarang setelah ada pandemi ini, turunnya sangat drastis sampai 60 persen. Jadi, kadang tinggal 40 persen kita arahkan ke Juanda Surabaya,” ungkapnya.
Bahkan ironisnya, lanjut dia, di kuartal kedua (bulan April 2020), pihaknya nyaris tidak terbang. “Karena demand-nya (permintaan) tidak ada memang,” sambungnya.
Yusri mengatakan, hal ini merupakan dampak dari para mahasiswa yang sudah pulang kampung dan perjalanan dinas tidak ada lagi.
“Sifatnya jadi temporary jadinya. Orang-orang hanya memerlukan ketika benar-benar membutuhkan perjalanan saja. Kita tidak tahu lagi kedepannya bakal berjalan seperti apa,” lanjutnya.
Saat pandemi ini, Yusri sendiri lebih banyak bekerja untuk memberikan informasi pada pelanggan.
“Saat pandemi ini yang kita kerjakan seperti mengupdate informasi pada pelanggan. Ketika ada aturan dari kementerian atau regulator kita sampaikan ke pelanggan. Sehingga pelanggan tahu apa yang bisa mereka lakukan ketika bepergian,” ucapnya.
Saat ini, pihaknya harus aktif menjual rute-rute yang lain, contohnya ke wilayah timur dan Sumatera.
“Harapannya pandemi ini segera berakhir, dan ekonomi tumbuh kembali. Sehingga tidak berdampak tragis pada semua dunia usaha, pariwisata, pendidikan, sampai perindustrian,” inginnya.
“Saya perkirakan ini bisa kembali seperti semua akan membutuhkan waktu lama. Belum tentu satu dua tahun akan pulih. Bisa tiga tahun lagi akan pulih. Artinya harus pintar-pintar dalam kondisi saat ini,” pungkasnya.
Reporter: Rizal Adhi
Editor: Lizya Kristanti
Tags: pandemipenerbangansriwijaya

Related Posts

Pedagang Online Dipungut Pajak PPh Per Juli 2026, Siapa Saja yang Terkena?
Bisnis

Pedagang Online Dipungut Pajak PPh Per Juli 2026, Siapa Saja yang Terkena?

Sabtu, 18 Jul 2026
Salah satu inovasi gerobak jualan kopi modern di Malang (Foto: Google Maps)
Bisnis

5 Inovasi Gerobak Jualan di Malang, dari Kopi Keliling hingga Mie di Pinggir Jalan

Jumat, 17 Jul 2026
Apa Manfaat Live Streaming bagi Pelaku UMKM?
Bisnis

Apa Manfaat Live Streaming bagi Pelaku UMKM?

Rabu, 15 Jul 2026
Masuk Tahun Ajaran Baru, Ini 7 Toko Seragam dan Perlengkapan Sekolah di Kota Malang
Bisnis

Masuk Tahun Ajaran Baru, Ini 7 Toko Seragam dan Perlengkapan Sekolah di Kota Malang

Senin, 13 Jul 2026
Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Pahami Cara Kerjanya dalam Bisnis Online
Bisnis

Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Pahami Cara Kerjanya dalam Bisnis Online

Senin, 13 Jul 2026
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Omzet, Pendapatan dan Laba yang Perlu Diketahui UMKM
Bisnis

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Omzet, Pendapatan dan Laba yang Perlu Diketahui UMKM

Senin, 13 Jul 2026
Next Post
Istiqomah Lebih Mulia dari 1.000 Karomah

Istiqomah Lebih Mulia dari 1.000 Karomah

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.