Kamis, Juli 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Remaja di Kota Malang Gagal Vaksin, Ternyata Terjadi NIK Ganda

Redaksi by Redaksi
Oktober 12, 2021 12:56 pm
in Berita
Kapolresta Malang Kota Ungkap NIK Ganda, sehingga pemiliknya gagal vaksin

Foto: Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengungkap ada NIK ganda.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Salah seorang remaja di Kota Malang gagal mengikuti vaksinasi lantaran Nomor Induk Kependudukan (NIK) nya telah digunakan warga Pancoran, Jakarta Selatan. Usai ditelusuri, ternyata NIK dua orang tersebut sama sehingga terjadi NIK ganda.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto menjelaskan bahwa kejadian gagal vaksin karena permasalahan NIK di Kota Malang telah terjadi dua kali. Namun kejadian pertama telah teratasi dan telah dikonfirmasi bahwa ada kesalahan input data dari petugas vaksinasi di Blitar.

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

“Pertama, di Blitar sudah kita konfirmasi. Itu kesalahan dari penginput data. Kedua, kami sudah komunikasi dengan Polres Jakarta Selatan, itu sudah ditelusuri di faskes Kelurahan Pancoran. Sudah dicek, nah ini (NIK) masih dobel,” ucapnya, Selasa (12/10/2021).

Untuk itu pihaknya menyarankan yang bersangkutan berkonsultasi ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang untuk menyelesaikan masalah NIK ganda tersebut.

“Kami mengimbau kepada NIK yang di Kota Malang itu untuk datang ke Dukcapil karena dari data Dukcapil itu yang benar yang di Kota Malang. Nah silahkan, kenapa terjadi persamaan NIK. Itu nanti dari Dukcapil yang mendalami,” ujarnya.

“Itu NIK nya sama dengan identitas dua orang. Tetapi kalau kita lihat kita telusuri itu yang benar adalah NIK yang di Kota Malang,” imbuhnya.

Namun pihaknya memastikan bahwa yang bersangkutan tetap memiliki hak dan kesempatan untuk menerima vaksin Covid-19. Pihaknya akan memberikan surat keterangan khusus bagi yang bersangkutan lantaran ada permasalahan NIK ganda tersebut.

“Kami sudah menghubungi yang bersangkutan untuk tetap melakukan vaksin. Kita beri surat keterangan tapi yang bersangkutan tetap harus berkomunikasi dengan Dukcapil,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Eny Hari Sutiarny menjelaskan bahwa kasus NIK ganda memang bisa terjadi. Disebutkan, salah satu kemungkinannya yaitu tanggal lahir dan pendaftarannya sama atau bareng.

“Kemungkinan kemungkinannya itu bisa karena untuk penerbitan NIK. Itu basic nya kan tanggal, bulan, tahun lahir. Kalau seseorang yang mempunyai tanggal, bulan, tahun lahir sama itu kemungkinan. Pas dulu pendaftarannya juga sama, sehingga satu NIK itu bisa dipakai dua orang,” jelasnya.

Menurutnya, tindaklanjut dari permasalahan NIK ganda tersebut bisa dilakukan dengan merubah NIK dari dua orang yang bersangkutan. Namun salah satu di antaranya harus rela atau mengalah untuk bisa diganti.

“Karena yang jalan itu adalah sistem. Kalau ada satu NIK yang digunakan dua orang, salah satu istilahnya harus mengalah,” ucapnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Dispendukcapil Jakarta Selatan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Ya kalau yang benar NIK di Kota Malang, nanti lewat yang di Pancoran sana nanti dibuatkan NIK yang baru lagi. Memang biometriknya itu menempel yang di Kota Malang,” ujarnya.

Dia mengatakan, sejauh ini memang ada sejumlah persoalan serupa di Kota Malang. Sehingga pemilik NIK tidak bisa melakukan vaksinasi Covid-19.

“Kapan itu juga ada, ada yang melaporkan kalau NIK nya itu dipakai orang lain. Memang penyelesaiannya itu harus menghapus salah satu,” paparnya.

“Sejauh ini kami tidak menghitung, tapi yang jelas tidak banyak. Mungkin tidak lebih dari 5 orang yang kasusnya NIK dipakai orang. Yang paling banyak itu memang kasusnya NIK tidak bisa diakses,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Reffanka (15), warga Kota Malang gagal menerima vaksin Covid-19 setelah NIK nya ditolak lantaran telah terpakai di wilayah lain.

Fia Nataprawira, kakak Reffanka menjelaskan bahwa NIK milik adiknya diketahui telah menerima vaksin dosis pertama dan kedua di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan. Sehingga adiknya tidak bisa mengikuti vaksinasi di Kota Malang.

“NIK nya sudah terdaftar vaksin dua kali, padahal dia belum sama sekali. Dia masih di bawah 17 tahun. Terdaftarnya di Pancoran sana, kita aja belum pernah kesana,” ujarnya, Rabu (6/10/2021).
Reffanka harus pulang dengan kecewa lantaran gagal mengikuti vaksinasi.

Padahal dia sudah menunggu vaksinasi drive thru yang digelar Polresta Malang Kota itu sejak sebelum pukul 09.00 WIB.


“Kecewa tentu iya, gimana lagi orang gak bisa. Kami sudah dari jam 9 kurang tadi. Katanya suruh tanyain ke Dispendukcapil dulu, kenapa kok bisa kepakai vaksin dua kali,” jelasnya.

Reporter: M Sholeh
Editor: Sujatmiko

Tags: Dispendukcapil Kota Malanggagal vaksinNIK GandaPolresta Malang KotavaksinVaksinasi

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
Rajut Nenjap, Komunitas Ibu Rumah Tangga yang Hobi Merajut

Rajut Nenjap, Komunitas Ibu Rumah Tangga yang Hobi Merajut

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.