Minggu, Juni 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Membaca Fenomena Selebrasi Gen-Z Pasca Sidang Skripsi

Merayakan Kelulusan di Era Digital

Redaksi by Redaksi
Juni 28, 2026 11:59 am
in Catatan
Gen-z

Abdul Hamid

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Abdul Hamid*

 

Hampir pada setiap akhir semester, kampus-kampus kembali dipenuhi suasana yang khas. Ruang-ruang sidang menjadi saksi perjuangan mahasiswa menyelesaikan tahap akhir perjalanan akademiknya. Sidang skripsi, tesis hingga sidang disertasi menjadi penanda berakhirnya sebuah proses panjang yang dipenuhi kerja keras, kegelisahan, dan pengorbanan.

READ ALSO

Guru dan Orang Tua: Dua Sisi Mata Uang Pendidikan Akhlak

Rama dan Sinta (Bukan dalam Wayang)

Hari ini, kelulusan sering kali bukan berakhir ketika sidang selesai, tetapi ketika foto terakhir selesai diunggah ke media sosial, sidang skripsi mungkin hanya berlangsung satu jam. Namun selebrasinya bisa berlangsung berhari-hari di ruang digital.

Fenomena seperti ini hampir tidak pernah dijumpai pada dekade 1980-an, 1990-an, bahkan pada awal tahun 2000-an. Mahasiswa pada masa itu tentu merasakan kebahagiaan yang sama ketika dinyatakan lulus sidang. Mereka juga bersyukur, bangga, dan lega karena berhasil menuntaskan perjuangan akademiknya. Akan tetapi, ekspresi kegembiraan itu ditunjukkan secara lebih sederhana. Tidak ada sesi pemotretan berjam-jam, tidak ada dekorasi yang dirancang khusus, apalagi rangkaian konten yang dipersiapkan untuk diunggah ke berbagai platform media sosial.

Apakah generasi sekarang lebih berlebihan? Ataukah sebenarnya mereka hanya mengekspresikan rasa syukur dengan cara yang berbeda sesuai zamannya?

Baca juga: 7 Ide Bisnis Kreatif untuk Gen-Z, Bisa Dimulai dari Hobi dan Skill yang Dimiliki

Pertanyaan tersebut layak dijawab dengan kacamata sosiologis, bukan sekadar penilaian moral. Setiap generasi tumbuh dalam lingkungan sosial, budaya, dan teknologi yang berbeda. Perubahan cara merayakan kelulusan bukan semata-mata menunjukkan perubahan karakter individu, melainkan juga mencerminkan transformasi budaya yang sedang berlangsung.

Dalam perspektif Goffman, yang sedang dipertontonkan bukan hanya keberhasilan akademik, tetapi identitas sebagai pribadi yang berhasil menaklukkan perjuangan panjang.

Dalam konteks kelulusan, perayaan pasca sidang bukan sekadar ungkapan kegembiraan pribadi. Perayaan tersebut juga menjadi bagian dari proses menampilkan identitas diri. Buket bunga, balon, selempang, toga, dokumentasi profesional, hingga unggahan media sosial merupakan simbol-simbol yang menyampaikan pesan bahwa sebuah perjuangan telah berhasil dituntaskan. Simbol-simbol itu bukan hanya dinikmati oleh individu yang bersangkutan, tetapi juga dikomunikasikan kepada jejaring sosialnya.

Fenomena tersebut semakin relevan ketika ditempatkan dalam konteks masyarakat digital. Para ilmuwan sosial kontemporer menjelaskan bahwa masyarakat saat ini sedang mengalami transformasi dari culture of experience menuju culture of representation. Pada masa lalu, pengalaman dianggap selesai ketika seseorang benar-benar mengalaminya. Kini, dalam masyarakat digital, suatu peristiwa sering kali dianggap belum lengkap apabila belum didokumentasikan dan dibagikan kepada publik.

Ungkapan “no picture, it didn’t happen” secara tidak langsung menggambarkan perubahan cara masyarakat memaknai pengalaman. Dokumentasi tidak lagi sekadar menjadi arsip kenangan, tetapi telah berubah menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri. Momen kelulusan seolah memperoleh legitimasi sosial setelah hadir dalam linimasa media sosial dan mendapatkan apresiasi berupa komentar, tanda suka, maupun berbagai bentuk interaksi digital lainnya.

Dalam perspektif ini, perayaan kelulusan Gen-Z bukanlah sesuatu yang perlu dipandang secara sinis. Mereka lahir dan tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang membentuk cara berpikir, berkomunikasi, dan membangun relasi sosial. Dunia digital merupakan ruang hidup mereka. Oleh karena itu, cara mereka merayakan keberhasilan pun secara alami mengikuti karakteristik zaman yang mereka alami.

Akan tetapi, fenomena ini juga mengandung ruang refleksi yang penting. Ketika dokumentasi menjadi bagian dari pengalaman, jangan sampai pengalaman itu sendiri kehilangan maknanya. Ketika perhatian lebih banyak diarahkan pada bagaimana sebuah momen ditampilkan, terdapat risiko bahwa substansi dari momen tersebut menjadi kurang mendapat perhatian.

