Rabu, Juli 22, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Rajut Nenjap, Komunitas Ibu Rumah Tangga yang Hobi Merajut

Redaksi by Redaksi
Oktober 12, 2021 3:06 pm
in Asli Malang
Komunitas Rajut Nenjap. Foto: Rizal Adhi

Komunitas Rajut Nenjap. Foto: Rizal Adhi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Sejak tahun 2016 silam, beberapa ibu rumah tangga di Kecamatan Kepanjen mendirikan Komunitas Rajut Nenjap, sebuah perkumpulan merajut kain yang rutin menggelar pertemuan di basecamp mereka, di Jalan Welirang No 56 Bajurejo, Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Awalnya itu berdiri pada 09 September 2016 dan bisanya kita dulu di rumah saya kumpulnya, tapi rumah saya kecil. Akhirnya saya cari teman yang rumahnya boleh dijadikan basecamp,” terang Pendiri Komunitas Rajut Nenjap, Luluk Tamawati, pada Selasa (12/10/2021).

READ ALSO

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Sebenarnya, Luluk tidak terpikirkan untuk membuat Komunitas Rajut Nenjap ini, karena hobinya ini hanya untuk kumpul-kumpul saja.

“Pertama itu hanya ada 9 sampai 11 orang saja yang memang suka merajut. Lalu dari teman-teman itu ngomong ke teman-temannya yang lain dan akhirnya beberapa ikut. Dan dalam 5 tahun itu sudah terkumpul 65 orang anggota,” ujarnya.

“Cuman dari 65 orang anggota itu ada yang meninggal dan ada juga yang terpapar COVID-19 sampai meninggal. Jadi, sekarang ada 55 anggota saja,” sambungnya dengan nada sendu.

Dia juga menegaskan bahwa semua anggotanya terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Masing-masing anggota dengan kompak mengajarkan teknik-teknik merajut kepada anggota baru.

“Untuk belajar merajut itu sebenarnya dari 11 anggota awal itu sudah mengerti semua, jadi 11 itu membagikan ilmu pada anggota baru agar bisa juga merajut. Semua tekniknya kita ajarkan dan kebetulan teman-teman ini semua pintar-pintar,” jelasnya.

“Apalagi kita sekarang bisa melihat (contoh) di media sosial dan google, jadi tambah bagus,” imbuhnya.

Luluk juga mengatakan bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh Komunitas Rajut Nenjap adalah barang kesukaan wanita. “Produk-produk kita mulai dari sandal, kaos kaki, sepatu tidur, celana, celana dalam, bra, baju, rompi, kerudung, jilbab, masker, topi, sampai baju panjang,” sebutnya.

Dia juga mengungkapkan kalau komunitasnya masih sangat terbatas dari sisi pemasaran. Karena semua anggotanya Ibu-ibu, tidak ada yang ahli dalam pemasaran digital.

“Kita masih mengikuti pameran-pameran, dan dari teman-teman sendiri yang memasarkan, jadi semua anggota berhak memasarkan,” ucapnya.

Terakhir, dia mengajak para ibu-ibu untuk ikut bergabung dengan Komunitas Rajut Nenjap dan membeli produk-produk mereka. “Kalau untuk teman-teman yang ingin bergabung atau membeli produk kita bisa langsung ke basecamp kita di Jalan Welirang No 56 B, Banurejo, Kepanjen,” ajaknya.

Reporter: Rizal Adhi

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Next Post
perawat - Suka Duka Perawat di Isoter Kota Batu: Rawat Pasien yang Ingin Bunuh Diri

Suka Duka Perawat di Isoter Kota Batu: Rawat Pasien yang Ingin Bunuh Diri

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.