Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Ternyata Terlalu Positif juga Berbahaya

Redaksi by Redaksi
November 2, 2021 9:08 am
in Ruang Cendekia
Ilustrasi hidup damai tanpa berpikir berlebihan./tugu jatim

Ilustrasi hidup damai tanpa berpikir berlebihan. (Foto: Canva)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Muhmmad Afif Aminudien*
Tugumalang.id– kamu pernah dengar istilah Toxic Positivity? Istilah ini adalah sisi gelap dari positif yang biasa kita kenal. “Kamu bersyukur dong sama apa yang sudah kamu punya”, “seenggaknya kamu nggak pernah ngalamin blabla”, “yaudah sabar aja”. Beberapa ungkapan ini adalah beberapa contoh toxic positivity.

Situasi Toxic Positivity biasanya berupa perilaku pasif agresif yang diharapkan terlihat sebagai wujud kepedulian namun ternyata justru akan berbalik memberikan tekanan mental kepadamu. Menurut Study Psychologycal Science (2019), anjuran untuk berpikir positif justru bakal memperburuk keadaan seseorang yang sudah menilai dirinya begitu rendah.

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Bagi sebagian orang ucapan seperti jangan menyerah, hidup kamu lebih beruntung, bersyukur aja deh, coba kamu lihat dari sisi positifnya. Saran-saran tersebut bisa saja cukup ampuh dalam mematahkan perasaan buruk mereka. Namun, bagi sebagian orang hal ini justru membuat mereka makin merasa kecil diri, alih-alih dinilai sebagai sikap meremehkan bahkan bisa menjadi pemicu gangguan psikis.

Kita cenderung mengabaikan perasaan sesungguhnya. Seolah-olah perasaan negatif yang dialami dan ingin ikut diungkapkan itu tidak penting. Tidak semua orang butuh disemangati saat berhadapan dengan perasaan negatif, kata-kata yang diberikan di sekelilingnya bisa jadi bukan itu yang sedang dibutuhkan. Lalu apa alternatifnya ?

Menurut dr. Jiemy, seorang residen psikiatri di RS Muwardi Solo, kita bukan semerta-merta merespon dengan nasihat ketika berhadapan dengan orang yang terkena masalah. Merespon secara empati dengan mendengarkan terlebih dahulu orang yang mau berkeluh-kesah tanpa sikap menghakimi. Atau, memberikan kesempatan untuk mengekspresikan setiap emosi sampai mereda merupakan alternatif efektif yang bisa dilakukan.

Contohnya, bisa dengan mendengarkan cerita orang tersebut terlebih dahulu jangan terburu-buru menasehati, atau dengan menanyakan tentang hal yang membuatnya menyerah, gelisah atau bahkan tertekan.

Jadi, kadang hidup itu ada masanya naik dan turun. Kehidupan yang akan kita lalui. Kita tidak bisa selalu terlihat bahagia untuk memvalidasi orang lain bahwa hidup kita selalu bahagia.

Boleh kita merasa sedih, marah, kecewa atau tidak semangat. Menerima perasaan negatif dan positif sebagaimana mereka hadir. Beri jeda untuk dirimu sejenak, lalu cari solusi yang tepat untuk menghadapi perasaanmu. SAY NO TO POSITIVE VIBES ONLY

*Penulis adalah member Pondok Inspirasi

Editor: Herlianto. A

Tags: Bahaya Terlalu PositifpsikologiToxic Positivy

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Ilustrasi pentingnya pengetahuan untuk menyampaikan pendapat./tugu malang

Susah Menyampaikan Pendapat? Lakukan 4 Cara Komunikasi Asertif

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.