Kelulusan sejatinya bukanlah garis akhir, melainkan pintu masuk menuju perjalanan kehidupan yang jauh lebih panjang. Sidang skripsi, tesis, maupun disertasi bukanlah kemenangan yang berdiri sendiri, melainkan pengakuan bahwa seseorang telah memiliki bekal akademik untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca juga: 5 Rekomendasi Slow Bar Coffee di Malang

Di sinilah pentingnya menjaga keseimbangan antara selebrasi dan refleksi. Merayakan keberhasilan adalah sesuatu yang wajar, bahkan diperlukan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras yang telah dilakukan. Orang tua, keluarga, dosen pembimbing, dan sahabat tentu memiliki alasan untuk ikut bergembira. Namun, selebrasi sebaiknya tidak menggeser makna utama dari pendidikan itu sendiri, yaitu membangun ilmu pengetahuan, karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial.

Perjalanan akademik sesungguhnya tidak diukur dari seberapa banyak bunga yang diterima, seberapa besar buket yang dibawa, atau seberapa ramai unggahan yang memperoleh apresiasi di media sosial. Nilai pendidikan justru terlihat dari bagaimana ilmu yang diperoleh diterjemahkan menjadi solusi bagi persoalan masyarakat, bagaimana integritas dijaga ketika menghadapi tantangan kehidupan, dan bagaimana pengetahuan digunakan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

Baca juga: Gen Z di Kota Malang Lebih Pilih Kerja di Kafe Ketimbang Pabrik Rokok

Generasi Z memiliki potensi luar biasa. Mereka kreatif, adaptif terhadap teknologi, cepat belajar, dan mampu membangun jejaring secara global. Potensi tersebut akan menjadi kekuatan besar apabila dipadukan dengan kedalaman ilmu, etika akademik, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Media sosial dapat menjadi sarana menyebarkan inspirasi, membangun kolaborasi, dan memperluas manfaat, bukan sekadar ruang untuk mempertontonkan pencapaian.

Pada akhirnya, setiap generasi memang memiliki cara sendiri dalam merayakan keberhasilan. Kita tidak perlu membandingkan mana yang lebih baik atau lebih buruk, karena setiap zaman memiliki ekspresinya masing-masing. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa di balik setiap selebrasi tetap tumbuh kesadaran akan makna pendidikan yang sesungguhnya.

Sebab, bunga yang hari ini menghiasi kelulusan akan layu dalam beberapa hari. Balon yang mengudara perlahan akan mengempis. Kue perayaan akan habis dinikmati. Bahkan unggahan media sosial yang hari ini ramai mendapat perhatian akan segera tenggelam oleh ribuan konten baru yang terus bermunculan.

Namun, ilmu pengetahuan yang terus dikembangkan, integritas akademik yang dijaga, serta kontribusi nyata kepada masyarakat akan tetap hidup jauh setelah euforia kelulusan berakhir. Itulah perayaan sejati yang nilainya tidak lekang oleh waktu, tidak bergantung pada algoritma, dan akan selalu dikenang dalam perjalanan panjang kehidupan seorang insan terdidik.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Malik Ibrahim Malang

 

editor-jatmiko

Tags: budaya digital.gen zidentitas digitalkampuskelulusan mahasiswaMedia Sosialopini pendidikanPendidikan Tinggisidang skripsisosiologi pendidikan

Related Posts

Pendidikan Akhlak
Catatan

Guru dan Orang Tua: Dua Sisi Mata Uang Pendidikan Akhlak

Minggu, 28 Jun 2026
Rama dan Sinta
Catatan

Rama dan Sinta (Bukan dalam Wayang)

Sabtu, 27 Jun 2026
Aries Musnandar. Foto/dok
Catatan

Belajar Disiplin dari Negeri Matahari Terbit

Jumat, 26 Jun 2026
Fairouz Huda. Foto/dok
Catatan

Menjauhkan NU dari Pengemis Kekuasaan, KH Azaim Sukorejo Bisa Menjadi Jangkar Spiritual

Rabu, 24 Jun 2026
M. Lutfi Khoirudin, M.Pd. Foto/dok
Catatan

Munas dan Kombes NU, Serta asal Muasal wilayah Kediri jadi Pantangan untuk Didatangi Presiden RI

Rabu, 24 Jun 2026
Bagian 1 Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny (1976-2026) tentang perjalanan takdir dan pohon cinta. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra
Catatan

Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 1: Perjalanan Takdir dan Pohon Cinta

Selasa, 23 Jun 2026
Next Post
SunThai Street Food Festival di JTP 3 Hadirkan 60 Lebih Kuliner Thailand

Direktur Pascasarjana Unisma, Prof Mas’ud: Wisudawan Perlu Skill for The Future untuk Hadapi Tantangan Global

BERITA POPULER

  • Bapenda Kota Malang

    Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.