Jumat, Juni 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Rajut Nenjap, Komunitas Ibu Rumah Tangga yang Hobi Merajut

Redaksi by Redaksi
Oktober 12, 2021 3:06 pm
in Asli Malang
Komunitas Rajut Nenjap. Foto: Rizal Adhi

Komunitas Rajut Nenjap. Foto: Rizal Adhi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Sejak tahun 2016 silam, beberapa ibu rumah tangga di Kecamatan Kepanjen mendirikan Komunitas Rajut Nenjap, sebuah perkumpulan merajut kain yang rutin menggelar pertemuan di basecamp mereka, di Jalan Welirang No 56 Bajurejo, Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Awalnya itu berdiri pada 09 September 2016 dan bisanya kita dulu di rumah saya kumpulnya, tapi rumah saya kecil. Akhirnya saya cari teman yang rumahnya boleh dijadikan basecamp,” terang Pendiri Komunitas Rajut Nenjap, Luluk Tamawati, pada Selasa (12/10/2021).

READ ALSO

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Sebenarnya, Luluk tidak terpikirkan untuk membuat Komunitas Rajut Nenjap ini, karena hobinya ini hanya untuk kumpul-kumpul saja.

“Pertama itu hanya ada 9 sampai 11 orang saja yang memang suka merajut. Lalu dari teman-teman itu ngomong ke teman-temannya yang lain dan akhirnya beberapa ikut. Dan dalam 5 tahun itu sudah terkumpul 65 orang anggota,” ujarnya.

“Cuman dari 65 orang anggota itu ada yang meninggal dan ada juga yang terpapar COVID-19 sampai meninggal. Jadi, sekarang ada 55 anggota saja,” sambungnya dengan nada sendu.

Dia juga menegaskan bahwa semua anggotanya terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Masing-masing anggota dengan kompak mengajarkan teknik-teknik merajut kepada anggota baru.

“Untuk belajar merajut itu sebenarnya dari 11 anggota awal itu sudah mengerti semua, jadi 11 itu membagikan ilmu pada anggota baru agar bisa juga merajut. Semua tekniknya kita ajarkan dan kebetulan teman-teman ini semua pintar-pintar,” jelasnya.

“Apalagi kita sekarang bisa melihat (contoh) di media sosial dan google, jadi tambah bagus,” imbuhnya.

Luluk juga mengatakan bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh Komunitas Rajut Nenjap adalah barang kesukaan wanita. “Produk-produk kita mulai dari sandal, kaos kaki, sepatu tidur, celana, celana dalam, bra, baju, rompi, kerudung, jilbab, masker, topi, sampai baju panjang,” sebutnya.

Dia juga mengungkapkan kalau komunitasnya masih sangat terbatas dari sisi pemasaran. Karena semua anggotanya Ibu-ibu, tidak ada yang ahli dalam pemasaran digital.

“Kita masih mengikuti pameran-pameran, dan dari teman-teman sendiri yang memasarkan, jadi semua anggota berhak memasarkan,” ucapnya.

Terakhir, dia mengajak para ibu-ibu untuk ikut bergabung dengan Komunitas Rajut Nenjap dan membeli produk-produk mereka. “Kalau untuk teman-teman yang ingin bergabung atau membeli produk kita bisa langsung ke basecamp kita di Jalan Welirang No 56 B, Banurejo, Kepanjen,” ajaknya.

Reporter: Rizal Adhi

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

Candi kidal
Asli Malang

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Selasa, 5 Mei 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Senin, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Jumat, 7 Nov 2025
Tanaman hias
Asli Malang

4 Surga Hijau di Malang Raya: Pusat Tanaman Hias Terlengkap dari Pasar Legendaris hingga Nursery Modern

Selasa, 4 Nov 2025
Candi Sumberawan, salah satu situs sejarah di Kabupaten Malang tepatnya terletak di Kecamatan Singosari yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Candi Sumberawan/Arie Nugraha.
Asli Malang

Jejak Masa Lalu Singosari: Destinasi Situs Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Kabupaten Malang

Sabtu, 25 Okt 2025
Next Post
Suka Duka Perawat di Isoter Kota Batu: Rawat Pasien yang Ingin Bunuh Diri

Suka Duka Perawat di Isoter Kota Batu: Rawat Pasien yang Ingin Bunuh Diri

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.